--- In [email protected], "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
Mbak Aris,
Saya juga pengen nanya sesuatu. Udah lama kepikiran, tapi gak sempet2
nulis imelnya.

Anda bilang kalau dalam Khilafah Islamiyah (KI) maka tidak ada lagi
batas administrasi negara, melainkan wilayah yg tunduk pada hukum SI.

-----------------

DH: Iya, saya juga ingin tahu, apakah khilafah Islamyah itu meliputi 
Thailand selatan, Philippina selatan, Brunei Darussalam, Malaysia 
dan RI?

Ini wilayah harus selalu membuat policy yang sama? Bagaimana kalau 
ada konflik kepentingan, seperti wilayah, dll?

Apakah mbak Aris yakin, sang Sultan Brunei yangkaya minyak itu mau 
gabung dengan RI? Apakah Malaysia tak ketakutan kebanjian TKI?

Mohon pencerahan

Salam

Danardono






> --- In [email protected], "Ari Condro" <masarcon@> wrote:
> >
> > On 4/3/06, aris solikhah <fm_solihah@> wrote:Mas Dede, aris 
pengen
> > tahu apa komentar mas Ulil terkait dengan blok Cepu yang jatuh 
pada
> Exxon
> > Mobil, Freeport, RUU revisi perburuhan, hutang Indonesia, 
jeratan IMF,
> > kedatangan Tony Blair, Rice, John Howard. Kira-kira apa ya 
pandangan
> beliau
> > mengenai ketiga tokoh tersebut.
> > 
> > Apa solusi beliau mengenai masalah-masalah actual dan faktual di 
dunia
> > internasional maupun Indonesia?
> > 
> 
> Mbak Aris,
> Saya juga pengen nanya sesuatu. Udah lama kepikiran, tapi gak 
sempet2
> nulis imelnya. 
> 
> Anda bilang kalau dalam Khilafah Islamiyah (KI) maka tidak ada lagi
> batas administrasi negara, melainkan wilayah yg tunduk pada hukum 
SI.
> 
> Anda juga selalu bilang kalau pemerintah RI sekarang sudah 
melanggar
> SI karena menyerahkan SDA ke pihak asing. Cepu misalnya, Freeport, 
dll. 
> 
> Saya melihat kontradiksi. Kalau katakanlah Cepu adalah milik bangsa
> Indonesia shg HARUS dinikmati oleh bangsa ID sendiri dan HARUS
> dikelola oleh Negara RI (through our beloved Pertamina), bukankah 
itu
> semua memakai batas juridis formal sbg yg kita kenal sekarang? 
Bukan
> pake SI?
> 
> Ekstremnya, kalau RI dalam KI bersama misalnya Pakistan, dan
> Bangladesh (misal ya). Terus:
> - siapa yg harus mengelola Cepu? 
> - kalau Cepu diserahkan ke perusahaan minyak Pakistan (kalo ada) 
bolehkah?
> - kalo Cepu dan ladang minyak RI lainnya aja gak cukup buat 
feeding RI
> yang oil hunger, bagaimanakah kalo Pakistan dan Bangladesh menuntut
> juga "demi kesejahteraan rakyat KI" ?
> 
> Saya tidak ingin berdebat soal KI dan SI. Yang saya pertanyakan
> sebenarnya adalah klaim anda bahwa pemerintah salah karena 
membiarkan
> pengelolaan SDA ke pihak asing (non RI). Karena anda klaim kalau 
bukan
> Pertamina yg ngelola minyak-gas kita maka telah terjadi pelanggaran
> konstitusi baik UUD maupun SI. Semua HARUS dipegang langsung oleh
> BUMN. Hmmm.. ini yg saya gak setuju, karena menurut saya itu cuma
> CARA, yang penting tujuannya memaksimalkan benefit (termasuk
> intangible) buat RI. Jadi ada kasus dimana lebih baik dikelola 
BUMN,
> ada kasus lain dikelola swasta tetapi diregulasi pemerintah, ada 
kasus
> join, dst.. (case by case).
> 
> Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana klaim anda tsb jika batas2
> kenegaraan menjadi kabur karena adanya KI. Kesejahteraan siapa? 
negara
> mana? Klaim tsb berdasarkan asumsi negara RI yang sekarang..
> berubahkah? kalau ya, artinya pemerintah bisa gak salah dong... 
(it's
> not a matter of who does the operation but rather about the money 
goes
> to whom).
> 
> Terima kasih kalau bersedia menjawab.
> 
> 
> wassalam,
> 
> fau
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke