***** Energy bangsa kita ditumpahkan untuk hal hal yang 
kontraproduktif, seperti soal mengurus syahwat pria dengan RUU APP, 
sweeping sweepingan hotel orang Australia, mengurusi pelacur di 
Tanggerang dengan Perda no 8.

Gimana nihh adik adik di IPB?

Tetapi hal yang utama, mengurangi ketertinggalan dalam IPTEK, tak 
diurus.

Salam

Danardono




 Berita Utama   
  
Rabu, 05 April 2006  
  

Iptek Indonesia di Titik Nadir 


Jakarta, Kompas - Wakil Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
Lukman Hakim, Selasa (4/4), mengemukakan, perkembangan ilmu 
pengetahuan dan teknologi di Indonesia saat ini sudah berada pada 
titik nadir. Padahal, bangsa ini diharapkan tak mengulang pola 
pembangunan dengan paradigma lama yang hanya mengandalkan 
eksploitasi sumber daya alam dan mengabaikan pengembangan iptek.

"Lembaga penelitian kita termarjinalisasi. Itu terlihat dari 
rendahnya kualitas publikasi dan keterhubungannya dengan dunia ilmu 
pengetahuan," tutur Lukman. Lukman dan sejumlah ilmuwan lain 
dimintai tanggapannya terkait dengan temuan buntunya peran ilmuwan 
Indonesia karena keahlian mereka disia-siakan akibat tiadanya 
strategi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta 
dukungan dana dari pemerintah (Kompas, Selasa 4/4).

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kata Lukman, tidak 
harus selalu memberi manfaat ekonomi. Sejumlah negara yang berhasil 
dalam pengembangan ipteknya justru memulai dengan investasi besar-
besaran dalam bidang iptek.

Thailand, misalnya, menuai reputasinya saat ini sebagai negara yang 
maju teknologi pangannya setelah memulai investasi di bidang itu 
sejak 20 tahun lalu. Pakistan berhasil mengundang kembali ilmuwan-
ilmuwannya setelah ada janji bahwa mereka akan memperoleh gaji empat 
kali lipat dari yang diperoleh seorang menteri. "Terkadang, riset 
tidak langsung dapat diaplikasikan kepada kebutuhan masyarakat, 
tetapi pada masanya akan memberikan nilai tambah sangat besar. 
Kompetensi bukan merupakan transaksi langsung. Biaya untuk transaksi 
teknologi belum tentu berbanding lurus," ujar Lukman.

Berdasarkan data antara tahun 1969-2001, budget pemerintah untuk 
aktivitas keilmuan dan teknologi di Indonesia mengalami penurunan 
cukup tajam. Anggaran untuk riset yang dialokasikan pemerintah sejak 
tahun 1986 sampai tahun 2002 menurun rata-rata 0,18 persen dari 
produk domestik bruto (PDB). Pada tahun 1986 budget riset sekitar 
0,052 persen dari PDB, tetapi pada tahun 2002 hanya mencapai 0,039 
persen dari PDB. Tahun 2006, pagu anggaran untuk iptek hanya Rp 1,76 
triliun, sedangkan belanja iklan di Indonesia ditargetkan mencapai 
Rp 28 triliun.

Di tengah keprihatinan itu, diduga cukup banyak peserta program 
beasiswa bagi lulusan SMA bidang Ilmu Pengetahuan Alam yang dibiayai 
dana pinjaman Bank Dunia periode 1985-1992 mangkir dari kewajiban 
menjalankan ikatan dinasnya.

Pemerintah saat ini tengah melacak keberadaan mereka, tetapi data 
peserta program di bawah Kantor Menteri Negara Riset dan 
Teknologi/Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah 
hilang. "Beasiswa mereka diperoleh melalui bantuan luar negeri, maka 
mereka harus memberikan ganti rugi," kata Kepala Pusat Pendidikan 
dan Pelatihan BPPT Nadirah. (INE/WIS/YUN)







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke