Ratap tangis terhadap Papua gara-gara 43 orang minta suaka di Australia, tetapi kalau 80% dari penduduk Papua hidup dibawah garis kemiskinan dan kerusakan lingkungan merambat sampai ke laut Arifura diamkan dengan senyum manis.
----- Original Message ----- From: "Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Posting X-PPI '77-'87" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting Wahana-news" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting Tionghoa-net" <[email protected]>; "Posting Nasional-list" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting Marinir TNI/AL" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting KIAD" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting IndoUsaMil" <[EMAIL PROTECTED]>; "Posting Hankam" <[EMAIL PROTECTED]>; "Post PPIIndia" <[email protected]>; "Post MediaCare" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, April 06, 2006 12:31 PM Subject: [ppiindia] [detiknews] Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/094903/idnews/571708/idkanal/10 > > > Kamis, 06/04/2006 09:49 WIB > Front Pepera Akui Adanya Dukungan Australia > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom > > Jakarta - Australia dituding berada di balik gerakan separatis Papua. Juru > bicara Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Front Pepera PB) > Arkilaus Baho mengakui adanya dukungan dari Australia. Dukungan tersebut > antara lain berupa dukungan secara moril. > > "Tapi sejak hubungan itu diputuskan oleh aparat intelijen dari Indonesia, > tidak ada lagi donor dari luar," terang Arkilaus saat dihubungi detikcom > melalui sambungan telepon, Kamis (6/4/2006). > > Arkilaus berpendapat gerakan separatisme bukanlah merupakan hal yang tabu > dalam kehidupan berdemokrasi. Manurutnya, setiap bangsa berhak menentukan > nasibnya sendiri. > > "Perjuangan untuk membebaskan diri itu kan cita-cita bangsa di seluruh > dunia. Separatis itu bukan hal yang tabu bagi perjuangan demokrasi," katanya > berpendapat. > > Arkilaus menilai, selama ini ada arogansi dari pihak-pihak yang menentang > gerakan separatis di Papua. Perjuangan membela HAM seringkali dituding > sebagai gerakan separatis. > > "Orang mau bebas kok ditahan-tahan. Kami mendukung perjuangan yang > menyeluruh > oleh rakyat Papua," tukasnya. > > Dirinya mengklaim, saat ini 99 persen warga Papua tidak merasa sebagai > bagian dari NKRI. Fakta tersebut diakuinya berasal dari hasil penelitian > yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional maupun anggota front > perjuangan di Papua. > > Apakah Front Pepera PB masuk dalam bagian gerakan separatis itu? "Front > Pepera PB adalah organisasi yang menyuarakan hak-hak rakyat Papua. Dan > faktanya rakyat Papua menginginkan kemerdekaan," kilah Arkilaus. > > Saat ditanya kemungkinan melunaknya sikap gerakan separatis jika pemerintah > mampu memenuhi kesejahteraan yang diharapkan rakyat Papua, hal tersebut > sudah tidak mungkin lagi. "Tidak mungkin, karena terlalu kronis. Buktinya > saja kebijakan pemerintah di Papua selalu ditolak terus," ujarnya yakin. > > Sebelumnya, kalangan DPR membeberkan adanya jaringan internasional di > Australia yang memberikan dukungan terhadap gerakan separatis Papua. > Jaringan tersebut melibatkan parlemen, LSM, gereja serta dunia kampus di > Australia. > Sebuah LSM lokal Indonesia pun dituding terlibat dalam jaringan > tersebut.(fjr) > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/081816/idnews/571617/idkanal/10 > > > Kamis, 06/04/2006 08:18 WIB > Anggota DPR Beberkan Jaringan Pendukung Separatis di Papua > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom > > Jakarta - Beberapa anggota DPR yang berencana menemui parlemen Australia > membeberkan jaringan yang memberikan dukungan terhadap gerakan separatis di > Papua. > > Jaringan tersebut melibatkan LSM, anggota parlemen, gereja serta beberapa > universitas di Australia. Sebuah LSM lokal Indonesia pun dianggap turut > berperan. > > "Kami terpaksa harus memberikan data seperti ini. Agar semua sadar bahwa > ancaman nyata separatis sudah di depan mata," ujar anggota Komisi I DPR dari > FPDIP Effendi MS Simbolon saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006). > > Dalam bagan mengenai jaringan pendukung separatis Papua di Australia, > diungkapkan pada tanggal 25 Oktober 2000, Direktur Lembaga Study dan > Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, John Rumbiak menandatangani > MoU dengan Greg Sword. > > Inti dari MoU tersebut adalah dukungan bagi setiap aktivitas gerakan > separatis Papua. Greg merupakan anggota parlemen tingkat negara bagian > Melbourne dari Partai Buruh. > > Selanjutnya, sejak tahun 2000, Ketua Partai Hijau Australia Bob Brown aktif > memotori terbentuknya Parliamentary Group on West Papua. > > Pada tahun 2003, Bob yang juga seorang senator mengkampanyekan masuknya > beberapa submisi kepada parlemen Australia. > > Tema yang diangkat adalah pelurusan sejarah Irian Jaya dan penentuan nasib > sendiri bagi rakyat Irian Jaya. > > Selain itu, disebut juga nama Senator Kerry Nettle, anggota parlemen dari > Partai Hijau. Dia turut memperjuangkan suaka politik bagi 42 warga Papua. > Bahkan, pada 2 April lalu Nettle mendapatkan penghargaan "Mahkota Papua" > dari kelompok pro-separatis di Sydney. > > Dari Partai Demokrat Australia, disebut Senator Andrew Barlet yang mendukung > kampanye penentuan nasib (self determination) bagi rakyat Irian Jaya. Barlet > juga pernah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB untuk meninjau kembali > keabsahan PEPERA 1969. > > Parliamentary Group on West Papua yang dimotori oleh Bob Brown juga > didukung oleh organisasi internasional seperti Asia Pacific Human Rights > Network > (APHRN), West Papua Action Australia (WPA-A), Action in Solidarity With > East Timor (ASIET), Australian Council for Overseas Aid (ACFOA), East Timor > Action Network (ETAN) dan The Centre for People and Conflict Studies The > Unversity of Sydney. > > Lembaga yang terakhir disebut memiliki proyek yang disebut West Papua > Project (WPP) dan dipimpin oleh Prof Stuart Rees. > > Seorang peneliti dan penulis tentang Indonesia Prof Denis Leith juga turut > memberikan dukungan terhadap pro kemerdekaan Papua dengan cara membantu > penggalangan dana bagi WPP. > > Tidak ketinggalan, media massa Australia pun juga turut berperan. Christ > Richard, seorang redaktur pada New Internationalist Magazine, Australia, > turut aktif membantu penyelenggaraan seminar tentang Papua di Australia. > > Salah satu seminar yang pernah diselenggarakan bertempat di Gedung Dewan > Serikat Buruh, di Victoria. Seminar tersebut diselenggarakan pada 25-26 > Februari 2003 bertajuk West Papua Features. > > Selain nama-nama dan organisasi yang disebut di atas, diungkap juga > nama-nama Duncan Ken (anggota parlemen Australia dari Tasmania), > Susan Conely (Persekutuan Gereja Australia), John Barr (bekas Ketua > Uniting Church). > > Pada tanggal 2 April 2006 lalu, bendera "Bintang Kejora" juga sempat > dikibarkan oleh West Papua Association (AWPA) di Sydney. > Pengibaran bendera tersebut dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta. > > Saat ditanya mengenai keterlibatan Partai Liberal Australia dalam gerakan > separatis Papua, Effendi MS Simbolon mengaku belum memiliki data-data > keterlibatan partai berkuasa itu. > > "Hingga saat ini masih tiga partai saja yang diduga. Kita berharap Partai > Liberal yang sekarang berkuasa masih konsisten mendukung kita. Kita juga > masih akan mencek apakah ini berdasar partai atau perorangan," demikian > Effendi.(fjr) > > ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > > > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/06/time/070120/idnews/571517/idkanal/10 > > > Kamis, 06/04/2006 07:01 WIB > DPR: Separatis Papua Didukung Jaringan di Australia > Nurfajri Budi Nugroho - detikcom > > Jakarta - Dugaan adanya elemen di Australia yang turut mendukung gerakan > separatis di Papua semakin kuat. Bahkan gerakan tersebut didukung oleh > jaringan yang berskala internasional di Australia. > > "Data yang kami olah dan kami himpun dari berbagai sumber sangat akurat. > Data tersebut berisi keterlibatan peran-peran para pihak yang selama ini > memberi dukungan aktif separatis di Papua," ujar anggota Komisi I DPR dari > FPDIP Effendi MS Simbolon, saat dihubungi detikcom, Kamis (6/4/2006). > > Ditambahkannya, gerakan Papua merdeka telah lama membangun jaringan > internasional. Fokus dan konsentrasi mereka adalah pada gerakan politik yang > menggalang dukungan dari dunia internasional. > > "Di bulan ini saja berbagai seminar internasional yang mendeklarasi dan > melaunching dirinya mendukung gerakan separatis telah diselenggarakan," > ungkapnya. > > Gerakan separatis tersebut, tambah Effendi, menggalang kampanye > internasional untuk menuntut penentuan nasib menuju kemerdekaan. > > "Self determination untuk menuju kemerdekaan yang mereka inginkan. Mereka > menginginkan adanya referendum," imbuhnya. > > Effendi kemudian menceritakan, pertemuan dengan beberapa senator Amerika > yang tergabung dalam kaukus hitam (black caucus). Kaukus ini bergerak secara > nyata dalam dukungannya kepada pro separatis. > > "Mereka sangat transparan sekali mendukung separatis. Ini sudah konspirasi > internasional," tukasnya.(fjr) > > ©© 2006 detikcom, All Rights Reserved > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://dear.to/ppi > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

