--- In [email protected], "Ari Condro" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> waduh mbak aris, ini kalo khalifahnya baik hati dan tidak 
ofensif.  hari gini, gitu lho.  contohnya yg keren kan FPI.  demo ht 
dan pks juga selalu memperlihatkan kebencian mendalam dengan negara 
lain.  engan thailand aja kita memendam benci untuk kasus thailand 
selatan.  dengan kambohja, karen hitam, dengan filipina moro, tintim 
dengan muslim yg dideportasi. india dengan berbagai masalah rasial, 
australia, lha di makassar kemarin aja warganya di sweeping, dengan 
china, islam ngerasa kalo warga islam di sinkiang dipersekusi, susah 
menjalankan ibadah, apalagi di rusia yg banyak  atheis dan kristen 
orthodoksnya. apalagi yg negara lain.  amerika dan eropa?  :D  
perancis yg melarang jilbab ?
> 
> mungkin kita bersahabatnya dengan NAURU saja.  atau perlu dilihat 
peta negara negara yg punya garis tebal dan garis tipis seperti 
dalam mapnya huntington dulu itu.  yg potensi konfliknya kayaknya 
banyak yah dengan islam.
> 
> atau mungkin dnegan inggris, yg walikotanya ken livingstone sering 
membela islam. dan HT marak di sana.  lha kalo yg jadi temen adalah 
inggris, apa bedanya kekhalifahan ini dengan Ahmadiyyah.  :P
> 
> salam,
> ari condro
> 
---------

DH: saya mau cerita tentang perkembangan yang menyedihkan di Eropa 
ini. Jerman.Antara lain.

Ketika saya study disana dan hidup disana ditahun 60an, keadaan 
sangat damai damai. Orang Jerman sangat tolerant, dan tak suka 
mempersulit masalah keagamaan. Sejak tahun itu, sampai kini, 
beberapa dasawarsa, jutaan orang masuk kesana, sebagian menjadi 
warga negara.

Namun, dari semua yang masuk kesana, hanya yang berasal dari negara 
Muslim, Afrika utara, Turki dan Timur tengah, sangat sulit 
diintegrasikan. Karena mereka menolak kehidupan dikalangan 
Kristiani, mereka mimisahkan diri. 

Lama pemerintah Jerman tak memperhatikan hal ini, sampai timbul 
kekerasan kekerasan dan terrorisme. Mereka baru bangun tidur. 
Ketegangan mulai terasa.

Dalam tahun terakhir, pemerintah Jerman memperkeras hukum immigrasi. 
Juga persyaratan menjadi warganegara. Minggu lalu keluar peraturan, 
bahwa anak yang berumur 5 tahun dan tak menguasai bahasa Jerman, tak 
diizinkan masuk sekolah.

Ini terutama berakibat bagi msayarakat Muslim, yang memang rata rata 
tak berbahasa Jerman dirumah.

Anehnya, benturan ini tak terjadi dikalangan kelompok penduduk asing 
lainnya, seperti Philippina (terbanyak dari Asia tenggara), Korea, 
Tiongkok, Latin Amerika, maupun Eropa timur.

Dahulu, mereka percaya akan kemungkinan hidup berdampingan berbeda 
budaya. Dalam bahasa Jerman ini dinamakan Multikultur, atau di-
jargonkan: Multikulti.

Dengan tegas, perdana mentri Bavaria, Dr. Stoiber 
mengatakan: "Multikulti ist aus", "jetzt heißt volle Integration".
Atau " Multikulti sudah berakhir, kini berlaku integrasi penuh".

Mereka melirik ke masalah di Philippina selatan dan Thailand 
selatan. Mula mula diundang sebagai tamu, lalu diundang menjadi 
orang Jerman, lalu meminta pemisahan...

Sayang, Jerman yang saya kenal dimasa remaja adalah sangat toleran. 
Kini tiada lagi. Jerman kini, sudah mengalami kegetiran hidup 
berdampingan..Diseluruh EU, komunitas Muslim tidak lagi se-welcome 
dahulu..

Mungkin, mbak Aris dan teman teman dari HT menyadari hal ini.

Salam

danardono



> 






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke