HARIAN ANALISA
Edisi Selasa, 11 April 2006 

Presiden: Indonesia Siap Jadi "Jembatan" Pasifik dan Asia 

Jakarta, (Analisa) 



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia siap memenuhi permintaan 
negara-negara Pasifik untuk menjadi penghubung atau "jembatan" antara 
negara-negara di Asia dan Pasifik menyangkut berbagai bidang seperti ekonomi 
dan sosial budaya. 

"Indonesia secara geografis bisa digunakan sebagai 'jembatan' antara 
negara-negara Pasifik dengan Asia," kata Yudhoyono dalam jumpa pers mendadak 
dengan para wartawan di Balai Sidang Jakarta, Senin (10/4) siang. 

Yudhoyono mengemukakan hal itu usai pertemuan dengan beberapa kepala negara dan 
kepala pemerintahan sejumlah negara Pasifik seperti Vanuatu, Nauru, PNG, 
Kaledonia Baru, Fiji serta Mikronesia yang berada di Jakarta untuk menghadiri 
sidang Komisi PBB Bidang Ekonomi dan Sosial untuk wilayah Asia dan Pasifik atau 
UNESCAP. 

Kepala Negara mengatakan sebenarnya Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini 
telah menjadi penghubung antara negara-negara Pasifik dengan Asia. Namun dengan 
adanya permintaan yang disampaikan disela-sela sidang ESCAP ini, maka Indonesia 
ingin meningkatkan perannya itu dalam kegiatan atau proyek yang konkret. 

"Kegiatan itu tidak harus berupa proyek-proyek besar tapi yang bisa diterapkan 
secara nyata atau 'applicable' seperti proyek usaha kecil dan menengah atau 
UKM, kesehatan dan pendidikan," kata Yudhoyono yang tak didampingi satu menteri 
pun itu. 

Untuk mewujudkan harapan negara-negara Pasifik itu, maka Indonesia ingin 
melibatkan pihak ketiga seperti negara-negara yang besar misalnya RR China. 

Sementara itu, ketika berbicara tentang kerja sama Indonesia dengan Pasifik, 
Kepala Negara mengemukakan Indonesia ingin menjadi bagian dari kerja sama di 
antara negara-negara Pasifik sendiri. 

"Mereka ingin agar kerja sama dengan Indonesia lebih konkret dan Indonesia 
menjadi bagian dari kerja sama itu," kata Yudhoyono yang didampingi kedua juru 
bicaranya yakni Dino Patti Djalal serta Andi Mallarangeng. 

Kerja sama konkret tersebut diharapkan benar-benar nyata misalnya di bidang 
pendidikan berupa pemberian beasiswa, program pengamanan pangan, pendidikan 
keterampilan serta pembiayaan mikro. 

Sementara itu, ketika ditanya wartawan apakah ada pemimpin Pasifik yang 
menanyakan perkembangan di Propinsi Papua dan Irian Jaya Barat, dengan tegas 
Yudhoyono mengatakan tidak ada satu pun pemimpin dari Pasifik itu yang 
menanyakan masalah pada kedua ptropinsi itu. 

"Justru saya yang menjelaskan bahwa saya baru kembali dari Merauke untuk 
meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita misalnya di bidang kesehatan 
dan pendidikan,"kata Yudhoyono. 

PEMBICARAAN KHUSUS 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda mengatakan bahwa 
tidak ada pembicaraan khusus mengenai isu Papua dengan para kepala negara dari 
Kawasan Pasifik yang hadir dalam Sesi Khusus Para Kepala Negara/Pemerintahan 
Negara-Negara Kepulauan Pasifik Sidang ke-62 Komisi Ekonomi dan Sosial 
Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP Plus). 

"Sama sekali tidak (pembahasan --red), sebab kedatangan mereka juga bukan untuk 
keperluan itu. Kedatangan para pemimpin dari 19 negara pasifik adalah khususnya 
untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Indonesia disamping kita 
menjadi tuan rumah dari pertemuan ini dalam rangka kerjasama antar mereka dan 
antar Asia dan Pasifik," kata Menlu susai pembukaan UNESCAP Plus oleh Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Senin. 

Menurutnya, sebagaimana yang dikemukakan oleh Presiden Ydhoyono, Indonesia 
dapat menjadi jembatan yang baik dalam kerangka membangun hubungan tersebut. 

"Jadi, hilangkan atau jauhkan sama sekali pikiran-pikiran kita yang sepertinya 
memproyeksikan masalah kita pada orang lain," ujarnya. 

Saat ditanya lebih lanjut mengenai dukungan negara-negara Pasifik kepada 
kedaulatan Indonesia, menlu menegaskan bahwa dalam berbagai kesempatan hampir 
setiap tahun negara-negara Pasifik menyatakan dukungan terhadap keutuhan dan 
kedaulatan Indonesia termasuk atas Papua. 

"Selama ini negara-negara Pasifik seperti terwakili di forum-forum 'Pacific 
Island Countrie' mereka dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungan terhadap 
keutuhan dan kedaulatan Indonesia termasuk atas Papua bahkan lebih jauh lagi 
mereka mendukung otonomi khusus sebagai solusi bagi permasalahan apapun yang 
ada di Papua," katanya. 

Dikatakan, Indonesia selama ini tidak pernah memiliki masalah dengan 
negara-negara Pasifik. 

"Bahwa ada satu atau dua kelompok orang asal Papua yang berdomisili di wilayah 
Pasifik tidak harus ditafsirkan bahwa pemerintahan di negara itu mendukung 
kemrdekaan Papua," katanya. 

Sidang komisi UNESCAP, yang pertemuan tingkat menteri yang dihadiri oleh 62 
delegasi ESCAP, terdiri terdiri dari 53 negara anggota dan sembilan anggota 
asosiasi. 

Acara pembukaan sidang tingkat menteri UNESCAP pada Senin pagi juga dihadiri 
oleh Presiden Marshall Islands, Kessai Note, Presiden Kiribati, Anote Tong dan 
Presiden Tuvali Matie Toafa, Wakil Presiden Mikronesia, Redley Killion, Wapres 
Palau, Elias Chamsek Chin dan Wakil PM Vanuatu, Sato Kilman. 

Pada kesempatan sebelumnya, Menlu mengatakan bahwa kehadiran para kepala negara 
dan pemerintahan negara-negara Pasifik menunjukkan hubungan antara Indonesia 
dan negara-negara Kawasan Pasifik yang terbina dengan baik. (Ant) 



-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 0 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke