http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=6625

Selasa, 11 Apr 2006,



Papua Memanas, TNI Diserang 


Dua Tentara, Dua Separatis Tewas
JAYAPURA - Situasi di Papua semakin menghangat. Belum tuntas tragedi Abepura 
yang menewaskan empat polisi dan satu TNI-AU, kemarin pos TNI di perbatasan 
Papua-Papua Nugini diserang sekelompok orang. Terjadi kontak senjata. Dalam 
insiden itu, dua TNI dan dua penyerang tewas. Seorang TNI dan seorang mahasiswa 
kritis.

Penyerangan itu terjadi di Desa Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom 
(kabupaten baru pemekaran dari Kabupaten Jayapura) pukul 12.30 WIT. Pos itu 
ditempati Satgas Yonif 509/Kostrad (dari Jember, Jawa Timur). Sementara itu, 
para penyerang diduga kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

Saat itu, anggota TNI baru saja melakukan pengamanan pengobatan masal di 
Puskesmas Pembantu Desa Wembi, dekat pos TNI tersebut. "Siang itu sedang 
berlangsung bakti kesehatan oleh sekitar 22 mahasiswa Politeknik Kesehatan 
(Poltekkes) yang dibantu Satgas Yonif 509/Kostrad," kata Kepala Penerangan 
Kodam XVII/Trikora Letnan Kolonel Caj G.T. Situmorang.

Tiba-tiba, sekelompok orang menyerang secara membabi-buta. Ditengarai, mereka 
menggunakan senjata jenis AK 47, pistol mitraleur, double loop, panah, parang, 
dan kapak. 

Dua anggota TNI tewas di tempat. Mereka adalah Sertu Basori Ahmad dan Pratu 
Sukarno. Pada kepala Basori terdapat tiga luka bacok, di leher satu luka bacok, 
dan semua jari tangannya putus. Sementara itu, Pratu Sukarno mengalami luka 
bacok pada leher bagian belakang dan tangan kirinya putus. 

Kopda Sugik Haryono yang terluka parah dirawat di Rumah Sakit Tingkat III 
Marthen Indey, Aryoko, Jayapura. Dia dievakuasi bersama korban lain dengan 
helikopter milik TNI. 

Mahasiswa yang luka parah adalah Yosef Timesela, 21. Peluru mengenai punggung 
belakang sebelah kanan dan bersarang di dalam dada. Dia dibawa ke Rumah Sakit 
Dian Harapan Waena, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Abepura. Yosef dievakuasi 
Polres Keerom lewat jalan darat.

Tadi malam, kondisi Yosef sudah membaik. Dia sudah bisa berkomunikasi dengan 
orang yang menungguinya, meski hanya dengan isyarat. "Yosef masih dirawat 
intensif dan akan terus dipantau perkembangannya," kata salah seorang perawat.

Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos (Grup Jawa Pos), Yosef diduga terkena 
tembak oleh sekelompok penyerang. Sebab, selain membawa panah dan parang, 
penyerang membawa senjata api.

Salah seorang dosen Poltekkes Jayapura, Rifai, yang ditemui di RSUD Abepura 
tadi malam menyebutkan, sehari sebelum kejadian (Minggu, 9/4), mahasiswa 
Poltekkes yang melakukan praktik lapangan di Desa Wembi bermusyawarah dengan 
masyarakat setempat dan TNI. Mereka membicarakan persiapan terakhir pengobatan 
masal yang dilaksanakan Senin (10/4) kemarin. 

Kegiatan itu dilaksanakan di Puskesmas Pembantu Desa Wembi, sekitar 70 
kilometer dari Jayapura. Pengobatan dimulai pukul 08.30 WIT. Masyarakat cukup 
antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pukul 12.30 WIT, pengobatan baru selesai. 

Para mahasiswa dan petugas lain istirahat makan siang. Selesai makan, ada 
mahasiswa yang hendak pulang. Dua mahasiswa berjalan kaki menuju Pos TNI 509 
Kostrad untuk memesan ojek. 

Biasanya, anggota TNI memanggil rekannya di pos lain yang berdekatan dengan 
tukang ojek. Setelah itu, seorang mahasiswa kembali ke puskesmas. Sementara 
itu, seorang lainnya, yang diketahui bernama Yosef, masih berada di Pos TNI. 
Dia mengobrol dengan anggota TNI.

Saat itulah, tiba-tiba terjadi penyerangan yang dilakukan sekelompok orang. 
Kontak senjata tak bisa dielakkan karena penyerang membabi-buta. Diduga, mereka 
sudah berbaur dengan masyarakat sejak pengobatan masal berlangsung.

"Kami diserang tiba-tiba saat mau membagi-bagikan nasi," tambah Gaat Wenda yang 
dibenarkan temannya, Alexander Tappi. Tadi malam, keduanya menunggui Yosef di 
rumah sakit. 

Mereka melihat penyerang membawa senjata api. "Dia yang menembak kami," kata 
Gaat. Dia yakin, para penyerang itu adalah kelompok OPM. "Yang menyerang kita 
itu OPM. Tentara juga ditembak, ada juga yang dipotong," tambahnya. 

Mahasiswa langsung dievakuasi ke Polsek Arso Kota. "Besok pagi (pagi ini, Red), 
sekitar pukul 07.00 WIT, kami akan rapat. Kemungkinan mahasiswa yang praktik 
lapangan akan ditarik," ujar Rifai.

Mahasiswa Poltekkes yang praktik lapangan itu sebenarnya sekitar 200 orang. 
Mereka tersebar di beberapa desa di Kabupaten Keerom. Mereka baru memulai 
kegiatan sejak Senin (3/4) lalu. (fud/ta


-- 
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 0 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke