FYI.....
Surat dari Rm Leo Mali di Roma kepada Presiden RI.
"Saya menyerahkan diri dan menyatakan kesediaan untuk dieksekusi
menggantikan para tersangka hukuman mati kasus Poso".
Lengkapnya bisa dibaca di bawa ini.
************
Kawan-kawan,
Ini adalah surat dari Rm.Leo Mali yang ditujukan kepada presiden RI
menyatakan bahwa Romo bersedia utk menggantikan posisi Bapa Fabianus Tibo, Bapa
Dominggus Da Silva dan Bapa Marinus Riwu, untuk dieksekusi mati.
Kami di Kupang juga sudah mengusahakan agar Romo bisa menyampaikan secara
langsung keinginannya ini kepada publik. Melalui teleconference hari ini
jam15:00 WITA dan diliput oleh wartawan media cetak dan elektronik. Jika tidak
ada halangan, mungkin teman2 bisa melihat hasil liputannya dalam berita di TV
sore ini.
-arni-
********
ISU SURAT:
Kepada Yth.
Presiden Republik Indonesia
Di
Jakarta
Bapak Presiden Yang terhormat !
Sebagai seorang anak bangsa saya mengikuti dengan cermat penanganan
kasus-kasus kekerasan dan pelanggaran HAM di tanah air mulai dari kasus
Tanjung Priok, Trisakti, Kerusuhan Jakarta, kasus Timor-Timur,Aceh, Papua,
Ambon hingga terakhir kasus Poso. Saya mengikutinya semata-mata karena rasa
cinta pada kemanusiaan (sebuah nilai luhur yang terwariskan dari sejarah kaum
yang pernah ditindas selama hampir 350 tahun oleh Kolonialisme-imperielisma
asing).
Di antara kasus-kasus itu kasus Poso adalah sebuah konflik sosial dengan
ekskalasi besar dalam rentang waktu amat panjang. Konflik ini telah melibatkan
banyak pihak dan menelan banyak korban. (Tentang hal ini Bapak Presiden tentu
sangat tahu.) Namun sayangnya penanganan terhadap kasus ini pada akhirnya hanya
bisa menetapkan tiga orang anak bangsa yang tidak berpendidikan (buta huruf)
sebagai tumbal yang malang. Ada pertanyaan yang mengusik saya : Mengapa Tibo?
Mengapa yang kecil selalu dikorbankan ?
Saya melihat Kasus Tibo sebagai sebuah representasi paling pedih dari
tumpukan tumbal yang tidak punya nama di hadapan kekuasaan. Sebuah contoh yang
menyadarkan bahwa dalam kehidupan berbangsa setiap orang yang tidak punya
kuasa bisa dikorbankan ; hari ini Tibo, besok yang lain - yakni setiap orang
yang bisa diadu untuk berkelahi dan saling membunuh lalu kemudian ditangkap dan
dijatuhi hukuman mati. Sementara mereka yang punya duit (untuk membayar),
punya kuasa (untuk memerintah) dan punya senjata(untuk membunuh atas nama
hukum) dapat tetap berpesta sebagai penjaga hukum.
Mempertimbangkan pengalaman penanganan kasus Tibo dengan hati yang jernih ,
dalam sebuah rentangan sejarah kekerasan yang panjang di Negara tercinta ini
tidak ada yang bisa kita katakan selain mengakui bahwa bangsa ini sedang
menjerumuskan dirinya menjadi Bangsa yang haus darah karena dalam tiap paruhan
sejarahnya selalu menghisap darah rakyatnya sendiri.
Namun saya percaya bahwa masih amat banyak pula orang-orang yang berkehendak
baik. Karena itu dengan penuh harapan , sambil menaruh hati pada jeritan para
korban entah di Aceh, Poso , Papua atau di tempat-tempat lain di Tanah Air
Indonesia tercinta , dengan ini sebagai seorang anak bangsa, Saya menyerahkan
diri dan menyatakan kesediaan untuk dieksekusi menggantikan para tersangka
hukuman mati kasus Poso. Saya berharap pilihan ini bisa menjadi monumen
peringatan di antara orang-orang yang berkehendak baik di negri tercinta ini
untuk menaruh hormat dan membela kehidupan manusia.
Roma, 11 April 2006
Hormat Saya
Rm. Leo Mali
Pontificio Coll. San Pietro Apostolo
Viale delle Mura Aurelie no. 4 ,
00152 Roma Italia
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/