Para misionaris Kristen yang dikirim oleh berbagai pusat keagamaan di Barat
ke berbagai negara dunia ketiga, termasuk negara-negara Islam, bekerja
secara sendiri-sendiri maupun berkelompok.  Mereka memiliki tujuan yang
berbeda-beda. Sebagian dari mereka bekerja untuk menarik perhatian terhadap
ajaran Al-Masih dan memberi pengajaran, sebagian untuk berdialog, dan
sebagian lainnya datang untuk bekerja di pusat-pusat keilmuan dan pengajaran
gereja-gereja.

Berkaitan dengan hal ini, meskipun tujuan asli mereka adalah menyebarkan
agama Kristen, namun ada sekelompok misionaris datang dengan berbagai tujuan
yang ditentukan oleh gereja dengan berkedok di balik berbagai profesi,
seperti dokter, insinyur, psikolog, dosen, pedagang, dan penasehat militer.
Tentu saja ada pula kelompok misionaris yang datang secara terang-terangan
sebagai pendakwah resmi agama Kristen. Berdakwah di balik kedok berbagai
profesi merupakan metode yang paling banyak dipakai para misionaris. Dengan
cara ini, mereka bisa menyampaikan ajaran Kristen  tanpa perlu
memberitahukan kepada penduduk pribumi mengenai tujuan asli mereka.

Salah satu delegasi misionaris yang bisa kita jadikan bahan pembahasan
adalah delegasi misionaris Inggris yang dikirim ke Uganda. Menurut buku
"Century of Christiating in Uganda", anggota delegasi misionaris itu adalah
Stephan Shergoldsmith, seorang perwira angkatan laut yang menjadi ketua
delegasi ini; C.T. Wilson, seorang uskup lulusan Universitas Oxford; James
Collyhust, seorang arsitektur; James Robertson, seorang petani; dan John
Smith, seorang dokter. Anggota-anggota lain delegasi ini berprofesi sebagai
insiyur teknik sipil dan ahli mekanik. Dalam komposisi ini, bisa terlihat
bahwa anggota delegasi misionaris yang berprofesi sebagai ruhaniwan hanya
satu orang. Namun demikian, semua anggota delegasi itu mengambil peran
sesuai dengan profesinya dalam kegiatan penyebaran agama Kristen.

Para misionaris itu, dengan menggunakan prinsip psikologis dan ilmu-ilmu
lainnya, berusaha menancapkan pengaruh mereka di hati orang-orang pribumi
dan dengan cara itu, mereka menyebarkan ajaran Kristen. Bahkan, di
negara-negara muslim, para misionaris berusaha mempelajari ajaran Islam demi
menarik perhatian penduduk pribumi. Salah satu contoh dalam hal ini adalah
penggunaan ayat Al-Quran berkenaan dengan Isa Al-Masih oleh para misionaris
sebagai alat untuk memperkenalkan ajaran Kristen kepada penduduk pribumi
negara-negara muslim. Al-Quran menyebut Al-Masih sebagai Ruhullah atau
RuhTuhan.

Para misionaris dengan menunjukkan ayat ini dan menyebut nama Quran
 berusaha untuk menarik perhatian penduduk pribumi. Kemudian, mereka
menyampaikan pandangan Kristiani mereka berkenaan tentang Isa Al-Masih dan
syafaat Al-Masih terhadap para pengikutnya. Dengan demikian, tujuan mereka
untuk menyampaian ajaran Kristen dilakukan dengan cara tidak langsung dan
dengan menarik kepercayaan dan keyakinan kaum pribumi.

Karakteristik lain dari delegasi misionaris ini adalah pengenalan mereka
terhadap adat istiadat penduduk pribumi. Mereka mempelajari bahasa-bahasa
pribumi sehingga bisa berhubungan langsung dengan penduduk pribumi.  Mereka
juga mempelajari kebudayaan pribumi agar bisa menarik perhatian para
penduduk di sana dan kemudian memanfaatkan kelebihan dan kekurangan
kebudayaan asli itu untuk menyebarkan ajaran mereka. Para misionaris dengan
berdialog dan berhubungan langsung dengan penduduk pribumi dan masuk dalam
kehidupan pribadi mereka, menyelami rahasia kehidupan mereka, dan
memanfaatkannya demi mencapai tujuan misionarisme.

Doktor Mustafa Khaledi dan Doktor A. Farukh, penulis buku "Misionaris dan
Imperialisme" dengan menyebutkan berbagai contoh alasan-alasan pengiriman
misionaris ke berbagai negara muslim menyatakan bahwa tujuan para misionaris
itu bukanlah perbaikan kehidupan maknawi penduduk pribumi, melainkan merusak
dan menjadikan kaum muslimin berada di bawah kekuasaan mereka. Dalam salah
satu bagian buku ini, disebutkan pula bahwa seorang misionaris bernama Roise
di Tarablus barat pernah berkata, "Penyebaran ajaran Kristen di Tarablus
sangatlah sulit. Setelah lima belas tahun berusaha, baru saya memahami bahwa
satu-satunya cara untuk mengkristenkan bangsa ini adalah dengan mempengaruhi
mereka dan mengubah kehidupan pribadi dan perilaku khusus mereka sehingga
dengan cara ini kami bisa mencapai tujuan kami."

Kardinal Lavigerie dan Charles De Foucauld melarang anggota delegasi
misionarisnya menggunakan cara-cara langsung dalam menyebarkan ajaran
Kristen, terutama bila berhadapan dengan kaum muslimin. Speer E. Robert,
juga mengajarkan kepada para misionaris agar menjauhi pembahasan dan
perdebatan dengan kaum muslimin dan memulai pekerjaan mereka dari poin-poin
yang selaras dengan ajaran Islam. Misionaris lainnya, J.H.Bavick, menghimbau
agar para misionaris berhati-hati sehingga dalam pikiran para pribumi tidak
tercipta gambaran bahwa para misionaris itu menganggap peradaban dan
kebudayaan mereka lebih tinggi dari kebudayaan kaum pribumi.

Masalah ini juga disinggung oleh William Montgomery Watt dalam bukunya
"Muslim-Christian Encounter". Dia menulis, "Para misionaris, sebagaimana
orang Eropa lainnya, menganggap diri mereka lebih unggul daripada kaum
pribumi. Dengan anggapan seperti ini, para misionaris secara gradual malah
mencampuradukkan ajaran Kristen dengan keyakinan atas superioritas orang
Eropa atau peradaban Barat."

Dengan demikian, kita bisa melihat bahwa kegiatan penyebaran agama menurut
pandangan para misionaris adalah menciptakan perubahan dalam pikiran umum
sesuai yang mereka inginkan demi tercapainya tujuan asli mereka. Dalam
rangka ini, ajaran Kristen memperbolehkan mereka menggunakan cara apapun
juga.


[Non-text portions of this message have been removed]





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke