Memang, untuk mengadakan nation building, menuju masyarakat Civil 
Society yang matang, kita harus mengadakan pembersihan mental. 
Termasuk masalah pornografy. Lebih jauh lagi, pembinaan etika moral.

Sendi utama adalah pendidikan. Ini harus diupayakan dalam tataran 
nasional, dalam semangat kebangsaan. Solidaritas. 

Golongan menengah yang berpendidikan haruslah menggugah masyarakat, 
dalam memunculkan nilai nilai moral yang andal. Jangan tiru kiri 
kanan, tidak Barat, tidak Timur, Tidak Timur Tengah. Kita berangkat 
dari jatidiri budaya kita sendiri.

Penegakan hukum, menuntut agar pemerintah dan pemimpin berdiri 
dimuka memberikan suri tauladan. Tak boleh ada gerakan massa yang 
mengamburadulkan tatanan masyarakat. Pemantauan masalah moral 
haruslah ada ditangan masyarakat sendiri, tak diwakili oleh 
organisasi organisasi, tidak pula oleh kekuasaan negara.



Salam

danardono






--- In [email protected], "Samsul Bachri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > DH: Anehnya, di negara negara yang hukumnya tertata rapi,
> > masyarakatnya teratur, good governance, seperti Austria, Swiss,
> > Luxemburg, Jerman, Denmark, Norwegia, Swedia, Liechtenstein, tak 
ada
> > yang menghebohkan majalah, apakah Playboy atau yang lainyna?
> 
> SB: Itu dia. Hukum harus tertata rapi. Saya setuju. Mengenai tidak 
adanya
> yang kehebohan Playboy di sana, adalah lebih karena standar baku 
masyarakat
> saja yang berbeda. Mereka memang begitu, tapi Indonesia bukanlah 
mereka.
> Apalagi tingkat pendidikan kita juga memperihatinkan.
> 
> DH : Angka perkosaan di Indonesia tetap lebih tinggi daripada di 
negara
> negara teratu dan maju. Ini walau agama menggebu gebu, dan FPI main
> sweeping sweepingan...Hukum juga tetap amburadul dan rakyat 
tersiksa...
> 
> SB : Asal sweeping memang menjadi momok. Tapi itu tidak ada 
hubungannya
> dengan menurunnya angka perkosaan. Sesuatu yang berbeda. Lebih baik
> masyarakat ini dicerdaskan terlebih dahulu daripada "dipornokan", 
ya kan
> Pak? Tentu saja hukum akan amburadul, lha wong kita saja tidak tahu
> prioritas apa yang harus dilakukan. Kita lebih cenderung membela 
kebebasan
> yang cenderung merusak masyarakat dengan melegalkan hal yang berbau
> pornograpi. Apalagi Bapak sangat menyadari bahwa masyarakat kita 
memang
> belum siap. Saya rasa mencegah pornograpi itu adalah bentuk 
nasionalisme
> yang lain Pak, yang bisa kita prioritaskan saat ini.
> 
> DH : Bagaimana nihh?
> SB : Lha disweeping aja masih nekat kok Pak! Sedangkan aparat 
hanya jadi
> penonton. Jadi?Sweeping terusss?!
> 
> 
> >
> > Salam
> >
> > Danardono
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
*********************************************************************
******
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> >
> 
*********************************************************************
******
> > 
_____________________________________________________________________
_____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke