lho
saya kok jadi bingung...saya kerja bersih, dapat uang cuma dari gaji
lha kalau saya beli majalah playboy dari gaji saya sendiri..yang 
isinya juga menurut saya juga humanis..baca tentang "agama,ktp dan 
negara", "belia terluka", "tukang perahu bernama eddie."
dan saya juga  masih tetap membantu orang lain.
apa saya salah...?

apa lebih baik saya korupsi, tidak menyumbang orang lain terus protes 
protes dengan kekerasan dan merusak barang orang lain atas nama agama 
dan kemudian merasa sok suci, akan lebih berguna...?

Enggak usah deh menghakimi orang yang beli playboy , tidak menyumbang
atau berbuat sesuatu buat sesamanya....

terus terang saja kalau "playboy" tidak kontroversial, saya juga 
enggak akan beli, karena mahal.
saya beli cuma karena penasaran dan sapa tahu kalau enggak terbit 
lagi saya punya primier editionnya yang bisa dijadikan koleksi...
eh ternyata isi tulisannya lumayan...enggak seperti yang diprotes 
orang - orang yang sok suci dan mengatasnamakan agama tapi enggak 
bisa mikir...


--- In [email protected], "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> Setahu saya uang Rp 40.000
> kalo di-sodaqoh-kan kepada
> orang miskin, bisa untuk
> buat beli beras 7 - 10 kg.
> 
> dari artikel *-resonansi-* 
> harian umum republika.
> 
> ----( IM )-----------------------
> 
> < http://www.republika.co.id >
> 
> Rabu, 12 April 2006
> 
> --------------------
> Hirma Maya Maysaroh 
> --------------------
> 
> Oleh : Asro Kamal Rokan 
> 
> 
> Ketika puluhan ribu orang memburu terbitan perdana majalah Playboy 
> Indonesia dengan harga tergolong mahal, maka perhatikanlah ini: 
> 
> Hirma Maya Maysaroh, 10 tahun, sedang berjuang mempertahankan 
> hidupnya. Dia miskin, lumpuh, kurus, matanya cekung. Dia anak 
yatim. 
> Ketika puluhan ribu orang membuang uang puluhan ribu rupiah hanya 
> ingin menyaksikan gambar-gambar gadis Playboy --yang diharap dapat 
> memuaskan nafsunya-- maka perhatikanlah ini: Muhini beranak tiga, 
> berbagai penyakit menderanya. Suaminya sudah tiada. 
> 
> Muhini dan Hirma Maya Maysaroh --ibu dan anak. Kedua-duanya, 
seperti 
> diberitakan Republika (11/4), lumpuh dengan penyebab berbeda. 
> Muhini, 48 tahun, terkena stroke dan menderita tuberkulosa (TB). 
> Penyakit TB itu menyebar pula pada anak bungsunya, Hirma. Selain 
TB, 
> Hirma --hanya kulit melapisi tulang-tulang tubuhnya-- juga 
menderita 
> gizi buruk. Berat badannya 18 kilogram dari semestinya 25 kg. 
> Kulitnya rusak dan terdapat luka borok di paha kirinya. 
> 
> Muhini kini dirawat di lantai delapan Rumah Sakit Tarakan, Jakarta, 
> atas bantuan Camat Tamansari dan Lurah Pinangsia. Putrinya, Hirma, 
> dirawat dua lantai di bawahnya di rumah sakit yang sama. Muhini dan 
> Hirma lebih beruntung karena ada yang peduli.
> 
> Bagaimana dengan Suharto dan mungkin ratusan bahkan ribuan lain 
anak-
> anak yang menderita gizi buruk? Pelajar SMP kelas 1 MTs Dua'ul 
Fukro 
> Bojong Bitung, Kabupaten Tangerang, itu hanya pasrah ketika berat 
> badannya semakin turun dan hanya tersisa 18 kg. Orang tuanya, 
> pedagang kecil, tak punya apa-apa untuk menolong anaknya meregang 
> nyawa. Suharto, 11 tahun, wafat pertengahan bulan lalu dalam 
belitan 
> kemiskinan. 
> 
> Kini, pikirkanlah sampai awal April ini saja sudah ada 741 balita 
> yang tercatat berstatus gizi buruk di Jakarta. Jumlah ini bagian 
> dari 76.178 anak di seluruh Indonesia. Angka itu diberitakan 
menurun 
> sekitar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun apa pun, 
ada 
> banyak orang tak berdaya, menderita, dan bahkan sedang meregang 
> nyawa di sekeliling kita.
> 
> Kemiskinan dan ketidakberdayaan ada di sekeliling kita --sementara 
> pada saat bersamaan, sebagian dari kita dengan gagah mengeluarkan 
> puluhan ribu rupiah memburu Playboy hanya untuk memuaskan nafsu. 
> Kita lebih suka bertengkar tentang RUU Antipornogafi dan Pornoaksi, 
> lebih suka menyalahkan pemerintah seakan pemerintah memiliki lampu 
> Aladin yang dapat melakukan apa saja seketika. 
> 
> Kita telah berubah menjadi bangsa yang suka bergunjing dan 
> menyalahkan. Pemimpin-pemimpin politik --yang pernah berkuasa-- 
> agaknya merasa begitu gagah ketika mencela, seakan mereka adalah 
> orang-orang yang berhasil dan sangat mencintai rakyat. Mereka 
tampil 
> dalam wajah yang berseri, padahal persoalan hari ini adalah bagian 
> yang tak terpisahkan dari masa ketika mereka berkuasa. Tidakkah 
> sangat indah jika mereka berkata: Ayo, kita bersama membangun 
bangsa 
> ini, sebab rakyat yang menderita itu adalah juga pendukung saya. 
> 
> Hirma Maya Maysaroh sedang menderita. Ribuan lain juga bernasib 
> sama. Mereka tak memerlukan politisi yang bertengkar, saling 
> menyalahkan, dan mencari celah agar dianggap sebagai pahlawan. 
> Mereka tak memerlukan Playboy, media-media pengumbar tubuh wanita, 
> dan cerita-cerita tentang perselingkuhan. Mereka tak membutuhkan 
mal-
> mal baru untuk orang-orang memamerkan kekayaannya. 
> 
> Hirma Maya Maysaroh dan puluhan ribu anak-anak lainnya tak butuh 
> semua itu. Mereka membutuhkan kepedulian, kasih sayang, dan cinta 
> kita. Jangan biarkan mereka letih mengetuk-ngetuk pintu rumah kita, 
> karena jemarinya sangat lemah: Bukalah pintu selebar-lebarnya untuk 
> mereka, anak kita, yang kedinginan dan dalam gulita.
>








***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke