http://www.gatra.com/artikel.php?id=93655


Ketua PWI Nilai, Majalah Playboy Bukan Bagian Pers


Bogor, 13 April 2006 07:20
Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam menegaskan, majalah Playboy Indonesia di 
Indonesia bukan bagian dari pers, karena majalah tersebut hanya produk dunia 
industri seks.

"Jika terbitnya majalah Playboy Indonesia hanya menonjolkan gambar-gambar seks, 
maka majalah tersebut bukan bagian dari pers," kata Tarman Azzam kepada Antara, 
dalam acara Forum Komunikasi Wartawan Departemen Komunikasi dan Informasi 
(Depkoinfo) di Bogor, Rabu malam.

Dia mengatakan, dalam kode etik jurnalistik disebutkan, tidak boleh membuat 
berita dan gambar-gambar yang bersifat cabul.

"Kita kan tidak tahu apakah majalah Playboy Indonesia dalam penerbitan 
selanjutnya akan tampil tidak telanjang," kata Tarman Azzam.

Pada penerbitan perdana, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam terbitnya 
sopan, tetapi siapa yang akan menjamin pada penerbitan ketujuh dan selanjutnya 
tidak telanjang.

Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk mendapatkan lisensi majalah Playboy 
Indonesia dibutuhkan biaya Rp 1 miliar. Jika pada edisi perdana majalah 
tersebut sebanyak 100.000 eksemplar dengan harga Rp 39.000 maka mereka sudah 
meraih keuntungan.

"Jika ditutup saat ini, mereka juga sudah untung. Ini merupakan kejelian 
pengelola majalah Playboy Indonesia dalam melihat pasar," ujarnya.

Tarman juga mengatakan, terbitnya majalah Playboy Indonesia merupakan momentum 
untuk mengajukan class action atas tampilan porno tersebut.

Penerbitan, kata dia, harus bersifat umum, informatif, sosial, dan mendidik. 
[TMA, Ant] 

++++

http://www.gatra.com/artikel.php?id=93583


Penolakan Playboy
Majelis Mujahidin Indonesia Beri Waktu 7 Hari



Jakarta, 9 April 2006 00:22
Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menolak penerbitan serta peredaran Majalah 
Playboy Indonesia dan melakukan somasi kepada pengelola majalah ini.

Ketua Departemen Data dan Informasi MMI, Fauzan Al Anshori kepada pers usai 
menjenguk Abu Bakar Baasyir di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang Jakarta 
Timur, Sabtu menjelaskan, pihaknya telah melayangkan somasi dan memberi waktu 
tujuh hari kepada pengelolanya agar menarik dan menghentikan penerbitan majalah 
ini. Jika dalam kurun waktu itu, pengelolanya tidak mematuhi somasi MMI, maka 
persoalannya akan diadukan ke aparat hukum.

Dia menjelaskan, pihaknya melakukan somasi dan akan mengajukan pengelola 
majalah ini ke proses hukum karena ada unsur pronografi dalam isi majalah ini. 
Terbitan perdana majalah ini memuat foto sensual artis Andhara Early.

Bahkan, kata dia, lebih 15 halaman yang terdapat dalam Majalah Playboy telah 
memenuhi unsur delik kejahatan terhadap kesusilaan.

Pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah 
Playboy Erwin Arnada. Erwin dinilai tidak memegang komitmennya saat melakukan 
pertemuan sebanyak dua kali dengan MMI. Saat melakukan pertemuan, Pemred 
Majalah Playboy itu telah menyatakan tidak akan menerbitkan majalah tersebut.

Kenyatannya, pengelola majalah tetap menerbitkannya dan mengedarkan secara luas 
dari perkotaan, perempatan jalan hingga perkampungan.

Karena itu, peredaran majalah ini dinilai meracuni moral generasi bangsa, 
terutama mahasiswa dan pelajar karena isinya yang memiliki nuansa porno.

Pihaknya mendesak pengelola majalah ini agar menarik peredaran Majalah Playboy 
dalam waktu tujuh hari. Apalagi tidak dilakukan dalam kurun waktu tersebut, 
pihaknya akan mengadukan persoalan kepada kepolisian. [EL, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke