http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=221173

Sabtu, 15 Apr 2006,



Pengakuan Tibo Ada Benarnya 




Sebagian Nama yang Diungkap Jadi Tersangka 
PALU - Penyidik Polda Sulteng akhirnya bisa menguak laporan yang disampaikan 
Fabianus Tibo. Dari 16 nama yang disampaikan terpidana mati kasus kerusuhan 
Poso, Sulteng, itu, beberapa di antaranya malah sudah dijadikan tersangka. 
Berarti laporan Tibo ada benarnya.

Mereka menjadi tersangka baru dalam kerusuhan di Desa Sintuwu Lemba atau yang 
biasa disebut kompleks Pesantren Wali Songo. Tibo dan dua rekannya, Marinus 
Riwu dan Dominggus da Silva, juga dihukum antara lain karena kerusuhan itu. 
Ketiganya tinggal menunggu eksekusi. 

Untuk menghindari regu tembak, Tibo mengaku memiliki 16 nama yang disebut 
sebagai dalang sekaligus pelaku utama kerusuhan Poso. Nama-nama itu pernah 
diajukan dalam permohonan peninjauan kembali (PK). PK kedua tersebut ditolak 
karena menurut aturan, PK hanya sekali. Sementara itu, PK pertama sudah ditolak.

Meski demikian, Polda Sulteng tetap memproses pengakuan Tibo. Terpidana yang 
kini menghuni Lapas Palu itu telah diperiksa. Demikian pula, orang-orang yang 
disebut Tibo. 

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Oegroseno mengakui, di antara 16 nama yang 
disebutkan Tibo, sudah ada yang dijadikan tersangka. Namun demi kepentingan 
penyidikan, dia enggan menyebutkan nama-namanya. "Saya belum bisa sebutkan, 
masih menunggu waktu yang tepat," elak Oegro yang pernah menjadi Kadit Shabara 
Polda Sulawesi Tenggara itu. 

Menurut dia, berdasar keterangan saksi-saksi, 16 nama yang disebut Tibo telah 
diperas menjadi 10 nama. Dari sepuluh nama itulah, sebagian ditetapkan menjadi 
tersangka. Berapa jumlahnya, Oegro juga tak mau menyebutkan.

Para saksi yang antara lain ditahan di Lapas Palu mengaku melihat peran 
sebagian orang-orang yang disebut Tibo ketika terjadi pembantaian di Kilo 
Sembilan. "Kita akan ungkap semua. Makanya, saya minta dukungan tokoh agama dan 
masyarakat di sini," tegas Oegro yang saat itu didampingi Egi Sudjana. 

Bukan hanya kasus Kilo Sembilan, kasus pembantaian di Buyung Katedo dan tempat 
lain juga akan diusut hingga tuntas. Namun, untuk sementara baru diperoleh 
titik terang dari sebagian nama-nama yang disebut Tibo itu.

Kini penyidik masih mendalami apakah di antara mereka ada yang menjadi dalang 
kerusuhan tersebut. Keterangan pihak Tibo menyebutkan, Tibo tak mungkin menjadi 
dalang kerusuhan. Sebab, dia tidak berada di tempat kejadian. Lagi pula, dia 
pendatang yang berpendidikan rendah.

Warga transmigran asal NTT itu mengaku berada di Desa Jemur Jaya, Kecamatan 
Beteleme (sekarang Kabupaten Morowali, Sulteng), sekitar 300 kilometer dari 
tempat kerusuhan di Kota Poso. "Tentu ada yang memanggil dia. Bagaimana 
ceritanya dan siapa yang memanggil, itu masih didalami penyidik," kata sumber 
di Polda Sulteng kepada Radar Sulteng (Grup Jawa Pos).

Meski belakangan banyak pihak yang mendesak agar Tibo dibebaskan, Kapolda 
mengatakan bahwa pengungkapan kasus itu murni demi supremasi hukum. Pihaknya 
tidak akan terpengaruh desakan dari mana pun. "Kita kerja terus tanpa ada 
intervensi dari mana pun. Semua perkembangan langsung saya pantau. Kadang saya 
langsung mengonfrontasi," tegas Oegro yang ganteng itu. 

Soal kendala, dia merasa tidak ada yang berarti. Hanya, belakangan ada beberapa 
orang yang disebut Tibo mulai membangkang ketika dipanggil untuk diperiksa. 
Bahkan, ada yang mulai banyak alasan hingga menghambat proses penyelidikan. 

Pengungkapan kasus itu juga tidak akan mempengaruhi eksekusi Tibo. Hanya, 
eksekusi yang direncanakan pertengahan April (sebelumnya direncanakan akhir 
Maret kemudian molor) tidak jadi dilakukan. Pelaksanaannya menunggu situasi 
tenang menyusul maraknya demo menentang hukuman mati Tibo. (lib


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke