Operasi hernia bukan operasi yang harus segera dilakukan kecuali sudah
terjadi strangulasi (usus sudah terjepit). Itu akan dilakukan segera (cito)
tanpa menunggu masalah administrasi karena keterlambatan berarti kematian.
Kalau sudah terjadi strangulasi tentu gejalanya sangat hebat dan mungkin
juga pasien sudah syok. Jadi dalam kasus ini saya yakin penundaan operasi
tidak membahayakan jiwa pasien, apalagi kalau pasien sudah dirawat sehingga
teramati secara lebih baik.
KM
 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 04/16/06 03:44:09
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [ppiindia] Dokter enggan operasi pasien gakin
 
http://www.indomedia.com/poskup/2006/04/15/edisi15/1504flo1.htm

Dokter enggan operasi pasien gakin





Ruteng, PK

Oknum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai
enggan mengoperasi pasien hernia dari keluarga miskin (Gakin) di rumah sakit
setempat. Pasalnya, pasien tersebut tidak mampu menyiapkan dana Rp 600 ribu
untuk membayar mes (benang). Namun, hal ini dibantah Direktur RSUD Ruteng,
dr. Yulianus Weng, M.Kes, saat dihubungi Pos Kupang melalui telepon di
kediamannya.

Menurut dr.Yulianus Weng, dokter yang akan melakukan operasi sedang
mengalami masalah keluarga sehingga belum siap melakukan operasi pasien
tersebut. Dokter akan melakukan operasi pada hari Selasa (18/4) mendatang.
Soal uang sebesar Rp 600 ribu, tidak benar.

Seorang anggota kelurga pasien kepada Pos Kupang di Ruteng, Selasa (11/4),
menuturkan, dirinya bersama anggota kelurga mengantar pasien dari Sambi
Rampas menuju Ruteng. Sore hari dilakukan konsultasi dan berobat pada salah
seorang dokter di tempat prakteknya.

Berdasarkan diagnosa, dokter menyimpulkan pasien dapat dioperasi asalkan
keluarga menyiapkan dana Rp 600 ribu untuk membeli benang atau mes. Namun
keluarga pasien mengaku mereka adalah pasien tidak mampu sehingga
menggunakan jasa gakin untuk berobat.

Saat itu, jelas kakak pasien ini, terjadi negosiasi harga benang operasi
namun gagal. Oleh dokter merekomendasikan masuk ke RSUD Ruteng, Jumat (7/4).
Hasil pemeriksaan dokter menjanjikan untuk operasi, Selasa (11/4), namun
tidak dilaksanakan. "Sampai saat ini belum dioperasi padahal kami sudah
hampir seminggu di rumah sakit," ujarnya.

Menurutnya, diduga dokter enggan operasi terkait kemampuan keluarga yang
tidak sanggup menyiapkan uang untuk membayar mes. Sebab, dokter yang
melakukan operasi adalah dokter yang pernah meminta uang seharga benang
sebesar Rp 600 ribu kepada keluarga pasien. "Kami menilai keengganan operasi
karena ada hubungan dengan biaya mes yang tidak kami sanggup," katanya.

Direktur RSUD Ruteng, dr. Yulianus Weng, menegaskan pasien gakin tidak
dipungut biaya. Semua pembiayaan pasien gakin dapat diklaim ke PT Askes
untuk membayarannya. "Saya sudah panggil dokter bedah minta klarifikasi,
namun tidak ada pungut uang Rp 600 ribu dari pasien gakin. Uang yang diminta
untuk operasi dengan sistem mes. Itu salah satu alternatif tapi karena
menggunakan jasa gakin sehingga tidak ada biaya," katanya.

Menurut dia, pasien itu belum dioperasi bukan karena unsur sengaja tapi
karena ada masalah keluarga dari dokter bedah sehingga secara psikis belum
bisa menjalankan tugas tersebut. Operasi terhadap pasien gakin itu baru
dapat dilakukan, Selasa (18/4)usai Paskah. Namun apabila ada hal urgen
selama meninggalkan rumah sakit sebelum operasi dan pasien mengalami
gangguan, maka dapat menghubungi dokter atau rumah sakit.

"Kami sudah beri pengertian baik kepada keluarga pasien boleh tinggal di
rumah sakit sambil menanti operasi atau tinggal di rumah. Dokter yang
menangani pasien sudah beri nomor hand phone. Apabila ada hal penting segera
hubungi untuk memberi pertolongan. Perlu kami luruskan tidak ada punggutan
Rp 600 ribu. Itu salah pengertian saja," tegas Yulianus Weng.

Secara terpisah, anggota DPRD Manggarai, Willy Nurdin, menyesalkan sikap
dokter yang mengulur-ulur operasi pasien. Sebab, pasien sangat membutuhkan
pertolongan. Secara moral etis setiap pasien yang datang karena membutuhkan
pelayan. Seharusnya, dokter bekerja optimal membantu pasien. "Kami sesalkan
kinerja dokter seperti itu," katanya. (lyn)


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo
com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]





YAHOO! GROUPS LINKS 

 Visit your group "ppiindia" on the web.
  
 To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
 Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 





 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke