nah ini yang penting, perlu, dan urgent
apalgi di ppiindia juga.
salam


--- In [email protected], Mellani Eka Mahayana 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
> 
> Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. 
Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di 
pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang
> Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan
> "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari 
tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir 
menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka 
aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas. 
> 
> Kekanak-kanakan. Kenapa ? 
> Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring 
yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda 
pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia 
yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
> 
> 2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
> 
> Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda 
pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda 
bohong.
> "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, 
Lha
> saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah
> nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak 
bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam 
mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
> 
> Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, 
berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". 
Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita 
tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang 
lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain 
dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak 
punya.
> 
> 3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
> 
> Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak
> jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan 
milestone.
> Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
> Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa 
sih
> yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada 
kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. 
> Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia 
> kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, 
anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak 
dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk 
pagar.
> Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
> "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. 
Katanya
> lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, 
survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih".
> Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya 
cuma terengah-engah saja.
> 
> 4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
> 
> Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah,
> fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah.
> 
> Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas,
> karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke 
pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor 
pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya :
> Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.
> 
> 5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
> 
> Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas
> tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, 
karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya 
nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan 
pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari 
keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas.
> Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-
> tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh
> uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ?
> Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.
> 
> 6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
> 
> Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus
> mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-
off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia 
cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja,
> muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma 
pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep 
iya. Iya kan ?
> 
> 7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
> 
> Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil 
nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti 
ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal 
kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.
> 
> 8. TERLALU CEPAT MENYERAH
> 
> Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali 
dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada 
tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi 
berhenti di tempat yang salah repot sekali.
> 
> 9. BAYANG BAYANG MASA LALU
> 
> Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ?
> Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori 
kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita 
berikutnya.
> Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. 
Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3.
> Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak 
> Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori 
kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita 
kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju 
kan ?. 
> Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? 
> Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus 
jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. 
Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
> 
> 10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
> 
> Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu.
> Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, 
nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut.
> Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang 
bersama dengan kemenangan yang besar".
> Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk 
kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, 
karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan 
berpuas diri, ntar jadi sombong,terus takabur.
>    
>   RENUNGKANLAH    TEMANSSSS
>   Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
>               
> ---------------------------------
>   Switch an email account to Yahoo! Mail, you could win FIFA World 
Cup tickets.
> Send instant messages to your online friends 
http://uk.messenger.yahoo.com 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke