RIAU POS
Ba'asyir Mulai Kemasi Barang
Minggu, 16 April 2006
Pilih Istikamah Sikapi Kebijakan Depkeu AS
JAKARTA (RP) - Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir
mengaku tak ambil pusing terhadap manuver pemerintah Amerika Serikat (AS)
melalui Treasury Department (semacam Depkeu) yang akan membekukan aset-aset
keuangannya di Negeri Paman Sam itu. Selain merasa tidak memiliki rekening itu,
Ba'asyir memilih istikamah dan bersabar menunggu hari pembebasannya itu.
Bahkan, sebagian barang-barang pribadinya, umumnya buku-buku agama yang
menjadi menu utama selama menghabiskan masa penahanan di Lapas Cipinang blok 2A
kamar nomor 9, sudah dikemasi dan dikirimkan kembali ke Ponpes Al-Mukmin,
Ngruki, Sukoharjo, Jateng.
Hal itu dikatakan Ba'asyir melalui orang dekatnya, Hasyim Abdullah, yang
sehari-hari memang menemani dirinya di dalam lapas kemarin.
"Sifat orang kafir ya memang begitu itu. Selalu memfitnah. Kita tidak
usah heran karena mereka memang selalu memusuhi orang Islam,'' kata Ba'asyir.
Dia menambahkan, sikap mereka yang memfitnah seperti itu harus dilawan
dengan menunjukkan kebencian dan permusuhan yang setara. ''Tapi, ini semua saya
rasakan sebagai rahmat dan nikmat dari Allah kepada diri saya. Alhamdulillah,
saya dibenci oleh musuh Allah, yakni Amerika. Kalau saya menyukai mereka, itu
baru musibah," imbuhnya.
Tapi, apa memang tidak punya rekening sama sekali? Dia melanjutkan,
dirinya sama sekali tidak punya rekening. Apalagi yang berkaitan dengan
Amerika. Tak hanya itu, tambahnya, bahkan untuk menyebut kata ''rekening''
saja, dia mengaku lupa untuk menyebut karena memang tak pernah punya.
''Saya tanya kadang-kadang, 'apa itu yang namanya di bank', lalu dijawab
orang, 'rekening', nah baru saya ingat lagi," tambahnya.
Isu soal rekening yang dimunculkan AS, bagi Ba'asyir, menunjukkan bahwa
negeri pimpinan George W. Bush itu sudah kehabisan akal untuk mencegahnya
supaya tidak bebas. Apalagi, dia merasa bahwa sidang peninjauan kembali (PK)
dalam kasusnya dengan menghadirkan saksi Amrozi di PN Cilacap Rabu (19 April)
bakal menguntungkan posisinya. "Saya Insya Allah akan bebas. Ini ngawur sekali
mereka."
Lalu, apa yang akan dilakukan jika bebas nanti? Salah satu hal yang akan
dilakukan Ba'asyir ialah melaksanakan program berdakwah untuk mengubah cara
berpikir umat Islam Indonesia saat ini. Bagi dia, musibah yang beruntun terjadi
di negeri ini akibat kesalahan dalam memahami dan mengamalkan Islam.
"Yang terjadi di Indonesia ini kan musibah yang menimpa iman sehingga
kita menerima kekafiran dan membentuk negara sekuler yang seperti ini, yang
tidak menegakkan Islam secara kafah," lanjutnya. Bentuk dan negara Islam
diyakini Ba'asyir sebagai jawaban untuk menyelesaikan masalah-masalah di
Indonesia dan untuk inilah dia akan terus berdakwah.
Sementara itu, Ketua Data dan Informasi MMI Fauzan Al-Anshari kemarin
juga menggelar jumpa pers di halaman Lapas Cipinang. Dia mengumumkan bahwa
pihaknya resmi melayangkan surat somasi ke Kedubes AS di Jakarta terkait
manuver yang dilakukan AS. Somasi bernomor 02/04/MM-DATIN/06 itu meminta AS
merinci rekening yang disebutkan sebagai milik Ba'asyir. (naz/fid/jpnn)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/