http://www.waspada.co.id/berita/nasional/artikel.php?article_id=76195

      15 Apr 06 11:33 WIB



      3 WNI Beli Ratusan Senjata AS
      * Panglima TNI Dan Konjen RI Di Chicago Tak Tahu Menahu 
      New York, WASPADA Online

     
      Tiga WNI ditangkap dengan tuduhan mencoba melakukan pembelian senjata 
secara tidak sah di Amerika Serikat. Senjata itu meliputi ratusan pistol, 
senapan mesin, peluru kendali dan radar. Konsulat Jenderal RI di Chicago, yang 
wilayah kerjanya meliputi Detroit, negara bagian Michigan, tidak pernah 
mendapat laporan mengenai kegiatan ketiga WNI tersebut. "Kami tidak mengetahui 
apakah mereka pernah datang ke Detroit atau hanya melakukan transaksi lewat 
Honolulu dengan pihak-pihak di Detroit," kata acting Konsul Jenderal RI 
Chicago, Hidayat Karta Hadimadja, Kamis (13/4). 
      Tiga WNI tersebut, yakni Hadiyanto Joko Djuliarso dan isterinya Awliah 
Mauliadiyah dan Ignatius Ferdinand Suharli ditangkap aparat berwenang di 
Honolulu, negara bagian Hawaii, saat hendak pulang ke Indonesia 9 April lalu. 
Mereka, kata Hidayat, juga tidak tercatat sebagai orang Indonesia yang 
berdomisili di Detroit atau wilayah kerja KJRI Chicago lainnya yang meliputi 
kawasan tengah Amerika. 

      Sejauh ini, tambahnya, tiga pengusaha tersebut tidak pernah menghubungi 
KJRI Chicago untuk meminta bantuan ataupun melaporkan kegiatan bisnisnya. 
Padahal kegiatan bisnis senjata tergolong hal yang cukup sensitif. Menurut 
informasi dari US Immigration and Custom Enforcement (ICE), setelah mengikuti 
sidang hearing di pengadilan Honolulu Kamis (13/4), proses selanjutnya 
dilakukan di Detroit yang merupakan tempat terjadinya transaksi tersebut. 

      Hidayat mengatakan, jika tiga WNI tersebut dibawa ke Detroit, maka KJRI 
Chicago akan segera mengirim stafnya untuk mendampingi mereka dalam mengikuti 
proses-proses pemeriksaan. "Kita perlu mengetahui apakah hak-hak mereka selama 
ditahan dipenuhi. Kami juga ingin mendengar laporan versi mereka bagaimana 
kejadian sebenarnya," katanya. 

      Bukan pesanan TNI 
      Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyatakan, hingga 
kini pihaknya belum melakukan pemesanan senjata baru dari AS, seperti pistol, 
senapan mesin dan peluru kendali. "Sejumlah senjata yang diduga akan diekspor 
ke Indonesia oleh dua WNI yang tertangkap di Hawaii bukan merupakan pesanan 
TNI," katanya ketika dihubungi di Jakarta Jumat (14/4) malam. 

      Ia mengemukakan, salah seorang yang tertangkap adalah rekanan TNI 
Angkatan Udara untuk mengecek kondisi radar pesawat F5 Tiger yang sejak lama 
tertahan di AS akibat embargo yang diberlakukan negara adidaya tersebut. 
"Kontrak tentang verifikasi atau pengecekan terhadap radar F-5 itu resmi dan 
sudah selesai dilaksanakan. Setelah selesai melakukan pengecekan, yang 
bersangkutan singgah dulu di Hawaii sebelum bertolak ke Indonesia," tutur 
Djoko. 

      Tetapi yang jelas, tambah Panglima TNI, sejumlah senjata seperti senapan 
mesin, pistol dan peluru kendali bukan pesanan TNI. "Yang itu bukan pesanan 
kita," ujarnya menegaskan. Dari Detroit dilaporkan, pihak otoritas Federal 
setempat menahan empat orang termasuk dua WNI pada 9 April 2006 dengan tuduhan 
pembelian senjata secara ilegal yang terdiri atas ratusan pistol, senapan 
mesin, peluru kendali, dan radar. 

      Dalam laporan persidangan tersebut, tidak disebutkan alasan dan bagi 
kepentingan siapa pembelian senjata itu dilakukan. "Tetapi yang jelas, 
peristiwa ini memberikan dampak serius bagi keamanan nasional AS," kata Jaksa 
Tinggi Detroit Stephen Murphy III seperti yang dilansir kantor berita 
Associated Press (AP). Akibat tindak kejahatan yang dilakukan, masing-masing 
akan dikenai sanksi lima tahun penjara dan denda 250 ribu dolar AS (Rp 2,25 
miliar). 

      Empat orang atas nama Hadianto Djoko Djuliarso, 41, WNI, Ibrahim Bin 
Amran,(46, warga negara Singapura, Ignatius Ferdinandus Soeharli, dan David 
Beecroft yang belum diketahui usia dan asal kewarganegaraan, ditangkap saat 
mengadakan pertemuan dengan seorang pengusaha asal Detroit di Hawaii. 

      Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang pembelian sejumlah senjata yang 
akan dikapalkan ke Indonesia melalui Singapura. Masih menurut AP, Hadianto dan 
Ibrahim adalah pemilik empat perusahaan yang beroperasi di Indonesia serta 
Singapura. Sedangkan Soeharli berperan sebagai penyandang dana dalam pembelian 
tersebut dan Croft merancang pengapalan sejumlah senjata itu. (ant) 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke