CENDRAWASIH POS Senin, 17 April 2006
Senjata yang Dirampas Harus Direbut Kembali Danrem: Bila Tidak, Akan Membahayakan Masyarakat Terutama Aparat Keamanan JAYAPURA-TNI sepertinya tidak akan kenal kata menyerah dalam memburuh kelompok penyerangan Pos TNI di Desa Wembi, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Senin (10/4) yang mengakibatkan dua anggota TNI dari Satgas Yonif 509 Kostrad tewas dan dua anggota kelompok penyerang yang diduga anggota TPN/OPM pimpinan Matias Wenda. Meski sampai hari ketujuh (Senin hari ini) belum satu pun dari pihak penyerang berhasil ditangkap, namun pihak TNI tidak putus asa. Sebaliknya upaya pengejaran masih terus dilakukan hingga didapatnya kembali dua pucuk senjata milik anggota Satgas yang dirampasnya TPN/OPM. "Sampai saat ini kita masih terus memburu (mengejar,red) mereka. Pengejaran kita masih diarahkan ke daerah-daerah yang langsung berbatasan dengan Negara PNG. Sebab dari jejak-jejak yang ada, kelompok penyerang itu lari ke arah Bewani yang merupakan daerah perbatasan langsung dengan PNG," kata Danrem 172/PWY Kolonel Inf Asis Wanto saat dihubungi Cenderawasih Pos semalam. Dijelaskan juga, selain ada yang lari ke daerah perbatasan PNG, termasuk ada yang sudah masuk ke wilayah situ, tapi ada juga sebagian dari mereka itu yang telah kembali ke kampung berbaur dengan warga masyarakat lainnya. Dan itu taktik gerilya yang digunakan mereka untuk menghindar dari kejaran aparat. " Tapi yang jelas sesuai intruksi Panglima, kita akan terus melakukan pengejaran hingga dapat, termasuk merebut kembali dua senjata milik anggota Satgas yang berhasil dibawa lari. Sebab dengan mereka membawa senjata itu, maka keberadaan mereka akan sangat membahayakan warga masyarakat, terutama aparat keamanan. Sebab, sewaktu-waktu, mereka itu bisa melakukan penyerangan kembali dengan cara sporadis," terang Danrem. Danrem juga mengingat kepada seluruh warga masyarakat agar selalu waspada terhadap kelompok-kelompok separatis yang belakangan ini aksinya sangat meresahkan ketentraman dan keamanan masyarakat. Apalagi dalam melakukan aksinya, mereka itu sudah jelas dan terang-terangan membawa senjata. " Sehingga untuk menumpasnya, bukan saja menjadi tugas aparat keamanan dalam hal ini TNI/Polri, tapi ini harus menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk dengan seluruh lapisan masyarakat,"imbuhnya.(mud) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

