Dear all;

Komunisme itu sudah mati. Tidak usah ditakuti. Uni Soviet dan RRC
saja sudah tidak memakain sistem komunisme melaoinkan memakai sistem
Kapitalisme Neo-Liberal. Saya tahu betul bagaimana profesor kelompok
Berkeley Mafia diundang mengajar di Universitas Nanjing/RRC di abad
lalu sebagai persiapan memasuki era ekonomi kapitalis itu setelah
beberapa Zone Perdagangan Bebas dibuka di sana.

Yang mau membangkitkan bendera PKI, ini namanya mereka mimpi di
siang bolong. Buang-buang enerji dan waktu saja lho!

Fikiran Karl Marx tidak bisa lagi diterima sebagai sebuah Grand
Narative, melainkan sebagai buah fikiran biasa yang disejajarkan
saja dengan buah fikiran para pemikir sosial, politik dan ekonomi
lainnya, jadi dia bukan "didewakan." Buah fikirannya boleh dipakai
boleh tidak, tergantung kepada kebutuhan analisis dan subyeknya, tak
lebih dan tidak kurang, sama halnya dengan buah fikiran pemikir
lainnya. Tidak harus dimutlakkan, baik dengan menggunakan todongan
senjata a la Mao atau Stalin atapun tidak. 

Kesalahan utama pemikiran Marx adalah nyelonongnya "dialektika
Hegel" ke dalam fundasi dasar pola fikirnya, terutama tentang
sejarah manusia, sehingga oleh pendukungnya buah fikiran itu
dijadikan semacam "kitab suci" yang didewa-dewakan, akibatnya para
pendukungnya itu memandang manusia hanyalah semacam alat produksi
belaka untuk mencapai tujuan. Jadi, apa yang disebut "ajaran
Marxisme" itu menjadi sebuah ideologi yang mutlak utupian, karenanya
gagal ketika dipraktikkan secara paksa dan tangan besi di RRC, Uni
Soviet, dll.

Soal simpati dan keprihatian kepada nasib buruh, itu sumbernya bukan
karena kita membaca ajaran Marx! Bahwa kita bersimpati kepada
p4enderitaan sesama manusia yang tertindas dan jadi korban, itu
sumbernya ada di dalam otak kita sendiri, yaitu apa yang dseibut
sebagai "Limbic System" yang ada di dalam Mammalian Brain kita. Ini
sudah kodrat alamiah yang ada pada manusia maupun umumnya makhluk
hidup lainnya, jika Anda sempat mendapatkan informasi ilmiah dari
para ahli biologi dan evolusi otak. Dalam ajaran agama mana pun hal
ini ada diajarkan, bukan?

Yang kita butuhkan sekarang ini adalah sebuah sistem/political
economy yang mampu memberikan pertumbuhan ekonomi dan sekali gus
demokrasi ekonomi (baca: equality) dan politik kepada seluruh
lapisan masyarakat. Ini tidak bisa dicapai dengan menggunakan sistem
Kapitalisme Global seperti yang diperaktikkan di dunia sekarang ini,
dan jelas juga tidak bisa dicapai lewat sistem Komunisme. Buktinya
sudah jelas!

Kita memerlukan suatu sistem yang pas dan berakar kepada kekuatan
dan kebutuhan lokal masing-masing, tanpa menyempitkan diri menjadi
penganut "nasionalis sempit." Ini berarti tidak ada sebuah sitem
yang bisa diterapkan untuk seluruh dunia, melainkan akan tumbuh
pluralitas yang alamiah dan manusiawi, sekali gus matinya segala
jenis Grand Narative (termasuk Kapitlaisme dan Komunisme dan isme-
isme lainnya).

Hanya dengan demikian maka suasana sehat secara sosial, politik dan
ekonomi bisa berkelanjutan dan memberikan kepuasan jasmaniah dan
rohaniah kepada komunitasnya yang beraneka-rupa/pluralistis.

Jadi, sejak beberapa dasawarsa terakhir ini sudah diusahakan
menyusun ide-ide ke arah itu sebagai alternatif terhadap Kapitalisme
dan Komunisme, termasuk di AS sendiri dan sudah dipraktikkan di
berbagai komunitas terbatas, tapi belum berhasil menumbangkan sistem
Kapitalisme yang menjadi mein-stream di negeri itu. (Kunjungi
www.ifg.org )

Di Brazil sistem alternatif ini sudah mulai menemukan bentuknya dan
sukses, sehingga sekarang menjadi contoh bagi negeri-negeri lain di
Amerika Latin, munculknya gelombang besar di Venezuela, Peru, Chile
dll. Catatan: meskipun sama-sama di wilayah "Amerika Latin" tetapi
tiap-tiap negeri itu punya kekuatan dan tuntutan yang berbeda,
sehingga tidak ada pola jiplak menjiplak, melainkan masing-masing
berakar kepada lokalnya masing-masing. Viva pluralitas!


Ikra.-
======



--- In [email protected], "RM Danardono HADINOTO"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected], Boni Triyana <boni_triyana@>
wrote:
> >
> > PHOBIA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
> >
> > Ambon <sea@> wrote:  http://www.beritasore.com/index.php?
> option=com_content&task=view&id=3693&pop=1&page=0#akoinputforum
> >
> ----------------deleted-----------
> Ia mengatakan, kemungkinan kaderisasi oleh penganut ajaran komunis
> masih terus dilakukan mengingat slogan-slogan komunis masih kerap
> terlihat dalam sejumlah aksi unjuk rasa beberapa waktu terakhir
ini,
> seperti aksi buruh menentang revisi UU No 13/2003 tentang
> Ketenagakerjaan.
>
>              Menurut dia, revisi UU Ketenagakerjaan sarat dengan
unsur-
> unsur kapitalis di dalamnya, sehingga terjadi pertarungan besar
antara
> proletar (buruh) yang memprotes revisi itu dengan kaum kapitalis
yang
> menginginkan revisi UU Ketenagakerjaan.----------------
>
>
> DH: Bingung aku!
>
> Kalau dalam ajaran komunis diajarkan, untuk menentang kaum
kapitalis,
> lalu islam alias MMI berdiri dimana? PKI berjuang untuk kaum buruh?
>
> Dipihak PKI atau dipihak kapitalis? lalu Islam berdiri dipihak
buruh
> atau dipihak lawan buruh?
>
> Ada yang dapat menerangkan?
>
> Lalu yang memihak rakyat kecil yang mana? yang memihak kapitalis
alias
> USA yang mana?
>
> salam bingung
>
> Danardono
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke