wrote:
>
>
> Mabh,
> jika saya menjadikan masa lalu, fakta dan sejarah semata-mata
sebagai sandaran maka saya akan putus asa. Terkait khilafah pun,
aris tak semata-mata bersandar masa lalu tapi juga keyakinan dan
iman. Mbah, saya hidup mungkin di masa depannya Mbah Danar, sedang
Mbah hidup dimasa lalu. MAsa lalu sebagai bahan pertimbangan namun
bukan sandaran penuh.
DH: Mbak, tak ada manusia yang hidup untuk masa lalu (artinya dia
sudah mati sebelummati), atau hidup untuk masa datang (artinya
menampik kekinian). Dalam falsafah, antara lain Buddhisme, diajarkan
kebijaksaan "trimasa", tiga waktu. Manusia terdiri dari masa lalu,
masa kini, dan masa datang. Masa kini adalah hasil dari perbuatan
dimasa lalu, tanpa MENGERTI apa yang terjadi dimasa lalu, kita tak
mengerti apa yang kini terjadi. masa depan kita bina berdasarkan apa
yang kita alami di masa kini.
Ini adalah mata rantai. Kita tak dapat melepaskan masa lalu, seperti
anak ayam memelapskan kulit telur, lalu melangkah keluar telur.
Sebaliknya, kita tak dapat melompat kemasa datang, tanpa menjalankan
masa kini dengan sebaiknya. Masa datang, belum datang, jadi belum
terjadi. Tidak punya substansi.
Nah, apa yang mbak katakan, Islam menghadang USA, itu sampai kini
tak pernah terjadi, sebaliknya Islam selalu berpihak kapitalis. Ini
fakta yang takmudah diubah seperti membalik tapak tangan.
Lihatlah, sebagianbesar negara Islam adalah sekutu USA.
----------------------------
>
> Mungkin mbah tak terlalu berharap mengubah yang sudah ada,
sedang saya masih punya cita-cita. Menghajar buruh kecil?.... Mbah ,
kita-kita sama buruh kecil ko. NAsib kita sama, tertindas oleh
sistem kapitalis. Tak ada istilah menghajar apalagi memakai
kekerasan. Perbedaan itu ada di ide dan prinsip, jadi inilah yang
akan menjadi bahan diskusi.
>
DH: Perbedaan mungkinsangat kecil, hampir tak ada,kalau mau melawan
kapitalisme. lalu, mengapa dikatakan "Islam harus waspada pada PKI"?
waspada apa? Kecuali kalau memang dianggap musuh. Buruh dan tani.
Sebagaimana yang terbantai ditahun 65an, petani dan buruh, mbak.
---------------------------------
> Aris teringat di India (CMIIW), beberapa waktu lalu berbagai
kelompok aksi bersama (termasuk berbagai agama) menentang kebijakan
AS. Saya kira orang yang memiliki intelektual lumayan (meski dari
berbagai latarbelakang) memahami kita bernasib sama, tertindas!
>
> Terima kasih atas sarannya.
>
> salam,
> aris
DH: Tetapi pemerintah India tak pernah me nakut nakuti rakyatnya
akan bahaya "komunisme". Bukankah bahaya ini sudah sirna?
Salam
Danardono
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

