Sila sebagai Pelindung
SECARA umum, umat Buddha memiliki lima latihan kemoralanan - dikenal dengan istilan Pancasila Buddhist. Berusaha untuk tidak membunuh, tidak mencuri, tidak berzinah, tidak berbohong, dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman yang melemahkan kesadaran. Namun dalam kurun satu bulan menjelang hari Trisuci Waisak, banyak umat Buddha yang meningkatkan latihan diri dengan menjalankan atthasila -delapan latihan kemoralan.
Bagi sebagaian umat Buddha, latihan kemoralan dianggap sebagai sebuah latihan yang tidak menyenangkan. Ada beberapa kesenangan duniawi yang pantang untuk dilakukan sehingga terasa tidak nyaman. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak umat Buddha yang lupa melatih diri atau melatih diri seperlunya saja dengan sejumlah pengecualian untuk mencari pembenaran.
Melatih diri dengan menjalankan sila tidak membuat kita seperti seorang tahanan yang penuh dengan pembatasan. Latihan ini juga bukan sebuah pengekangan diri. Latihan sila merupakan sebuah cara yang sangat efektif untuk melindungi diri dari berbagai kondisi yang buruk dalam kehidupan ini sehingga kehidupan kita menjadi lebih bermanfaat. Selain itu, juga akan menghasilkan akibat yang luar biasa.
Secara rutin, kita 'mengambil' latihan dengan mengucapkan Pancasila Buddhist atau memohon tuntunan Tisarana dan Pancasila kepada anggota Sangha pada setiap kebaktian. Tindakan ini menunjukkan bahwa kita mengambil dan menerima latihan tersebut serta berusaha untuk tidak melanggarnya. Kapan dan dimana pun, cobalah untuk terus bersikap waspada agar bisa menjaga sila dengan baik.
Melatih diri dalam sila berarti berusaha untuk menjaga perbuatan melalui pikiran, ucapan, dan badan. Kita berusaha menyadari mana perbuatan baik dan pantas untuk dilakukan, mana perbuatan yang tidak baik dan tidak pantas untuk dilakukan. Dengan demikian, latihan ini berfungsi untuk menghentikan segala tingkah laku yang tidak baik dan tidak bermanfaat dalam kehidupan ini. Dalam tingkatan yang lebih tinggi, kondisi ini akan menimbulkan ketenangan dalam pikiran karena tidak ada rasa bersalah dan sebagainya. Akibat ini juga memberikan andil dalam mengembangkan diri melalui meditasi.
Apakah kita melaksanakan sila dengan baik? Di balik semua ini adalah dua faktor yang menjadi pendukungnya; rasa malu dan takut. Malu dengan perbuatan buruk yang kita lakukan dalam kehidupan ini dan takut akan akibat dari perbuatan buruk yang kita lakukan. Banyak orang yang melakukan perbuatan buruk karena tidak memiliki rasa malu dan takut.
Pengertian kita terhadap hukum kamma juga memberikan andil untuk selalu berusaha berbuat baik. Segala perbuatan yang kita lakukan, baik atau buruk, akan menghasilkan akibat yang sama. Perbuatan yang kecil sekalipun, tetap akan menghasilkan akibat yang sama. Perbuatan baik membuahkan kebahagiaan. Perbuatan buruk membuahkan penderitaan.
Memiliki rasa malu dan takut membuat kita berusaha menjaga perbuatan melalui ucapan, badan, dan pikiran. Menjaga perbuatan berarti menjalankan sila, latihan kemoralan, dengan baik. Semua perbuatan yang kita lakukan akan terlindungi dari kondisi yang buruk. Kondisi ini akan memberikan manfaat dalam kehidupan ini dan juga dalam kehidupan yang akan datang, di dunia ini maupun dalam kehidupan setelah kematian.
Menjaga sila dengan baik membuat hidup berkualitas. Hidup dengan kualitas pikiran yang lebih baik, dengan pandangan benar, sehingga bebas dari segala kondisi yang tidak menguntungkan. Karena itu, mari kita berusaha menjaga moral. Menjaga perbuatan yang kita lakukan, baik melalui badan, pikiran, maupun ucapan. Jadikan sila sebagai perisai, melindungi diri dari segala kondisi yang buruk.
--
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 307 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

