http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/4/24/p2.htm



Mega Gagal, Amien Ambil Peran
Jakarta (Bali Post) -
Munculnya Amien Rais dalam gerakan politik akhir-akhir ini, dinilai pengamat politik Denny JA, karena kegagalan Megawati Soekarnoputri melakukan oposisi di parlemen. Selama ini parlemen yang diharapkan bisa mengambil peran penyeimbang justru mandul. PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati juga tidak mampu menunjukkan taringnya di parlemen. DPR bahkan terbukti berfoya-foya dengan uang rakyat, dengan terus menaikkan gajinya sendiri. 

Sejumlah hak interpelasi, hak angket, gagal di tengah jalan. DPR lebih memilih  sikap kompromi dan diam-diam pergi ke istana untuk  melakukan lobi dengan  pemerintah. Berbagai  kasus pun diselesaikan di belakang meja. Akibatnya, eksekutif menjadi sangat kuat karena mampu menguasai kekuasaan parlemen. ''Sekitar 80 persen rakyat Indonesia menginginkan munculnya oposisi yang konstruktif terhadap pemerintah. Sayangnya, kekuatan oposisi di parlemen yang diharapkan rakyat tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya, ada ruang terbuka bagi siapa saja untuk melakukan oposisi. Ruang ini sekarang diambil alih oleh Amien Rais,'' tegas Denny JA di Jakarta, Minggu (23/4) kemarin. 

Amien memposisikan diri sebagai kekuatan penyeimbang baru. Langkah Amien ini sesungguhnya diharapkan rakyat karena parlemen tidak bisa melaksanakan fungsi kontrolnya dengan baik. Karena itu, Amien mendapat dukungan dari banyak kalangan. Apalagi, Amien juga mampu mengartikulasikan keinginan rakyat dengan mengangkat isu-isu yang sensitif, seperti isu buruh, pendidikan, kemiskinan, kesehatan, bencana alam, dan pertambangan.  

''Rakyat mengharapkan terjadi perbaikan ekonomi yang signifikan selama pemerintahan SBY. Sayangnya, secara ekonomi, rakyat justru merasakan tidak ada perubahan sama sekali terhadap tingkat kesejahteraan mereka, bahkan jumlah pengangguran makin tinggi dan rakyat juga makin merasakan dampak kenaikan harga-harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM dan pencabutan subsidi,'' ungkapnya. 

Menurut Denny,  gerakan Amien juga memiliki momentumnya sendiri.  Amien bergerak di tengah banyak ketidakpuasan dari berbagai kalangan seperti buruh, guru, mahasiswa, rakyat miskin, kalangan menengah, dan masih banyak lagi.  Selain itu, bulan Mei nanti juga banyak momentum politik yang ikut menyertainya, seperti peringatan kejatuhan Soeharto. Peringatan itu juga menandai peringatan munculnya Amien sebagai tokoh lokomotif reformasi.

''Jadi, pas benar.  Amien seolah-olah lahir kembali dengan berbagai momentum tersebut. Momentum kejatuhan Soeharto akan menyedot perhatian publik terhadap masa-masa reformasi 1998,'' katanya. 

Presiden Yudhoyono diharapkan tidak memandang remeh gerakan ini. Sebab, apabila kekuatan kelompok oposisi ini bergabung dan Amien mampu mengartikulasikannya kepada rakyat dengan sangat baik, maka kekuatan oposisi akan mampu merobohkan kekuatan pemerintah. Setidaknya,  saat ini, kejadian di negeri tetangga, seperti di Thailand dan Filipina, bisa dibawa ke Indonesia. 

Di Thailand, PM Thaksin Shinawarta dipaksa mengundurkan diri oleh kekuatan oposisi yang telah bergabung dengan massa rakyat. Sementara Presiden Gloria Maccapagal Arroyo sampai hari ini terus-menerus menghadapi ekses akibat kudeta politik  yang gagal yang dilancarkan oleh sayap militer. Di Indonesia, selain gunung, laut, dan tanah yang memberontak, kekuatan oposisi pun mulai bergabung dengan mencari pembenarannya  sendiri dengan mengultimatum pemerintahan SBY-JK.


--
----------------------------------------
I am using the free version of SPAMfighter for private users.
It has removed 307 spam emails to date.
Paying users do not have this message in their emails.
Try www.SPAMfighter.com for free now!


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke