Berarti sampeyan sendiri yang menghubungkan kedua hal tsb yang tak
berhubungan menjadi berhubungan, lalu mengeneralisir.

Kalau sampeyan menghubungkan RUU APP dengan kedudukan wanita yang
dimaksudkan Ahmed Deedat, sampeyan sama saja dengan mereka yang
memperjuangkan RUU-APP yang mempunyai pedoman agama pada seksual all
in--tidak kena sasaran--

Kedudukan wanita yang dijelaskan Deedat kan gak ada hubungannya dng
RUU-APP. Deedat, sebagai Kristolog, tentu membandingkan kedudukan
wanita dipandang dari konsep AlQur'an dan konsep Bible.

Boleh saja orang bicara (menulis) soal kedudukan wanita (Deedat,
Ambon, RUU-APP, etc) tapi kita sebagai pembaca harus jeli dalam
konteks mana orang bicara (menulis). Jangan keluar dari konteks.

--- In [email protected], "Jimmy Okberto" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> RUU APP menyoal kedudukan wanita ...
> Artikel om Ambon di Arab juga menyoal kedudukan wanita ...
>
>
> DJ Oko

>
> -----Original Message-----
> On Behalf Of Lina Dahlan

> laaah...kok urusannya jadi ke RUU APP lagi??? Padahal artikel
Sambah
> tidak ngurusin soal RUU APP kan ya? tapi soal kedudukan
wanita...:???
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke