bismi-lLah wa-lhamdu li-lLah wa-shshalatu wa-ssalamu 'ala rasuli-lLah
wa 'ala alihi wa ashhabihi wa ma-wwalah,
amma ba'd, assalamu 'alaikum wa rahmatu-lLahi wa barakatuH.
ada kiriman buaguuus dech, bagi2 yah, silah:

DOOR DUITERNIS TOT LICHT
(Habis Gelap Terbitlah Terang)
Taken From: Permata, Bogor

Tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya, namun wanita-wanita
negerinya sdh terbata-bata membaca cita-citanya. Tujuh tahun yg lalu
namanya kembali mencuat ke permukaan setelah seorang sejarawan
Indonesia mempermasalahkan gelar kepahlawanannya. Lepas dari kaitan
itu, kita tak perlu mempermasalahkan dia benar atau salah atau
pantaskah ia mendapat gelar pahlawan atau tdk, yg pasti sejarah hrs
diungkapkan baik dan buruknya & terserah kpd pendengar sejarah utk
menilai dan berinterpretsi thd sejarah tsb.

Kartini tdk dapat diartikan lain kecuali sesuai dgn apa yg tersirat dlm
kumpulan suratnya; "DOOR DUISTERNIS TOT LICHT", yg terlanjur diartikan
oleh Armijn Pane sbg, "Habis Gelap Terbitlah Terang". Sedangkan Prof.
Dr. Haryati Soebadio, Dirjen Kebudayaan Depdikbud, yg notabene cucu RA
Kartini mengartikannya sbg "Dari gelap menuju cahaya", yg kalau kita
lihat dalam Al Qur'an akan tertulis sbg, "Minadz Dzulumaati Ilaan
Nuur". Ini merupakan inti ajaran Islam yg membawa manusia dari
kegelapan menuju cahaya (iman).

Kartini ada dlm proses kegelapan menuju cahaya, tapi cahaya itu belum
sempurna menyinari krn terhalang oleh usaha westernisasi. Kartini yg
dikukung oleh adat dan dituntun oleh Barat telah mencoba meretas jalan
menuju ke tempat yg terang. Dan apakah yg kita lakukan kini merupakan
langkah-langkah maju ataukah surut ke belakang...?

KARTINI: "IBU ADALAH SEKOLAH BAGI ANAK-ANAKNYA."

Berapa banyak dewasa ini jabatan dan kedudukan penting yg pada mulanya
dipegang oleh kaum pria kini dipegang oleh kaum wanita? Berapa banyak
pula jumlah pekerjaan yg dimasuki oleh kaum wanita sehingga banyak kaum
pria yg hrs kehilangan pekerjaannya?

Seorang wanita sekalipun tdk bekerja maka ia tdk akan kehilangan
nafkahnya, krn ia hidup dari tanggungan hidup suaminya. Tapi apa
artinya jika seorang pria kehilangan pekerjaannya? Maka mulut yg ada
dibelakangnya, yaitu mulut istri dan anak-anaknya akan tetap menganga
menanti kehadirannya, mengharapkan sesuatu yg dibawanya. Apa jadinya
negeri ini jika kaum prianya menganggur? Kalau bukan petaka, tentu
paling tdk negeri ini menjadi "Lembah Amazone".

Padahal wanita lebih diperlukan sbg "sekolah" bagi anak-anaknya. Dan
bukan sbg kuda beban atau ayam-ayam pengais yg tertatih-tatih dan
tersuruk-suruk menanggalkan pribadinya yg asli. Kartini tdk pernah
mengimpikan wanita-wanita sesudah generasinya menjadi bebas tanpa
kendali atau merebut hak lelaki hingga mengingkari fitrahnya.

SURAT KEPADA STELLA
(tertanggal 18 Agustus 1899)

"Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku
hrs merangkak, bila hendak berlalu di hadapanku. kalau adikku duduk di
kursi, saat aku lalu, hrslah ia turun duduk di tanah dengan menundukkan
kepala sampai aku tak terlihat lagi. Mereka hanya boleh menegurku dgn
bahasa kromo inggil. Tiap kalimat haruslah diakhiri dgn "sembah".

Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dlm lingkungan keluarga Bumiputera
yg ningrat. Bercakap-cakap dgn orang lain yg lebih tinggi derajatnya
haruslah perlahan-lahan, jalannya melangkah pendek-pendek, gerakannya
lambat-lambat spt siput. Bila berjalan cepat dicaci orang, disebut sbg
kuda liar. Peduli apa aku dgn segala tata cara itu... Segala peraturan
itu buatan manusia dan menyiksa diriku saja. Kamu tdk dapat
membayangkan bagaimana rumitnya etiket keningratan di dunia Jawa itu.

Tapi sekarang mulai dgn aku, antara kami (Kartini, Roekmini dan
Kardinah) tdk ada tatacara itu lagi. Perasaan kami sendirilah yg akan
menunjukkan atau menentukan sampai batas mana cara liberal itu boleh
dijalankan.

Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan pikiran
(fikroh), dan keningratan budi (akhlaq). Tdk ada manusia yg lebih gila
dan bodoh menurut persepsi saya daripada melihat org membanggakan asal
keturunannya. Apakah berarti sdh beramal sholeh org yg bergelar macam
Graaf atau Baron..? Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yg picik
ini..."

Sebelum kita melanjutkan surat-surat Kartini yg lain ada baiknya kita
melihat sahabat pena Kartini yg merupakan musuh-musuh dlm selimut yg
berusaha mempengaruhi Kartini dgn cara dan pahamnya masing-masing.

Mereka itu adalah:

1. Mr. J.H Abendanon
Datang ke Hindia tahun 1900. Diutus oleh pemerintah Belanda utk
melaksanakan politik Ethis. Tugasnya adalah sbg Direktur Departemen
Pendidikan, Agama dan Kerajinan. Karena masih baru, ia meminta nasehat
teman sehaluan politiknya yaitu Snouck Hurgronje. Snouck memiliki
konsepsi politik Asosiasi, menurutnya memasukkan peradaban Barat dlm
masyarakat pribumi adalah cara yg paling ampuh utk membendung dan
mengatasi Islam di Hindia Belanda. Tapi tdk mungkin mempengaruhi rakyat
sebelum kaum ningratnya dibaratkan. Sesudah itu akan semakin mudah
membaratkan rakyat bumi putera. Untuk itu maka langkah pertama yg hrs
diambil adalah mencari orang-orang ningrat yg Islamnya tdk teguh lalu
dibaratkan. Dan pilihan pertama adalah Kartini.

2. Annie Glassor
Seorang guru yg mempunyai akte bahasa dan mengajar secara privat bahasa
Perancis kpd Kartini. Annie Glasser dikirim oleh Abendanon utk
memata-matai dan mengikuti perkembangan Kartini. Melalui Annie
Glasser-lah Abendanon mendidik, mempengaruhi dan menjatuhkan Kartini.

3. Stella (Estalle Zeehandelaar)
Sewaktu dlm masa pingitan ( + 4 tahun ) Kartini banyak membaca utk
menghabiskan waktunya. Tetapi Kartini tdk puas mengikuti perkembangan
pergerakan wanita di Eropa hanya melalui majalah & buku-buku. Krn ingin
mengetahui keadaan sesungguhnya maka Kartini memasang iklan di sebuah
majalah negeri Belanda, yaitu Hollandsche Lelie. Dgn segera iklan itu
disambut oleh Stella, wanita Yahudi anggota pergerakan Feminis di
Belanda yg bersahabat karib dgn gembong Sosialis, Ir. H. Van Kol.

4. Ir. H. Van Kol
Pernah tinggal di Hindia Belanda selama 16 tahun. Ia berkenalan dgn
Kartini dan berusaha memperjuangkan Kartini agar dpt pergi ke Belanda
atas biaya pemerintah Tinggi Belanda. Tapi rupanya ada udang di balik
batu. Ia berharap dpt mengajak Kartini ke Belanda sbg saksi hidup
tentang kebobrokan pemerintah Hindia Belanda di tanah jajahan. Melalui
Kartini, Van Kol ingin mengungkapkan penyelewengan yg dilakukan para
pejabat Hindia Belanda. Sehingga partai Sosialis, tempatnya bercokol,
dpt berkuasa di parlemen & menjatuhkan partai yg berkuasa.

5. Ny. Van Kol (Nellie Van Kol)
Seorang penulis berpendirian humanis dan progresif. Org yg paling
berperan mendangkalkan aqidah Islamiah Kartini. Pada mulanya ia
bermaksud menjadikan Kartini sbg seorang Kristen tapi gagal. Mulanya ia
berbuat seolah-olah sbg penolong yg mengangkat Kartini dari keadaan tdk
mempedulikan agama menjadi penuh perhatian. Bahkan ia berhasil
mengakhiri "Gerakan mogok sholat dan mogok ngaji" yang dilakukan
Kartini.

Kita buka kembali beberapa cuplikan surat Kartini yg sedikit membuka
siapa dan mau apa ia.

"...Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik, orang baik-baik
itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi pula, dialah orang Eropa "
(kepada Stella, 25 Mei 1899)

"Aku mau meneruskan pendidikan ke Holland, karena Holland akan
menyiapkan aku lebih baik untuk tugas besar yg telah aku pilih."
(kepada Ny. Ovinksoer, 1900)

"Sekarang kami merasakan badan kami lebih kokoh, segala sesuatu tampak
lain sekarang. Sudah lama cahaya itu tumbuh dalam hati kami. Kami belum
tahu waktu itu dan Ny Van Kol yg menyibak tabir yg tergantung di
hadapan kami. Kami sangat berterimakasih kepadanya." (kepada Ny
Ovinksoer, 12Juli 1902)

"Ny Van Kol banyak bercerita kepada kami tentang Yesus yg Tuan muliakan
itu, tentang rasul-rasul Petrus dan Paulus, dan kami senang mendengar
itu semua." (kepada Dr Adriani, 5 Juli 1902)

"Malaikat yg baik beterbangan di sekeliling saya dan Bapak yg ada di
langit membantu saya dlm perjuangan saya dengan bapakku yg ada di dunia
ini," (kepada Ny Ovink Soer, 12 Juli 1902)

Itulah beberapa surat yg Kartini layangkan kpd orang-orang yang menjadi
"sahabat"nya, dan yg berkiblat kpd Kristen atau yg berusaha
menggiringnya ke arah pemikiran Barat.

BERUSAHA MENJADI MUSLIMAH SEJATI

Kartini memiliki pengalaman yg tdk menyenangkan semasa belajar mengaji.
Ibu guru mengajinya memarahi dia dan menyuruhnya keluar karena Kartini
menanyakan makna ayat Al Qur'an yg dibacanya tadi.

Inilah suratnya kepada Stella tertanggal 6 November 1899 dan kepada
Abendanon tertanggal 15 Agustus 1902:

"Mengenai agama Islam, Stella, aku hrs menceritakan apa. Agama Islam
melarang umatnya mendiskusikannya dgn umat agama lain. Bagaimana aku
dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti dan tdk boleh
memahaminya.

Al Qur'an terlalu suci, tdk boleh diterjemahkan ke dlm bahasa apapun.
Di sini tdk ada yg mengerti bahasa Arab. Orang-orang disini belajar
membaca Al Qur'an tetapi tdk mengerti apa yg dibacanya. Kupikir,
pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tdk mengerti apa yg
dibacanya. Sama saja halnya spt engkau mengajar aku membaca buku
berbahasa Inggris, aku hrs menghafal kata demi kata, tetapi tdk satupun
kata yg kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi soleh pun tdk
apa-apa asalkan jadi orang baik hati, bukankah begitu Stella..??

"Dan waktu itu aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk mengerti
sedikitpun. Aku tdk mau lagi melakukan hal-hal yg aku tdk tahu apa
perlu dan manfaatnya. Aku tdk mau lagi membaca Al Qur'an, belajar
menghafal perumpamaan-perumpamaan bahasa asing yg aku tdk mengerti apa
artinya, dan jangan-jangan ustadz-ustadzahku pun tdk mengerti artinya.
Katakanlah kepadaku apa artinya nanti aku akan mempelajari apa saja.

Aku berdosa. Kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tdk boleh
mengerti artinya."

Sampai pada suatu ketika Kartini berkunjung ke rumah pamannya, seorang
Bupati Demak. Saat itu sedang berlangsung pengajian bulan khusus utk
anggota keluarga. Kartini ikut mendengarkan pengajian bersama Raden Ayu
yg lain dari balik Khitab (tabir). Kartini tertarik kpd materi yg
sedang diberikan, tafsir Al Fatihah, oleh Kyai Saleh Darat, ulama besar
yg sering memberikan pengajian di beberapa kabupaten di sepanjang
pesisir utara. Setelah selesai pengajian, Kartini mendesak pamannya
agarbersedia menemaninya utk menemui Kyai Saleh Darat.

"Kyai perkenankan saya menanyakan sesuatu, bagaimanakah hukumnya
apabila seseorang yg berilmu namun menyembunyikan ilmunya?

Tertegun sang Kyai mendengar pertanyaan Kartini yg diajukan secara
diplomatis. Kyai Saleh Darat paham betul akan maksud pertanyaan yg
diajukan Kartini krn sebelumnya pernah terlintas dalam
pikirannya.(Dialog ini dicatat oleh Ny. Fadillah Bc. Hk Cucu Kyai Saleh
Darat)

Singkat cerita tergugahlah sang Kyai utk menterjemahkan Al Qur'an ke
dlm bahasa Jawa. Dan ketika hari pernikahan Kartini tiba, Kyai Saleh
Darat memberikan kepadanya terjemahan Al Qur'an juz pertama. Mulailah
Kartini mempelajari Al Qur'an. Tapi sayang sebelum terjemahan itu
rampung, Kyai Saleh Darat berpulang ke rahmatullah.

Dalam surat Al Baqarah Ayat 257, Kartini menemukaan kata-kata yg amat
menyentuh nuraninya;

"Orang-orang yg beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya
(minadz dzulumaati ilaan nuur)".

Kartini amat terkesan dgn ayat ini, krn ia merasakan sendiri proses
perubahan dirinya, dari pemikiran jahiliyah kpd pemikiran terbimbing
oleh Nuur Ilahi. Dan sebelum wafatnya Kartini, dlm banyak suratnya
mengulang kata-kata "dari gelap menuju cahaya", yg ditulis dalam bahasa
Belanda sbg "door duisternis toot licht".

Yang kemudian dijadikan kumpulan surat Kartini oleh Abendanon yg sama
sekali tdk mengetahui bahwa kata-kata itu dikutip dari Al Qur'an.
Ditambah lagi diterjemahkan sebagai "habis gelap terbitlah terang" oleh
Armijn Pane.

Setelah pengajian tsb terjadilah perubahan besar dalam diri Kartini.
Kini ia mulai memahami Islam. Coba simak beberapa suratnya lagi:

"Sudah lewat masanya, tadinya saya mengira bhw masyarakat Eropa itu
benar-benar satu-satunya yg paling baik tiada taranya, maafkan kami,
tetapi apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna..??
Dapatkah Ibu menyangkal bhw di balik hal yg indah dlm masyarakat Ibu
terdapat banyak hal yg sama sekali tdk patut dinamakan peradaban??"
(kepada Ny Abendanon, 27 October 1902)

"Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kpd
rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka
Kristenisasi... bagi orang Islam, melepaskan kepercayaannya sendiri dan
memeluk agama lain merupakan dosa yg sebesar-besarnya... pendek kata,
boleh melakukan zending, tetapi janganlah meng-kristen-kan orang lain.
Mungkinkah itu dilakukan?" (kepada E.C Abendanon, 31 january 1903)

Memang kumpulan surat-surat Kartini bukanlah kitab suci. Tapi kalau
kita telaah kembali maka akan nampaklah apa cita-citanya yg luhur.

Sayang itu semua sudah mengalami banyak deviasi sejak diluncurkan
dahulu, setelah berlalu tiga generasi konsep Kartini tentang emansipasi
semakin hari semakin hari jauh meninggalkan makna pencetusnya. Sekarang
dgn mengatasnamakan Kartini para feminis justru berjalan di bawah
bayang-bayang alam pemikiran Barat, suatu hal yg malah ditentang oleh
Kartini. Bagaimana tanggapanmu wahai para wanita..??

wassalaamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh,
Hilal Achmad

tak menyesal membacanya khan?

wa-bi-lLahi-ttaufiq wal hidayah, subhanaka-lLahumma wa bihamdiKa
asyhadu alla Ilaha illa Anta,astaghfiruKa wa atubu ilaiK. wassalamu 'alaikum

"Fa maadza ba'da-lhaqq, illa-dl_dlalaal"Leo ImanovAbdu-lLahAllahsSlave

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke