Buruh Tetap Kerja
Banjarmasin, BPost
Besok, 1 Mei 2006, bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia atau Mayday, puluhan ribu buruh di sejumlah daerah akan turun ke jalan. Namun tidak demikian di Kalimantan Selatan. Sejumlah organisasi buruh di daerah ini menyatakan tidak akan melakukan aksi itu.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPI) Kalsel Syahrawani mengatakan, para pekerja dalam wadah organisasi yang ia pimpin diinstruksikan untuk tetap bekerja seperti biasa.
Alasannya, jika ikut turun ke jalan, dikhawatirkan akan ditungganggi pihak lain sehingga dapat memperburuk citra SPI itu sendiri.
"Selain tidak ada instruksi pusat, aksi dengan pengerahan massa dalam jumlah besar sangat rawan. Karena tidak menutup kemungkinan akhirnya malah mencoreng nama baik dan perjuangan SPI," ujarnya seraya mengatakan, SPI Kalsel beranggotakan 3.000 orang. Lebih lanjut dia mengatakan, jika turun ke jalan hanya sekadar memperingati Hari Buruh Sedunia, akan banyak kerugiannya dibanding manfaatnya. Aktivitas masyarakat bisa saja terganggu.
"Aksi itu tujuannya kan hanya memperingati hari buruh, tidak ada tujuan lain. Jadi untuk memperingati itu tidak perlu harus turun ke jalan. Mari kita dialog bersama membahas nasib buruh," katanya.
Sebab, lanjut dia, tuntutan pekerja terhadap penolakan revisi RUU Nomor 13 Tahun 2003 juga sudah dilaksanakan pemerintah. "Jadi rasanya tidak ada hal-hal yang patut dilawan melalui unjuk kekuatan seperti itu," katanya.
Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalsel, Sadin Sasau juga mengatakan hal sama. Dia mengatakan pihaknya tidak akan melakukan aksi turun ke jalan.
"Untuk SPSI di Kalsel tidak ada kegiatan itu. Tapi kalau serikat yang lain nggak tahu, itu kan aliansi. Sedangkan kami kan punya struktur sendiri dari pusat sampai daerah. Jika ada instruksi baru bergerak. Tapi untuk aksi nasional sudah dilakukan 20 Februari kemarin, bertepatan dengan Ultah organisasi kami," katanya dihubungi via telepon, Kamis (27/4).
Senada Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kalsel, Syahrian Sulaiman juga mengatakan tidak punya rencana melakukan aksi. Selain tidak ada instruksi dari pusat, saat ini pihaknya justru sedang memfokuskan diri memperjuangkan hak-hak karyawan sektor perkayuan yang menjadi anggotanya.
"Kita tidak ikut aksi itu. Karena sesuai dengan Keputusan Presidan Nomor 9 Tahun 1991 tentang Hari Pekerja Nasional itu tanggal 20 Februari. Jadi kita tidak ikut meskipun dinamakan aksi buruh internasional," katanya.
Bagaimana suara pengusaha? Ketua Asosiasi Indonesia (Apindo) Kalsel Adi Laksono menilai, aksi turun ke jalan rawan terjadi keributan. "Malah nanti wadah buruh tidak akan disegani masyarakat lagi. Kita khawatir dengan massa yang besar justru rawan hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Sementara itu, Kapolda Kalsel Brigjen Halba R Nugroho, Jumat (28/4) mengatakan, aparat kepolisian dalam status siaga satu. Namun hingga Jumat itu, belum ada organisasi atau kelompok yang minta izin demonstrasi memperingati May Day.
"Sejauh ini belum ada permintan izin demo ke kita.
Dengan ditetapkannya status siaga satu ini maka aparat akan bersiaga penuh atau stand by. Kita memerintahkan agar para aparat tetap berada di posnya masing-masing," ungkap Halba.c5/m4/dwi
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

