Pengusaha Ancam Buruh
Jakarta, BPost
Rencana buruh memperingati Hari Buruh Sedunia (Mayday) dan demo menolak revisi UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, Senin (1/5), membuat kalangan pengusaha panik. Mereka pun mengancam memberikan sanksi kepada buruh dengan alasan mangkir kerja.
"Itu kan hari kerja. Pemerintah belum menyatakan 1 Mei sebagai hari libur nasional," kata Ketua Dewan Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit.
Hal itu disampaikannya pada wartawan di sela acara Forum Rembug Nasional Pengusaha-Pekerja di Hotel Aryadutta, Jakarta, Sabtu (29/4). Hak memberi sanksi tercantum dalam UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.
Namun, menurut Supit, pemberian sanksi diserahkan kepada kebijakan perusahaan masing-masing. Sebab ada juga pengusaha yang mengizinkan pekerjanya turun ke jalan.
Apindo tidak punya kapasitas memberi instruksi pada anggotanya untuk sepakat menjatuhkan sanksi. "Tapi kalau saya akan beri sanksi," tambah Supit.
Sementara itu Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jacob Nuwa Wea menginstruksi anggotanya tidak turun ke jalan Senin karena mereka punya hari buruh sendiri. "Kita punya hari pekerja 20 Februari," kata mantan menteri tenaga kerja ini dengan semangat meski sedang opname di sebuah rumah sakit Singapura.
Ketua KSPSI Sjukur Sarto yang dihubungi di Jakarta, mengatakan 100 ribu anggotanya turun ke jalan, Rabu (3/4). "Kami akan menyerahkan tuntutan kami ke DPR RI. Kami minta agar UU No 13/2003 tidak direvisi," kata Sjukur.
KSPSI adalah organisasi buruh terbesar di tanah air dengan anggota sekitar 4,8 juta pekerja. Awal April lalu, KSPSI berdemo. Sejumlah oknum melakukan pengrusakan di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Thamrin.
Sementara itu Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten akan bergabung dengan SPN dari daerah lain untuk memperingati Mayday di Jakarta. "Hingga Sabtu sekitar 30 ribu buruh sudah mendaftar untuk ikut berpartisipasi menolak revisi UU No 13/2003," kata Koordinator Lapangan Aksi Buruh Banten Puji Santoso di Serang.
Peringatan Mayday oleh 100 ribu buruh se-Jabodetabek menelan biaya Rp1 miliar. Dana tersebut berasal dari saweran. Setiap buruh menyumbang Rp10 ribu untuk transportasi dan konsumsi.
"Kalau dihitung 100 ribu orang dengan Rp1 miliar itu kecil, berbeda kalau pengusaha yang menggelar pesta," kata Sekjen Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Reformasi Muhammad Rodja usai diskusi tenaga kerja di Plaza Semanggi, Jakarta, kemarin.
Para awak bus Transjakarta mengaku ngeri apabila harus menembus jalur demo buruh Senin mendatang. "Pengalaman saya dan teman-teman terjebak massa buruh yang memaksa penumpang turun dari bus beberapa waktu lalu masih menghantui. Namun beroperasi tidaknya pada Senin terserah instruksi pimpinan," kata Deni (40) salah seorang pengemudi bus Transjakarta di Jakarta, Sabtu.
Menanggapi hal ini, jajaran operasional Badan Pengelola Transjakarta Busway melakukan rapat. Mereka mungkin akan stop operasi Senin.dtc/ant
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

