PERSONAL DEVELOPMENT TIPS

B E R I K A N,   D A N   L U P A K A N   !

Oleh : Arvan Pradiansyah

        Suatu malam hujan turun dengan lebat diiringi
angin kencang dan petir yang menyambar-nyambar. Malam
itu telepon berdering di rumah seorang dokter. ''Istri
saya sakit,'' terdengar suara minta pertolongan. ''Dia
sangat membutuhkan dokter segera.

       Si dokter menjawab, ''Dapatkah bapak menjemput
saya sekarang ? Mobil saya sedang masuk bengkel.''
Mendengar jawaban itu, lelaki tersebut menjadi berang.
''Apa ?!'' katanya dengan marah. ''Saya harus pergi
menjemput dokter pada malam yang berhujan lebat
seperti ini?''

      Coba Anda renungkan cerita inspiratif diatas. Kita
senantiasa meminta sesuatu kepada orang lain.
Sayangnya, kita seringkali lupa untuk memberi. Kita
tak sadar bahwa apapun yang kita berikan sebenarnya
adalah untuk diri kita sendiri, bukan untuk siapa-
siapa. Di dunia ini tak ada yang gratis. Segala
sesuatu ada harganya. Seperti halnya membeli barang,
Anda harus memberi terlebih dahulu sebelum meminta
barang tersebut. Kalau Anda seorang penjual,
Anda pun harus memberikan pelayanan dan menciptakan
produk sebelum meminta imbalan jasa Anda. Inilah
konsep ''memberi sebelum meminta''
yang sayangnya sering kita lupakan dalam kehidupan
sehari-hari.
     
        Padahal ''memberi sebelum meminta'' adalah
sebuah hukum alam. Kalau Anda ingin anak Anda
mendengarkan apa yang Anda katakan, Andalah yang harus
memulai dengan mendengarkan keluh kesah mereka.
Kalau Anda ingin karyawan atau bawahan Anda bekerja
dengan giat, Andalah yang harus memulai dengan
memberikan perhatian, dan lingkungan kerja yang
kondusif. Kalau Anda ingin disenangi dalam
pergaulan, Anda harus memulainya dengan memberikan
bantuan dan keperdulian kepada orang lain.

      Orang yang tak mau memberi adalah mereka yang
senantiasa dihantui perasaan takut miskin. Inilah
orang-orang yang ''miskin'' dalam arti yang
sesungguhnya. Padahal, di dunia ini berlaku hukum
kekekalan energi. Kalau Anda memberikan energi positif
kepada dunia, energi itu tak akan hilang. Ia pasti
kembali kepada Anda.

      Persoalannya, banyak orang mengharapkan imbalan
perbuatan baiknya langsung dari orang yang
ditolongnya. Ini suatu kesalahan. Dengan melakukan hal
itu, Anda justru membuat bantuan tersebut
menjadi tak bernilai. Anda mempraktikkan manajemen
''Ada Udang Di Balik Batu.'' Anda tak ikhlas dan tak
tulus. Ini pasti segera dapat dirasakan oleh orang
yang menerima pemberian Anda. Jadi, alih-alih
menciptakan kepercayaan pemberian Anda malah akan
menghasilkan kecurigaan.

      Agar dapat efektif, Anda harus berperilaku seperti
sang surya yang memberi tanpa mengharapkan imbalannya.
Untuk itu tak cukup memberikan harta saja, Anda juga
harus memberikan diri Anda, dari hati Anda yang paling
dalam. Jangan pernah memikirkan
imbalannya. Anda hanya perlu percaya bahwa apapun yang
Anda berikan suatu ketika pasti kembali kepada Anda.
Ini merupakan suatu keniscayaan, suatu hukum alam yang
sejati.

      Sebetulnya semua orang di dunia ini senantiasa
memikirkan kepentingan dirinya sendiri. Namun, kita
dapat membedakannya menjadi dua tipe orang. Orang
pertama kita sebut sebagai orang yang egois.
Merekalah orang yang selalu meminta tetapi tak pernah
memberikan apapun untuk orang lain. Orang ini pasti
dibenci dimana pun ia berada.
      Jenis orang kedua adalah orang yang juga mementingkan
diri sendiri, tetapi dengan cara mementingkan orang
lain. Mereka membuat
orang lain bahagia agar mereka sendiri menjadi
bahagia. Ini sebenarnya juga konsep mementingkan diri
sendiri tetapi sudah diperhalus. Kalau Anda selalu
memberikan perhatian dan bantuan kepada orang lain,
banyak orang yang akan menghormati dan membantu
Anda. Kalau demikian, Anda sebenarnya sedang berbuat
baik pada diri Anda sendiri.

      Bagaimana kalau Anda membaktikan diri Anda untuk
menolong anak-anak terlantar dan orang-orang miskin ?
Ini pun sebenarnya adalah tindakan ''mementingkan diri
sendiri dengan cara mementingkan orang lain.'' Anda
mungkin tak setuju dan mengatakan, ''Bukankah saya
tidak mendapatkan apa-apa. Saya kan bekerja dengan
sukarela" .Memang benar, Anda tidak mendapatkan
apa-apa secara materi, tetapi apakah Anda sama sekali
tidak mendapatkan apa-apa?
Jangan salah, Anda tetap akan mendapatkan sesuatu
yaitu kepuasan batin. Kepuasan batin inilah yang Anda
cari. Anda membantu orang lain supaya mendapatkan hal
ini.

      Jadi, apapun yang kita lakukan di dunia ini semuanya
adalah untuk kepentingan kita sendiri. Orang-orang
yang egois sama sekali tak memahami hal ini. Mereka
tak sadar bahwa mereka sedang merusak
diri mereka sendiri.

      Sementara orang-orang yang baik budinya sadar bahwa
kesuksesan dan kebahagiaan baru dapat dicapai kalau
kita membuat orang lain senang, menang, dan bahagia.
Hanya dengan cara itulah kita akan dapat menikmati
kemenangan kita dalam jangka panjang.
Inilah hukum Menang-Menang (win-win) yang berlaku
dimana saja, kapan saja dan untuk siapa saja. ***

     


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke