Wajar ko mas, setiap orang atau lembaga pernah melakukan suatu kesalahan. Mungkin mas bisa minta bantuan mas RD untuk memfoward pernyatan ini ke berbagai milis baik di pantau, wartawan, jurnalisme, penulis lepas, PR atau yang lainnya. Untuk relasi milis mas RD memang jagonya..^_^, Sehingga pelanggan Tempo merasa tak kecewa.
  salam,
  aris


 
On 5/1/06, Nugroho Dewanto wrote:
>
>
> Kami Keliru
>
> TAK ada gading yang tak retak, tak ada pula media yang bebas dari
> kesalahan. Pelesetan pepatah klasik ini sungguh terasa menghunjam di hati
> kami, penerbit Tempo, pekan lalu. Itulah saat kami menyadari bahwa delapan
> halaman iklan advertorial, yang isinya membantah artikel investigasi yang
> dimuat di edisi sebelumnya, ternyata menjadi bagian dari majalah Tempo
> edisi 24-30 April 2006.
>
> Advertorial berupa suplemen sisipan bertajuk "Pengakuan & Klarifikasi:
> Fakta di Balik Cerita Akal Busyukus Kemayoran" itu jelas bermasalah.
> Isinya
> menabrak rambu-rambu etika dunia periklanan karena menuding pihak lain dan
> melontarkan informasi yang diragukan kebenarannya. Ini mengejutkan jajaran
> pengelola Tempo, karena prosedur baku yang berlaku di bagian pemasaran
> majalah ini dirancang tak akan meloloskan materi iklan atau advertorial
> yang melanggar etika periklanan.
>
> Kenyataannya, advertorial ini ternyata telah membobol sistem dan prosedur
> baku yang ada. Hasil penelusuran kami terhadap insiden ini menyimpulkan
> penyebabnya adalah faktor kesalahan manusiawi dan kelalaian prosedur
> administratif. Tak ditemukan niat buruk dalam kasus ini, tapi akibatnya
> jelas fatal. Maka, dengan berat hati, sanksi telah dijatuhkan kepada yang
> terlibat secara langsung maupun karena kaitan jabatan. Semata demi
> menegakkan aturan dan memastikan kesalahan tak terjadi lagi di masa depan.
>
> Penjelasan atas terjadinya kegagalan dalam sistem internal kami itu tidak
> dimaksudkan untuk melempar kesalahan, karena pertanggungjawaban kepada
> pihak luar tetap berada di bahu pemimpin redaksi penerbitan. Kami juga
> ingin menegaskan kembali kepada publik bahwa pemasangan advertorial
> bukanlah peluang yang disediakan bagi pihak yang merasa perlu menampilkan
> hak jawab atau hak koreksinya di majalah ini. Sesuai dengan amanat
> Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, hak jawab selalu akan kami
> layani di ruang redaksi, secara proporsional, dan tanpa dipungut biaya.
>
> Dalam rangka menegakkan sikap ini, kami menyatakan: mencabut advertorial
> yang keliru itu dan menolak menerima satu sen pun dana dari pemasangnya.
> Selain karena kami tetap yakin bahwa hasil investigasi redaksi majalah ini
> mengenai kasus itu telah memenuhi seluruh kaidah jurnalistik yang
> universal, kami juga ingin konsisten dalam menerapkan sikap menolak segala
> macam imbalan yang tak etis.
>
> Dalam upaya menegakkan etika pula, kami menulis Surat dari Penerbit ini
> sebagai bentuk klarifikasi kepada para pembaca kami tentang insiden ini.
> Dengan tulus kami mohon maaf atas terjadinya kesalahan ini. Kami memang
> tak
> mampu berjanji akan bebas dari kesalahan di masa depan, tapi kami berani
> berikrar akan mengupayakannya dan, jika tak berhasil, akan selalu
> menyampaikannya secara terus terang kepada publik. Kebenaran mungkin tak
> selalu dapat kami tegakkan dalam satu pekan, tapi kami pasti tak akan
> pernah berhenti melakukannya.
>
> Hormat kami,
>
> Penerbit Tempo.
>
>
>
>
>
> At 10:45 PM 4/24/06 -0700, you wrote:
> >saya ini pembaca setia Tempo,
> >
> >Senin minggu lalu ada laporan investigasi tentang
> >rencana pendirian kota baru di bekas bandara
> >Kemayoran. secara jurnalistik, laporan itu amat
> >menarik. bahasanya sederhana dan mudah dipahami. dan
> >isinya mampu membuka "akal busuk" di balik kerjasama
> >antara PT Dapenbun Nusantara dan investor (The Hok
> >Bing).
> >
> >tetapi, ternyata di edisi minggu ini ada artikel
> >panjang tentang pengakuan dan klarifikasi dari "para
> >tertuduh" itu.
> >
> >saya ingin tahu, apakah artikel itu adalah hak jawab?
> >atau sebuah iklan saja. kalau memang itu sebuah iklan,
> >wah berarti kasus PLN dulu kembali terulang ya...
> >
> >gimana nih teman-teman Tempo yang bergabung di milis
> >ini. bisa kasih penjelasan ke saya nggak?
> >
> >OIA
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]

Yahoo! Groups Links









pustaka tani
  nuraulia

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke