wrote:
>
> buat miliser semua,
>
> ketika berbicara Islam, stereotipe kita : brutal, teroris,
kebodohan, kemiskinan dan hal yang negatif. Padahal tanya kepada
para ilmuwan barat dan masyarakat yang mualaf mengapa mereka memeluk
Islam,
> mereka bukan orang bodoh, mereka bukan orang level bawah dari
status masyarakat mereka selalu berpikir rasional, tapi mengapa
mereka mengagumi Islam. banyak salah persepsi tentang Islam yang
sengaja
> digembar gemborkan oleh musuh Islam mereka membalikan fakta.
karena memang sifatnya mereka seperti itu sampai kapanpun.
> Tolong sekali lagi bagi para non muslim jangan melihat satu sudut
pandang saja tentang Islam, pelajari Islam secara detail karena kita
diberi pikiran, dan sebagai masyarakat intelek kita diwajibkan
> lebih jernih melihat sebuah masalah. Bukankah untuk memecahkan
masalah kita harus melihat ari dua sudut pandang sehingga obyektif ?
>
-------------------------------
DH: Kalau anda, dan kita semua, Islam dan Non Islam, cukup lama
mengikuti milis yang sangat informatif dan dynamis ini, akan tahu,
bahwa yang didiskusikan secara essential, adalah DAMPAK benturan
agama dalam masyarakat, yang kita alami baik di Tanah Air maupun
international. Bukan akidahnya. Jadi tak perlu tiap umat saling
mempelajari akidah agama lain.
Disini masalahnya, bukan mengagumi atau mengkritik Islam sebagai
agama, namun, mencari info dan jalan keluar, mengapa antara Islam
dan dunia non Islam, di mana mana terjadi benturan.
Di Tanah Air ada tambahan masalah, yakni upaya sebagian Muslim,
untuk menjadikan negara nasional sekular ini, sebuah negara agama
(Islam), yang tentu saja tak dapat diterima oleh saudara saudara Non
Islam, yang sudah dari zaman Majapahit menjadi penghuni negeri ini.
Apa yang dikatakan oleh "musuh Islam", seperti anda katakan, tak
perlu kita gubris, karena umat Islam, umat Hindu Bali, umat
Katholik, umat Protestant, umat Buddha, umat Kejawen, umat Hindu
Kaharingan, semua saudara kita. Musuh mereka adalah musuh kita
bersama.
Kebodohan dan kemiskinan, adalah tantangan yang kita hadapi bersama.
Kita harus belajar dari masyarakat yang sudah berhasil, baik Non
Islam maupun Islam. Kalau dikatakan, di kebanyakan negara yang
berumat Islam, terdapat kemiskinan dan kebodohan, kita tak perlu
tersinggung, namun kita cari jawabannya, mengapa demikian, lalu
carikan jalan keluar.
Fakta adalah bak cermin, gambar di cermin itulah yang menentukan,
namun ini dapat diubah. Tetapi, jangan cermin yang diumpat.
By the way, anda sebutkan ilmuwan barat yang memeluk Islam, saya
hidup puluhan tahun di Ertopa, ingin tahu siapakah mereka itu, dan
apakah kedudukan mereka dalam masyarakat Eropa, dan apa yang telah
mereka sumbangkan untuk mengurangi benturan antara Islam dan Non
Islam di Eropa dan dunia.
Kemarin terjadi peristiwa berdarah di Kashmir, dimana puluhan umat
Hindu tewas. Ini contoh soal.
DH
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

