di indonesia, membuat isu panas yg bernuansa etno-religius itu
sangat mudah...
secara umum, hampir semua negara di dunia tidak ada yg tidak
rasis.
misalnya kerusuhan di solomon isles 2 minggu lalu, orang cina
kena getah akibat isu politik.
di sidney, kerusuhan yg menimpa warga keturunan lebanon
(lebs) dilakukan oleh orang2 arya (bule).
di perancis, orang2 keturunan arab dan afrika jg dimusuhi,
bahkan oleh pemerintah lokal/ nasional.
di daerah israel, palestina arab dan yahudi main bacok2an
selama lebih dari 1000 tahun.
di RRC, orang2 yg ingin pergi ke gereja dan masjid pun sering
diintimidasi oleh aparat agar kembali menjadi atheis.
di thailand selatan/ pattani, jemaah budhis dan muslim saling
gempur, dan sudah memakan korban lebih dari 1000 orang dari
kedua belah pihak.

kenapa hal ini terus menerus terjadi?
konsep iklan United Colors of Benetton sepertinya tidak akan
pernah berjalan selama kita manusia selalu saling curiga, dan
kalau ada kejadian2 politik dan kriminal, kita masih bicara
dalam hati "ah dasar cina, ah dasar batak, ah ambon luh, ah
sunda lu, jawa lu, bule lu, item lu, sipit lu! kristen tuh, islam tuh,
hindu tuh "...

iya kan?
CMIIW...



--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> HARIAN ANALISA
> Edisi Rabu, 10 Mei 2006
>
> Wapres Minta Masyarakat Makassar Tak Bertindak Sendiri
>
>
>
> Jakarta, (Analisa) Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta
masyarakat Makassar untuk tak melakukan tindakan sendiri
sehubungan dengan adanya penemuan jenasah, Sariani (20)
pembantu rumah tangga di rumah keluarga Wandi (20) yang
terletak di Kompleks Pelita Marga mas.
>
> "Saya minta semuanya dikembalikan ke proses hukum. Dan
agar masyarakat tidak melakukan tindakan sendiri yang akan
menyulitkan masyarakat sendiri," kata Wapres ketika
memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (9/5),
sehubungan perkembangan situasi di Kota Makassar, Sulawesi
Selatan.
>
> Menurut Wapres, aparat kepolisian dipercaya akan bisa
melakukan tindakan tegas atas kasus tersebut. Wapres juga
mendukung setiap upaya tindakan tegas yang diambil aparat
kepolisian.
>
> Menurut Wapres yang juga berasal dari daerah Sulsel,
kejadian seperti ini sebenarnya telah berkali-kali terjadi di kota
Makassar.
>
> Oleh karenanya ia mengharapkan hal itu tidak terulang
kembali. "Yang bersalah harus dihukum keras. Saya percaya
aparat hukum akan berikan hukuman yang keras," katanya.
>
> Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengaku sudah
menelepon Kapolda maupun Gubernur Sulsel dan mendukung
setiap upaya untuk melakukan tindakan-tindakan tegas.
>
> Ketika ditanya mengenai tindakan mahasiswa yang
melakukan penahanan terhadap warga masyarakat keturunan
Tionghoa, Wapres meminta agar para mahasiswa tak bertindak
melampaui batas.
>
> "Jangan para mahasiswa bertindak melampaui polisi. Jangan
ingin menegakkan hukum dengan melanggar hukum," kata
Wapres tegas.
>
> Wapres dengan nada mengharapkan masyarakat di kota
asalnya tersebut bisa menahan diri dengan tak ikut terpancing
melakukan tindakan yang justru merugikan masyarakat sendiri.
Selain aparat keamanan, menurut Wapres, masyarakat juga
diminta untuk ikut menjaga situasi di lapangan.
>
> "Saya sudah dapat laporan dari Kapolda, aparat sudah turun
dan yang paling harus menjaga keamanan adalah masyarakat
itu sendiri," kata Wapres.
>
> Ribuan warga asal Makasasr yang umumnya asal Kabupaten
Sinjai, Sulawesi Selatan, mengepung kompleks pertokoan
Pelita Marga Mas di Jalan Gunung Latimojong, Kota Makassar,
Selasa siang, yang kebanyakan dihuni warga Indonesia
keturunan Tionghoa, menyusul penemuan jenazah Sariani (20),
seorang pembantu rumah tangga keluarga Wandi dalam
keadaan sudah membusuk.
>
> Keterangan yang dikumpulkan Antara dari lokasi kejadian,
Sariani, asal Sinjai, Sulawesi Selatan, adalah pembantu rumah
tangga di rumah keluarga Wandi (20) yang terletak di Kompleks
Pelita Marga mas. Ia ditemukan tewas dan jenazahnya sudah
membusuk pada Selasa pagi.
>
> Polisi kemudian segera mengamankan Wandi, sementara
berita tersebut mulai tersiar sampai ke Sinjai sehingga ribuan
warga kemudian mengepung kompleks itu.
>
> Bahkan ada laporan, ratusan warga asal Sinjai yang hendak
masuk ke Kota Makassar Selasa petang berhasil dikendalikan
di perbatasan Kabupaten Gowa dan Takalar. (Ant)
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke