http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006051003264815

      Rabu, 10 Mei 2006
    
      BURAS
    
    
    
    
Jurus Sapujagat!

      
      H. Bambang Eka Wijaya:



      LEWAT tengah malam para cantrik mengintip dari celah geribik padepokannya, begawan tengah mengajarkan jurus sapujagat pada para asisten senior begawan.

      "Itu jurus pamungkas, menyelesaikan segala masalah!" bisik Gundul, salah satu cantrik.

      "Tapi mereka cuma jalan-jalan!" sambut temannya.

      "Masih cari angin!" jawab Gundul. "Kekuatan jurus sapujagat pada pusaran angin!"

      "Pantas, sejak elite Lampung mengamalkan jurus sapujagat, memecahkan segala macam masalah dengan jalan-jalan, pusaran angin puting beliung muncul di mana-mana, dari Way Kandis, Bandar Lampung, ke Lampung Selatan, hingga ke Tulangbawang!"

      "Pelan bicaranya!" bisik Gundul. "Ingat pelajaran di kelas tadi tentang decoupling?"

      "Ingat, terjadinya pemisahan antara jurus yang satu dan jurus-jurus lain!" jawab teman. "Tapi kenapa asisten begawan memberi contoh decoupling pada ekonomi, menguatnya rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) terbukti terpisah dengan pasar tenaga kerja dan pasar barang?"

      "Ia mengingatkan persamaan cantrik dengan ekonom, setiap masalah atau situasi punya jurus khusus untuk mengatasinya!" jelas Gundul. "Contoh tadi itu, sektor keuangan menguat tapi pengangguran dan PHK baru terus bertambah, nilai riil upah buruh triwulan pertama 2006 turun 12,14 persen, penjualan produk industri merosot--retail turun sampai 50 persen, otomotif 39 persen, elektronik 22 persen, dan seterusnya!" (Hendri Saparini, Sindo 8-5)

      "Kenapa masalah decoupling ditegaskan, padahal begawan punya jurus sapujagat sebagai pamungkas?" kejar teman.

      "Karena mayoritas kita belum tentu ada yang mampu menguasai jurus sapujagat!" tegas Gundul. "Jadi, agar kita mampu mengatasi setiap masalah yang muncul, dipertegas soal decoupling!"

      "Berarti, tak semua asisten begawan yang ikut belajar jurus itu bakal berhasil?" kejar teman. "Dan di antara mereka seperti elite Lampung, asal jalan-jalan, dapat-tidak jurus sapujagat urusan nanti! Jurus sapujagat yang dicari elite itu wujudnya apa?"

      "Investasi!" tegas Gundul. "Tapi seperti jurus sapujagat di padepokan, tirakat untuk mendapatkannya banyak sekali! Mulai tirakat menciptakan kondisi tubuh yang sesuai untuk jurus sapujagat, yakni penciptaan iklim yang kondusif buat investasi! Membuat birokrasi bersih KKN dan di lapangan bebas pungli, menyiapkan infrastruktur--jalan, listrik dan pelabuhan yang memadai dan lancar, faktor keamanan hingga tanpa gangguan dari preman sampai warga lokasi proyek, insentif perpajakan, dan buruh yang tenang!"

      "Sebagai jurus sapujagat, investasi tampak butuh waktu!" timpal teman.

      "Selain penciptaan iklim yang kondusif buat investasi butuh waktu, dari kajian kelayakan sampai investor masuk, kemudian realisasi investasi, prosesnya panjang!" tegas Gundul. "Sementara menunggu semua itu, berbagai tuntutan jurus lain yang terus merosot tadi sudah stroke! Kalau sudah begitu, investasi tak ampuh lagi sebagai jurus sapujagat!" ***
    


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke