--- In [email protected], "Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah, kalau Dewa Eropa Timur sudah turun gunung berarti tidak main-
main lagi!
> Apakabarnya Bung Bismo, semoga Anda sekeluarga sehat dan sejahtera.
>
> Kita tidak bisa membandingkan situasi & kondisi negara yang satu
dengan di
> negara lain. Jangankan dengan negara Eropa dengan sesama negara
Asia saja
> sudah jauh beda.
> Ambil Filipina misalnya, walaupun beberapa kali mengalami
pertikaian
> politik, bahkan upaya kudeta kelompok militer yang dipimpin oleh
Kol. Gringo
> Honasan, namun aksi oposisi apakah itu dari kalangan militer atau
peoples
> power tidak pernah berdarah-darah dan biasanya selalu
berakhir "happy
> ending".
>
>
> Berbeda dengan pertentangan politik dinegara kita, dimana konflik
sejarah
> selalu berlanjut menjadi bentrok massa berkepanjangan dan habis-
habisan.
> Sejak beberapa tahun trakhir sering terjadi pertikaian massa,
antar kampung
> atau RW, hanya karena urusan sepele bisa berkembang menjadi bakar-
bakaran
> rumah.
> Akhir-akhir ini, "hawa" disini sedang panas. Semangat superior
suku,
> kelompok dan agama sudah ditingkat yang sangat extrim sekali,
menjurus ke
> fundamentalisme radikal.
> Ditambah lagi dengan faktor krisis sosial-ekonomi dan law
enforcement yang
> lemah, kelompok masyarakat mudah ikut turun kejalan untuk maksud
dan tujuan
> yang berbeda.
>
> Saya kira semua pihak sudah bisa mengkalkulasi risk faktor dan
collateral
> damage, apabila terjadi khaos.
> Saya yakin, pada saat ini untuk menyelesaikan sengketa atau
perselisihan,
> bukanlah dengan cara peoples power, class action atau aksi massa
turun
> kejalan.
>
> Tapi ini semua cuma pendapat pribadi sebagai orang awam, mari kita
tunggu
> saja dan lihat perkembangan selanjutnya.
>
>
> Wassalam, yhg.
> -------------------
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: BDG Kusumo
> To: [EMAIL PROTECTED] ; HKSIS-Group ; Post MediaCare ;
Post
> PPIIndia ; Posting Hankam ; Posting IndoUsaMil ; Posting Marinir
TNI/AL ;
> Posting Tionghoa-net ; Posting Wahana-news ; Posting X-PPI '77-'87
> Cc: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, May 09, 2006 4:47 PM
> Subject: [Marinir] Re: [nasional-list] Re:YapHG ==> Rekomendasi
KTTTripartit
> Nasional, 19 Jan '06
>
> Sebelumnya mohon maaf untuk nimbrung diantara dua
pendekar "langitan" di
> jagad maya yang perbincangannya selalu bersifat inspiratif.
>
> Menurut saya pertemuan Tripartite memang telah macet, details nya
saya tidak
> tahu, karena kurang info. Terimakasih untuk Bung YHG untuk
Rekomendasi yg
> dilampirkannya, namun menurut saya rekomendasi itu sangat umum
sifatnya. Dan
> terasa memihak pada kelompok majikan dan juga pemerintah, sebagai
wakil
> negara yang seharusnya netral dalam mengatur ranah yang pelik ini.
>
> Kepemihakan itu mencuat di ad 2 dlm formulasi "menolak
keterlibatan
> pihak-pihak yang tidak terkait". Sebagai bukan pakar
ketenagakerjaan, saya
> belum lama ini di Eropa mau tak mau mengikuti demo jutaan
mahasiswa, buruh
> dan massa partai-partai kiri, terutama sosialis dibanyak kota
besar Prancis.
> Pasalnya, pemerintah terkini yang kanan, dlm kaitan Eropa terutama
yang
> pro-majikan dan konservatif, berulah untuk mengubah UU terkait
dengan
> ketentuan bahwa karyawan muda yang mulai bekerja
> dapat di PHK segera tanpa tenggang waktu yg biasa. Ini menurunkan
jutaan
> (dlm satu hari pernah berjumlah 5 juta, menurut media). Sangat
banyak
> melihat pendudukk Prancis yg "hanya" 80 juta, dibanding dengan
Indonesia.
> Akhirnya pemerintah MUNDUR dari usulnya tsb, PM nya "linglung"
karena pemilu
> sudah tidak jauh lagi.
>
> Demikian juga di Rep Ceko, tahun yang lalu sebuah "gebrakan"
kelompok
> majikan bersama partai-partai kanan supaya karyawan, jadi bukan
hanya buruh,
> dapat di PHK tanpa disebut alasannya, dapat digagalkan RUU nya di
DPR oleh
> aliansi partai-partai kiri, terutama sosialis. Pemerintah, yg
telah 8 thn
> dipimpim oleh Partai Sosdem, dalam tripartite tentu harus netral.
>
> Singkatnya, dalam level nasional industrial relations
adalah "politicum" par
> exellence, urusan politik 100%, karena ini menyangkut
penyelenggaraan negara
> dalam ranah urusan-urusan umum (publik) dimana hubungan kerja
sangat penting
> supaya negara dan rakyatnya itu bisa hidup nyaman. Memisahkan
industrial
> relations dari politik sangat tidak bijaksana, dan kontra-
produktif. Sangat
> mungkin setelah dapat melalui DPR dibuat UU Kerja yang modern,
adil dan
> mutually beneficial, dan tentu berlaku untuk seluruh negara, lalu
di
> masing-masing perusahan industrial relations itu dapat bersifat
100% urusan
> terkait. Tetapi kalau terjadi sengketa, ini dapat merembet juga
ketingkat
> nasional dengan segala dampaknya.
>
> Saya setuju dengan pendapat Dr. Arief Budiman bahwa dua hal itu
memang
> saling terkait, dan betul juga bahwa seharusnya sudah ada parpol
di DPR yang
> langsung menyatakan komitmennya untuk berpihak pada kaum buruh
dalam arti
> membereskan secara adil UU dan segala peraturan yang diperlukan.
Masalah
> besar sekarang ialah kenyataan "kooptasi" DPR oleh pemerintah,
sehingga
> jalur demokrasi pun macet, prinsip dalam sistem check and balance
dihapus,
> lalu industrial relations, dan mungkin banyak masalah lagi, akan
harus
> "turun kejalan" untuk mencari solusinya.
>
> Situasi begini dapat menjurus seperti yang baru terjadi di
Thailand, sampai
> PM nya mundur, atau seperti dulu Marcos di Filipina harus lengser
juga.
>
> Sekian dulu, dengan salam tabik,
> Bismo DG
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

