----- Original Message -----
From: "al-palagani" <palagani@>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, May 11, 2006 1:18 PM
Subject: [daarut-tauhiid] Teks Surat Presiden Iran (bhs Indonesia)
> Surat Ahmadinejad Kepada George W Bush
> ---------------------------------------------------------
>
>
> Tuan George. W. Bush Presiden Amerika Serikat...
>
> Dalam beberapa waktu Saya sempat berpikir, bagaimana bisa
> kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam kancah dunia
> internasional ini, di mana masyarakat dan pada khususnya di
> kalangan politik dan mahasiswa, dapat di benarkan. Banyak sekali
> pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tak terjawab. Karena
> itu saya kemudian memutuskan agar sebagian dari kontradiksi dan
> pertanyaan-pertanyaan itu bisa saya tanyakan. Mungkin akan ada
> kesempatan untuk membenarkan masalah tersebut.
>
> Apakah bisa; pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah satu Nabi besar
> ilahi dapat berpegang teguh dengan hak-hak asasi manusia
> dengan menjadikan Liberalisme sebagai model peradaban dengan
> memperluas persenjataan nuklir dan pembunuhan massal untuk
> menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan peperangan
> melawan terorisme sebagai slogannya?
>
> Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu dan
> universal tetap harus diusahakan. Sebuah masyarakat yang akan
> diperintah oleh Nabi Isa A.S. dan orang-orang baik di muka bumi.
>
> Namun pada saat yang sama;
>
> Negara-negara diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan
> orang-orang dan nilai-nilai kemudian runtuh. Sebagai contoh,
> hanya dikarenakan adanya sebuah kemungkinan keberadaan
> beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa, kota atau bersama
> sebuah iring-iringan, seluruh desa, kota dan iring-iringan harus
> dibabat habis.
>
> Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah massal
> di sebuah negeri lalu negeri tersebut dikuasai? Sekitar ratusan ribu
> masyarakat negara itu harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian
> dan industri rusak dan sekitar 180.000 pasukan militer tinggal di
> sana.
>
> Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat telah
> dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari 50 tahun sebuah
> negara menjadi terkebelakang. Dengan anggaran belanja seperti
> apa? Dengan menghabiskan miliaran dolar dari harta kekayaan
> sebuah negara dan sebagian negara yang lain atau dengan
> mengirimkan puluhan ribu pemuda sebagai pasukan penyerang.
> Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta menjauhkan
> mereka dari keluarganya, mengotori tangan mereka dengan darah
> orang lain, menekan jiwa mereka sehingga setiap hari sejumlah
> dari mereka melakukan tindakan bunuh diri. Ketika mereka kembali
> ke negara mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai
> dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh
> dan jenazah mereka telah diterima oleh keluarga mereka.
>
> Hanya dengan alasan adanya senjata pemusnah massal, sebuah
> tragedi besar telah tercipta baik untuk masyarakat yang negaranya
> dijajah atau penjajah. Sementara pada akhirnya jelas bahwa
> senjata pemusnah massal tidak pernah ada.
>
> Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang diktator
> dan pembunuh. Namun tujuan peperangan yang dilakukan bukan
> untuk menumbangkannya tapi usaha untuk menemukan senjata
> pembunuh massal yang sudah diumumkan sebelumnya. Saddam
> dalam rangkaian ini telah tumbang. Masyarakat sekitarnya merasa
> senang dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang
> dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela oleh Barat.
>
> Tuan Presiden...
>
> Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang dosen.
> Mahasiswa saya sering mempertanyakan bagaimana aksi-aksi
> yang ada ini disesuaikan dengan nilai-nilai yang telah disampaikan
> di awal surat saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi
> perdamaian dan kasih sayang?
>
> Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang tidak bakal
> diadili secara adil, tidak memiliki akses untuk mendapat pembelaan
> dari seorang pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan
> untuk melihat mereka dan di luar dari negaranya sendiri diisolir
> sementara tidak ada pengawasan internasional untuk mereka.
> Tidak jelas posisi mereka; apakah mereka adalah dipenjara,
> tawanan perang, tertuduh ataukah orang-orang yang telah
> dihukum?
>
> Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya penjara-penjara
> misterius di Eropa. Saya tidak dapat menerima penculikan dan
> penahanan orang-orang di penjara-penjara misterius itu tanpa
> adanya sebuah sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya
> tidak pernah mengerti bagaimana aksi-aksi yang telah dilakukan
> sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya sebutkan di atas. Dengan
> ajaran-ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi manusia
> ataukah dengan nilai-nilai Liberalisme?
>
> Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak
> mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel. Pasti
> sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah Anda dengar. Dalam
> sejarah tercatat banyak negara yang telah dijajah. Namun salah
> satu fenomena kontemporer masa kita adalah sebuah
> pembentukan negara baru dengan masyarakat yang baru pula.
>
> Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak pernah ada
> negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen dan peta geografi
> dunia yang lama ditunjukkan oleh mereka sambil berkata, kami
> telah berusaha sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak
> menemukan sebuah negara yang bernama Israel.
>
> Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi tentang
> perang dunia pertama dan kedua. Sekali waktu seorang
> mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua puluhan juta
> manusia tewas. Berita-berita perang dengan cepat disebarkan dari
> kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing memberitakan
> kemenangannya dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia
> kedua selesai mereka mengklaim bahwa ada enam juta orang
> Yahudi tewas. Enam juta orang yang sekurang-kurangnya dari dua
> juta kepala keluarga.
>
> Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah kesimpulan
> logisnya adalah pembentukan sebuah negara Israel di kawasan
> Timur Tengah dan atau membela mereka habis-habisan?
> Bagaimana menganalisa dan menginterpretasikan fenomena
> semacam ini?
>
> Tuan Presiden...
>
> Anda pasti telah mengetahui dengan anggaran belanja dan
> pesan-pesan yang seperti apa sehingga Israel terbentuk;
> ・ Dengan terbantainya ribuan jiwa.
> ・ Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli kawasan.
> ・ Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun
> dan penghancuran kota-kota dan tanah-tanah subur.
>
> Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa pembentukan saja.
> Sangat disayangkan selama 60 tahun hal ini berjalan dan akan
> terus berlanjut.
>
> Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan
> terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan, rencana teror
> tokoh-tokoh Palestina dengan terlebih dahulu mengumumkannya
> serta memenjarakan ribuan orang-orang Palestina. Fenomena ini
> pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan sulit dicari
> tandingannya maka tentunya tidak ada bandingannya.
>
> Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat adalah ini.
> Mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela?
>
> Apakah pembelaan rezim yang semacam ini merupakan salah satu
> ajaran Nabi Isa A.S. atau sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?
>
> Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri di
> tanah Palestina kepada pemilik aslinya baik yang tinggal di
> Palestina maupun di luar dan baik mereka itu Islam, Yahudi dan
> atau Kristen, bertentangan dengan demokrasi, hak-hak asasi
> manusia dan ajaran-ajaran para Nabi?
>
> Bila tidak bertentangan mengapa usulan referendum tidak pernah
> disetujui?
>
> Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah terbentuk
> pemerintahan di tanah Palestina. Semua pengawas yang tidak
> memihak mengukuhkan bahwa pemerintah terpilih dipilih oleh
> rakyat. Dengan tanpa disangka pemerintah terpilih ditekan
> sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel dan tidak
> lagi meneruskan perjuangan serta melanjutkan program
> pemerintah sebelumnya.
>
> Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal mengumumkan
> kebijakannya seperti yang diinginkan, apakah masyarakat
> Palestina akan memilih mereka? Apakah sikap yang semacam ini
> di hadapan pemerintah Palestina sesuai dengan nilai-nilai di atas?
> Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa resolusi PBB
> yang telah diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap Israel
> selalu diveto?
>
> Tuan Presiden...
>
> Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya
> hubungan dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur
> Tengah, yang dengan berbagai bentuk, melakukan hubungan
> dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda yang ada ini tidak
> sesuai dengan logika apapun. Bukti-bukti menunjukkan bagaimana
> kebanyakan masyarakat di kawasan dari hari ke hari semakin
> marah dengan kebijakan yang dilakukan.
>
> Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan,
> namun saya ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.
>
> Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan
> Timur Tengah dianggap dan di promosikan sebagai ancaman
> terhadap rezim Israel? Apakah usaha ilmiah dan penelitian bukan
> merupakan hak-hak dasar masyarakat?
>
> Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain
> abad pertengahan pada bagian mana dari sejarah dan di mana,
> kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan?
> Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu dan
> teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk
> menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian
> adalah benar, maka seluruh ilmu harus ditentang bahkan fisika,
> kimia, matematika, kedokteran, arsitektur dan lain-lain.
>
> Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya
> tidak ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan
> adalah hal yang tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila
> orang lain berdusta terhadap Anda.
>
> Tuan Presiden...
>
> Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk
> mempertanyakan mengapa selalu ada usaha untuk tidak
> menyetujui pemerintahan terpilih dari rakyat dan pada saat yang
> sama adanya pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan
> kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa ancaman selalu
> diarahkan kepada mereka?
>
> Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja,
> kreatif dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam
> menjamin kebutuhan dan kemajuan materi dan maknawi
> masyarakat dunia. Kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar
> Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat memainkan peran
> penting tersebut.
>
> Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa
> kekayaan luar biasa dan barang tambang mereka dijarah padahal
> mereka lebih membutuhkan dari orang lain? Apakah aksi-aksi
> semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan hak-hak asasi
> manusia?
>
> Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak
> pertanyaan. Salah satunya; Kudeta 28 Murdad terhadap
> pemerintahan waktu itu pada lima puluh dua tahun yang lalu,
> berhadap-hadapan dengan revolusi Islam dan menjadikan
> kedutaan Amerika menjadi markas besar, dengan memiliki ribuan
> dokumen, yang membela mereka yang tidak setuju dengan
> Republik Islam, melindungi Saddam Husein dalam perang
> terhadap Iran, penembakan pesawat penumpang Iran,
> menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-ancaman yang
> semakin meningkat dengan menunjukkan ketidaksetujuan serta
> kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi serta nuklir
> masyarakat Iran, padahal semua orang Iran gembira dengan
> kemajuan negara mereka dan mengadakan acara untuk
> keberhasilan mereka. Masih banyak lagi pertanyaan yang
> semacam ini dan untuk menjelaskannya di surat ini tidak saya
> cantumkan.
>
> Tuan Presiden...
>
> Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang
> mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di
> bagian mana saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat
> disayangkan. Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa
> kebencian terhadap pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan
> belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.
>
> Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta dan
> kehormatan rakyatnya. Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda
> memiliki sistem keamanan, penjagaan dan informasi yang luas dan
> canggih. Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun
> diburu. Operasi 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah
> konsep dan pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa
> kerja sama dengan sistem informasi dan keamanan dan atau
> pengaruh yang luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya
> sebuah kemungkinan dari orang-orang yang berpikiran logis.
> Mengapa sisi-sisi lain dari kejadian ini tetap misterius? Mengapa
> tidak ada penjelasan resmi bahwa siapa yang bertanggung jawab
> atas kelalaian ini? Dan mengapa para pelaku dan mereka yang
> lalai tidak diumumkan dan dihukum?
>
> Tuan Presiden...
>
> Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan
> dan ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan
> negara-negara tetangga poros krisis dunia selama bertahun-tahun
> tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan.
>
> Setelah peristiwa 11 September bukannya meredam jiwa dan
> menenangkan mereka yang terkena musibah. Masyarakat Amerika
> adalah yang paling menderita akibat kejadian tersebut sementara
> sebagian dari media Barat malah membesar-besarkan kondisi
> tidak aman dan senantiasa mengabarkan adanya kemungkinan
> serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar masyarakat
> senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir. Apakah ini namanya
> melayani rakyat Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari
> ketakutan dan kekhawatiran dapat dihitung?
>
> Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal ada serangan. Di
> jalanan, tempat kerja dan di rumah mereka merasa tidak aman.
> Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media
> bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan
> memberikan keamanan malah mengabarkan ketidakamanan?
>
> Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini sebagai
> fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah
> begini kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait
> dengan media.
>
> Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi yang benar
> dan menjaga amanat dalam menyebarkan berita adalah dasar
> yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk
> mengucapkan dan mengumumkan rasa penyesalan yang dalam
> atas ketiadaan rasa tanggung jawab sebagian media Barat dengan
> kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah adanya senjata
> pemusnah massal. Tema ini diulang-ulang sedemikian rupa
> sehingga masyarakat percaya dan menjadi dasar untuk menyerang
> Irak.
>
> Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi yang dibuat-buat
> dan berisi kebohongan?
>
> Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai dengan tolok ukur
> yang telah dijelaskan sebelumnya?
>
> Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?
>
> Tuan Presiden...
>
> Di semua negara masyarakatlah yang menanggung anggaran
> belanja negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka.
> Pertanyaannya di sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar
> dolar pengiriman pasukan ke Irak apa yang didapat oleh
> masyarakat?
>
> Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian
> Amerika masyarakat hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak
> memiliki rumah. Pengangguran adalah masalah besar dan
> masalah ini kurang lebih terjadi juga di negara-negara lain. Apakah
> dalam kondisi yang seperti ini pengiriman sejumlah besar pasukan
> dan itu pun dengan anggaran luar biasa dari masyarakat dapat
> dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang telah disebutkan
> sebelumnya?
>
> Tuan Presiden...
>
> Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan
> masyarakat dunia; kawasan kami dan masyarakat Anda. Namun
> maksud asli saya yang setidak-tidaknya akan Anda benarkan
> sebagai berikut:
>
> Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya
> berkuasa. Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam
> sejarah. Dan di masa depan, dekat atau jauh, senantiasa dinilai.
> Masyarakat akan berkata, dalam periode kita ini apa yang telah
> terjadi.
>
> Apakah untuk masyarakat kita menyiapkan keamanan dan
> kesejahteraan atau ketidakamanan dan pengangguran.
>
> Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya
> kelompok khusus yang ingin kita lindungi. Itu pun dengan harga
> kemiskinan dan kepapaan sebagian besar masyarakat dunia.
> Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan sekelompok kaum
> minoritas dengan segala kekayaan dan pangkat dan kerelaan
> mereka ketimbang kerelaan Tuhan?
>
> Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin
> ataukah kita tidak memandang sedikit pun kepada mereka.
>
> Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia ataukah
> dengan memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal
> terhadap urusan sebuah negara dan dengan mengadakan sel-sel
> yang menakutkan memenjarakan sebagian orang di sana?
>
> Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya perdamaian dunia
> ataukah kita menyebarkan ancaman dan kekerasan di seluruh
> dunia?
>
> Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan
> masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran
> yang telah diputarbalikkan.
>
> Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah pembela para
> penjajah dan penzalim?
>
> Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian,
> mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani
> masyarakat, kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga
> kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah kekuatan
> persenjataan, ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya
> perhatian kepada masyarakat, menahan lajunya kemajuan
> masyarakat dunia dan merusak hak-hak manusia?
>
> Pada akhirnya mereka akan berkata, apakah kita masih setia
> dengan sumpah yang kita ucapkan dalam rangka melayani
> masyarakat dan perjanjian asli kita dan ajaran-ajaran para Nabi
> ataukah tidak?
>
> Tuan Presiden...
>
> Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan
> proses yang semacam ini dunia akan menuju kemana?
> ・ Sampai kapan masyarakat dunia harus menanggung beban
> keputusan-keputusan tidak benar dari para penguasa?
> ・ Sampai kapan cakrawala ketakutan harus dihadapkan kepada
> masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal?
> ・ Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan laki-laki harus
> mengalir di atas batu-batu jalanan dan rumah-rumah mereka
> harus dihancurkan?
>
> Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini?
>
> Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat
> berlangsung terus?
>
> Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai
> keamanan, pertahanan, pengiriman pasukan dialokasikan sebagai
> modal dan bantuan bagi negara-negara miskin, pengembangan
> kebersihan, berperang melawan berbagai macam penyakit,
> penghijauan dan pengentasan kemiskinan dan keterbatasan,
> menggalang perdamaian, menghilangkan perselisihan antar
> negara-negara, menghilangkan peperangan kabilah dan ras dan
> lain-lain. Dapat dibayangkan bagaimana dunia sekarang? Dan
> apakah pemerintahan dan rakyat Anda tidak merasa bangga
> dengan ini?
>
> Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda
> tidak akan semakin kokoh?
>
> Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus
> mengucapkan apakah ada kenaikan tingkat kebencian masyarakat
> dunia terhadap pemerintah Amerika?
>
> Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan
> seorang pun.
>
> Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Ismail, Yusuf dan
> atau Nabi Isa A.S. hadir di dunia ini dan dengan melihat perilaku
> yang semacam ini apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan,
> dunia yang diliputi oleh keadilan dengan kehadiran Nabi Isa A.S.
> akan memberikan kita peran? Apakah mereka akan menerima
> kita?
>
> Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang lebih baik dalam
> pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?
>
> Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang
> Islam dan jutaan lagi orang pengikut Nabi Musa A.S. Semua
> agama ilahi dalam satu kalimat bersatu dan itu adalah kalimat
> tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan Yang Esa dan selain Dia tidak
> ada tuhan di dunia ini.
>
> Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang satu ini dan ia
> memanggil semua pengikut agama ilahi dengan kalimat ini. Allah
> berfirman:
>
> "Katakanlah : "Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat
> (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu,
> bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan
> Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan
> sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah." (Ali
> Imran: 64)
>
> Tuan Presiden...
>
> Berdasarkan firman ilahi kita semua diajak untuk menyembah Allah
> Yang Esa dan mengikuti utusan-utusan ilahi.
>
> " Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa yang Maha kuasa dan
> berkuasa atas segala sesuatu", Allah Yang Maha Mengetahui
> hal-hal yang tersembunyi dan tampak, dahulu dan akan datang dan
> Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia
> mencatat amalan mereka", "Tuhan Sang pemilik langit dan bumi
> dan semua alam di bawah kekuasaan-Nya", "Pengaturan seluruh
> alam di tangan-Nya dan Ia memberikan janji untuk mengampuni
> dosa-dosa hamba-Nya", Ia penolong mereka yang terzalimi dan
> musuh mereka yang menzalimi", Dia Maha Pengasih dan
> Penyayang", "Ia penolong kaum mukminin dan Ia menuntun
> mereka dari kegelapan kepada keterang-benderangan", "Ia
> mengawasi perbuatan hamba-hamba-Nya", " Ia menyerukan
> hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik dan menginginkan
> agar mereka berbuat berdasarkan kebenaran dan untuk tetap
> istiqamah dalam kebenaran", " Allah menyerukan agar
> hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia sebagai
> saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya", "Puncak
> keburukan terkait dengan orang-orang yang menginginkan
> kehidupan yang terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti
> perintah-Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah", "Puncak
> kebaikan dan surga yang kekal hanya akan diberikan kepada
> hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan keagungan ilahi dan
> tidak mengikuti hawa nafsunya".
>
> Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah
> satu-satunya jalur kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar
> bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya akan
> janji ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka
> bumi.
>
> Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah salah satu Nabi
> besar ilahi. Dalam al-Quran Nabi Isa mendapat penghormatan
> yang luar biasa dan ini adalah ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil
> oleh al-Quran:
>
> "Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka
> sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus."
> (Maryam: 36)
>
> Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua
> para Nabi. Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika,
> dan negara-negara kepulauan, seluruh dunia hanya satu Tuhan
> dan itu adalah Tuhan yang memberikan hidayah dan menginginkan
> kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya dan memberikan
> kehormatan kepada umat manusia.
>
> Dan dalam firman Allah: "Allah Yang Maha Mengetahui dan Tinggi
> mengutus para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan
> mukjizat untuk memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan itu
> agar mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran ilahi kepada
> manusia. Dengan begitu manusia dapat disucikan dari dosa. Allah
> mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat menegakkan
> keadilan dan dapat meninggalkan orang-orang yang berbuat zalim".
>
> Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip ada di kitab suci.
>
> Para Nabi dan utusan ilahi memberikan janji:
>
> Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan
> Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang
> berbuat baik akan diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat
> buruk akan menanggung perbuatannya dengan menerima siksa
> ilahi. Saya berpikir bahwa kita berdua sama meyakini akan hari itu.
>
> Tentunya perhitungan para penguasa tidak akan ringan. Hal itu
> karena harus menjawab kepada masyarakat dan semua orang
> atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dan memiliki
> dampak dalam kehidupan mereka.
>
> Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan
> prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, menjaga harkat dan
> martabat manusia bagi seluruh manusia.
>
> Bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan kepada Tuhan,
> keadilan, menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan manusia
> dan hari akhir, apakah tidak bisa menyelesaikan problema dunia
> sekarang yang diakibatkan oleh kejauhan dari ketaatan kepada
> Allah dan ajaran-ajaran para Nabi, dengan prinsip itu dengan lebih
> baik dan indah?
>
> Apakah keyakinan akan prinsip-prinsip ini tidak memperluas dan
> menjamin perdamaian, persaudaraan dan keadilan?
>
> Apakah prinsip-prinsip itu bukan merupakan ajaran tertulis atau
> tidak tertulis mayoritas masyarakat dunia?
>
> Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Kembali secara
> hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid dan keadilan,
> kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia dan
> kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya
>
> Tuan Presiden...
>
> Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada
> dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak
> menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan
> tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah
> banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana
> para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa
> ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang
> mengatur semua hal.
>
> Tuan Presiden...
>
> Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat diingkari?
> Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu
> dapat dibandingkan. Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan
> dimensi yang sangat luas.
>
> Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka
> tidak percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling
> berpengaruh pun di dunia.
>
> Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka
> tidak setuju dengan berkembangnya kondisi ini begitu juga dengan
> perang. Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan ganda.
>
> Masyarakat dunia protes akan adanya jurang pemisah yang dalam
> antara mereka yang kaya dan miskin dan antara negara yang
> sejahtera dan miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan
> moral yang semakin meningkat.
>
> Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa tidak puas karena
> basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga yang
> berantakan serta kasih sayang dan cinta kasih yang semakin
> luntur.
>
> Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu
> dikarenakan hak-hak mereka tidak dipertahankan.
>
> Liberalisme dan Demokrasi Barat tidak mampu mendekatkan
> manusia kepada idealisme mereka. Liberalisme dan Demokrasi
> adalah dua kata pecundang. Para pemikir dan cendekiawan dunia
> dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran dan sistem
> Liberal-Demokrasi.
>
> Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada
> sebuah fokus. Dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya
> masyarakat dengan tauhid dan berpegangan dengan ajaran-ajaran
> para Nabi akan dimenangkan atas masalah yang dihadapi.
> Pertanyaan penting dan serius saya di sini:
>
> Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?
>
> Tuan Presiden...
>
> Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan Allah
> dan keadilan dan kehendak Allah akan mengalahkan
> segala-galanya.
>
> Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk.
>
>
>
> Mahmud Ahmadi Nejad
> Presiden Republik Islam Iran
>
> Tehran 17-02-1384 / 07-05-2006
>
> Sumber:
> http://www.president.ir/ahmadinejad/cronicnews/1385/02/19/index-f.htm
>
>
> Sumber:
> http://islamalternatif.com/id/article.php?story=20060510123939633
> [Saleh L]
>
>
>
>
>
>
> ===================================================================
> Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar
> ===================================================================
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

