Mengapa Wanita Senang Pamer Bagian Tubuhnya?
Oleh ENGKING MUDYANA
MELIHAT gelagat kehidupan masa kini, kadang-kadang telontar pertanyaan, mengapa banyak orang, terutama perempuan (muda) yang senang memperlihatkan keindahan bagian tubuhnya? Padahal bagian-bagian tersebut biasanya ditutupi pakaian atau disembunyikan.
Di lain pihak, banyak orang, terutama pria (tua maupun muda) yang senang bahkan menikmati, tatkala melihat bagian tubuh lawan jenisnya yang terpamerkan.
Gejala memperlihatkan atau memamerkan kemolekan fisik tersebut tidak sukar untuk dijumpai. Berbagai media sering menyajikannya. Majalah, tabloid, koran, kalender, TV, iklan, dan sebagainya banyak memajangkannya.
Di kota-kota tertentu ada pertunjukan tari setengah telanjang, bahkan bugil sama sekali (striptease) baik untuk pria maupun wanita. Di bidang seni, gejala ini tercermin juga, misalnya dalam lukisan, fotografi, patung, dan lain-lain, yang mengandung unsur pesona kecantikan badaniah yang bisa membangkitkan birahi.
Di pantai-pantai, seperti di Waikiki (Hawai), Bondi (Australia), Pataya (Thailand), Kuta (Bali), Sardinia, Karibia dan banyak lagi, fenomena eksposisi ini lebih banyak lagi.
Di pelbagai kota dunia, kita bisa menemukan pajangan seperti itu, misalnya London ada Soho, di Amsterdam ada Red Light, di Kalifornia ada Las Vegas, di New York ada Peepy Shop, dan termasuk di Moskow, Shanghai bahkan di kota-kota Timur Tengah pun ada. Masyarakat sekarang bisa menjumpai dengan kasat mata fenomena pameran kemulusan ini, di mall, pasar, kantor, jalanan, restoran. Stasiun, termasuk di kampus, dan lain-lain. Tidak pantas untuk disebut mana bagian-bagian tubuh yang sering mereka ekspos, akan tetapi boleh dikata dari bagian atas, bagian tengah sampai bawah, bagian belakang, dan tentu bagian depan.
Terusik oleh pertanyaan di atas, penulis mencoba menyebarkan angket kepada sejumlah mahasiswa di sebuah PTS di Bandung, secara anonim. Usia mereka antara 18-22 tahun. Angket itu menanyakan pendapat mereka (responden) tentang sebab-sebab yang mungkin, menurut opini mereka, mengapa perempuan mau memamerkan keindahan bagian-bagian tubuhnya.
Jawaban mereka tersebut, dan bisa digolongkan menjadi sembilan katagori; dan bisa dilihat peringkat persentasenya, ditemukan lima katagori jawaban terbesar.
1. Bangga / senang dilihat / diperhatikan orang lain. 2. Tuntutan profesi (model, peragawati, dsb). 3. Faktor uang. 4. Mode / trend. 5. Popularitas. Sedangkan empat kategori jawaban yang persentasenya lebih kecil.1. Seni. 2. Balas dendam. 3. Terpaksa. 4. Nafsu.
Penulis menyadari bahwa hasil angket tadi, tidak merupakan jawaban yang bisa diandalkan, karena sampelnya tidak representatif dan jawaban mereka pun hanya opini! Sehingga bila ingin menggali motivasinya yang mendasar, perlu dilakukan riset yang benar-benar ilmiah.
Walaupun demkian hasil angket tadi palig tidak bisa dianggap sebagai petunjuk sebab-sebab simtomatik, dari fenomena pameran keindahan tubuh tadi.
Dari kacamata psikologi, penulis menemukan keterangan yang mengemukakan bahwa dalam diri seseorang terdapat dorongan / kecenderungan yang disebut exhibitionism, yakni dorongan untuk memamerkan bagian tubuhnya, terutama organ-organ vitalnya tentu saja arahnya untuk membangkitkan syahwat.
Dalam buku klasik Dicnonary of Psychology (ed, Howard C. Warren) ekshibisionalisme itu didefinisikan sebagai "kecenderungan (biasanya kompulsif) untuk memamerkan bagian tubuh yang memberahikan, terutama organ-organ seksual dengan tujuan membangkitkan gairah seksual". Dalam definisi ini tersirat bahwa ekshibisionisme itu ada pada perempuan maupun lelaki. Akan tetapi dalam keseharian yang kelihatan lebih jelas kiranya pada kaum hawa.
Dalam pada itu bisa saja kecenderungan tersebut tidak mereka sadari, karena causa primanya ada dalam alam tak sadarnya. Kecenderungan itu bersifat kompulsif, artinya sukar untuk dihindari atau ditolak.
Di lain pihak, sebagai pertanyaan kedua yang tertera di awal tulisan ini, mengapa banyak orang (biasanya pria) yang senang bahkan menikmati jika memandang kemolekan bagian-bagian badan lawan jenisnya.
Sekadar untuk memperoleh jawaban sementara teoritis, kita bisa menelaah rumusan dalam buku yang disebutkan di atas, yang menerangkan bahwa di samping ekshsbisionisme terdapat fenomena lain, yang disebut scopophilia, yaitu kenikmatan seksual yang didapatkan dengan melihat bentuk tubuh manusia, artikel tentang busana, dsb, atau dengan mengamati perilaku seksual."
Dengan memahami kedua kata kunci di atas. Ekshibisionisme dan scopophilia, barangkali kini kita agak mengerti, bahwa di dunia ini ada pihak yang senang menjadi pemamer, dan ada pihak yang senang, jadi penikmat.
Kemungkinan besar paradigma ini diterapkan oleh para perancang busana, pendesain iklan, penata rias, dunia modeling, sutradara film, dan lain-lain.
Tak ayal lagi pembuat film pun dapat memanfaatkannya. Lihat saja film Bay Watch. Memang panorama alami dalam film ini sangat menawan, pantai laut, langit dan sebagainya yang menakjubkan. Akan tetapi panorama insaninya kiranya jauh lebih menawan. Kemolekan badan para bintangnya, laki-laki, lebih- lebih bintang wanitanya yang cantik dan sensual sangat menawan penonton! Tidak kaget kita, jika diberi tahu bahwa film ini merupakan salah satu film yang penontonnya paling banyak di dunia. Tidak mustahil hal itu terjadi karena dorongan ekshibisionis di satu pihak dan dorongan scopophilia di lain pihak. ***
Penulis, dosen di beberapa PT
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

