sebagai orang iklan, saya tidak keberatan untuk tidak menjual
spot di acara2 yg dinilai seronok untuk para advertiser.
tapi masalahnya, si advertiser yg memilih sendiri iklannya mau
di-place diprogram2 mana...
jadi kalau mau demo atau memboykot, silahkan boykot si
advertiser alias produsen dr brand2 yg dimaksud...
misalnya produk2 unilever kan banyak beriklan di acara/
sinetron yg mengumbar aurat, silahkan demo di gedung graha
unilever di bilangan gatot subroto, jakarta.
dan utk sinetron2 dan program jorok nan seronok seperti
komedi malam dan fenomena, silahkan demo ke kantor2
produsen rokok misal hm sampoerna di jalan sudirman.
atau sekalian boykot pabrik nya, yg karyawannya sekitar 10.000
orang...
hehehe...
--- In [email protected], "Joko Andono"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ayoo...! Segera lakukan dan saya tunggu Efeknya, Bos.
He..he..he....(
> kayaknya ga bakal ngefek selagi duit itu masih enak rasanya )
>
> ----- Original Message -----
> From: "Moritis" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "LISI" <[EMAIL PROTECTED]>
> Cc: "'media dakwah'" <[email protected]>;
"'sabili'"
> <[EMAIL PROTECTED]>; "'padhang-mbulan'"
> <[EMAIL PROTECTED]>; "'Saksi'" <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[email protected]>
> Sent: Tuesday, May 16, 2006 1:48 PM
> Subject: [ppiindia] FW: Akhlaq Keluarga Anda tergantung dari
pembinaan dan
> karakter anda masing2, berdasarkan kebenaran sejati.
>
>
> > Pak Agus Nizami,
> >
> > Saya setuju nonton TV bisa merusak moral si penonton
seperti anda, dan
> saya
> > setuju banyak acara di TV yg. tidak bagus utk. dilihat, apapun
agama si
> > penontonnya.
> >
> > Maka saya usul, anda anjurkan teman2, anak, keluarga anda
semua untuk
> > masing2 dan secara bersama:
> >
> > 1) kontak ke stasiun2 TV yg. menayangkan program2 tsb.,
dan minta kepada
> > mereka, secara tertulis atau dg. demo yg. sopan (bukan dg.
membakar atau
> > merusak gedungnya, atau membunuh karyawan Tvnya,
karena itu nggak ada
> > gunanya), memprotes program2 tsb.;
> > 2) menghubungi semua perusahaan yg. pasang iklan
selama program2 tsb.
> > diputar di TV, supaya tidak lagi mengiklankan produk atau
pelayanannya di
> > TV2 tsb. lagi;
> > 3) minta kepada penduduk supaya tidak membeli produk2
atau menggunakan
> > pelayanan yg. diiklankan selama program2 bejat moral tsb.
ditayangkan;
> > 4) menuntut pemimpin rakyat dan pemerintah yg. mengurus
hal itu (Dept.
> > Komunikasi? Mass Media?) utk. tidak memberi ijin lagi kpd.
TV2 yg.
> > menayangkan program2, yg. bisa merusak moral rakyat yg.
kurang
> berpendidikan
> > dan mudah terkecoh;
> > 5) menuntut badan2 pendidikan, agama, sosial di
masyarakat utk. mendidik
> > rakyat melakukan kegiatan2 lain sehingga orang tidak
lengket mata dan
> > pantatnya didepan TV melulu (mis. olah raga, piknik,
pertandingan baca
> > nulis, puisi, dll.);
> > 6) pak Agus Nizami sendiri membentuk kelompok yg. aktif
dg. kegiatan2
> > positif dan berguna bagi rakyat (bukan hanya teori atau kata2
saja), mis.
> > bikin bisnis kecil, belajar hal2 yg. baru, membersihkan
perkampungan,
> parit,
> > sungai (mengumpulkan sampah), membantu anak yatim
piatu, ibu2 janda,
> jompo,
> > dll., sehingga anda tidak harus konsentrasi ngurusin
rusaknya program2 TV,
> > tapi energi, minat dan fokus anda terarah ke hal lain yg. lebih
positif
> dan
> > nyata hasilnya, tanpa pertumpahan darah dan nafsu;
> >
> > Bejat atau tidaknya moral seseorang pada dasarnya tidak
tergantung program
> > apa ada di TV, tapi terutama tergantung dari apakah orang
itu sudah punya
> > pegangan dan pandangan moral yg. benar, menurut hukum
Tuhan. Biarpun
> > seluruh dunia dan semua orang dan hal disekitar kita rusak,
bejat, tak
> > bermoral, berdosa, atau apapun, kalau diri kita kuat
imannya, kenapa goyah
> > karena TV? Kan dasar iman adalah Tuhan, dan Tuhan tidak
bisa digoyahkan.
> > Manusia yg. suka goyang2 imannya, kekuatan dari sumber
yang jahat
> tampaknay
> > lebih besar dan lebih menarik daripada kesucian yang
datang dari Tuhan.
> Kan
> > aneh, kalau teguh, kenapa terpengaruh?
> >
> > Jelas kalau TV kiranya merupakan sandungan dan godaan
utk. jatuh kedalam
> > dosa, ya jangan nonton TV, matikan saja, atau jangan punya
TV, utk. apa?
> > Kalau TV saja begitu kuat pengaruh negatifnya ke karakter
seseorang,
> > bagaimana nanti kalau godaan setan lebih besar, lebih
seru, atau perang
> > (antara yg. baik dan jahat, kebenaran, terang dan
kegelapan), perang batin
> > didalam diri sendiri, akan kuatkah iman anda, akan
menangkah kita
> > mengalahkan setan dan antek2nya?
> >
> > Jangan pikir bahwa dimana tidak ada TV dg. program2 rusak
moral, disitu
> > tidak ada kerusakan moral, semua orangnya suci tanpa
dosa dan noda. Malah
> > disitu mungkin orang jadi munafik, pura2 tampak baik
karena 'takut'
> disangka
> > lain dari yg. lain. Padahal secara sembunyi2 bahkan
melakukan hal2 yg.
> > diluar pura2 ditentangnya. Mana lebih baik menurut anda?
> >
> > Lebih baik baca buku, kumpul2 diskusi, ngajar anak2,
tambah pengetahuan,
> > belajar ttg. hal2 yg. memajukan derajat dan martabat
manusia dan hak2
> > kemanusiaan, mencontoh orang2 dan tindakan yg. mulia
dan pantas dipuji,
> > serta mengajarkan cintakasih saling membantu sesama,
terutama yg.
> tertindas
> > dan menderita.
> >
> > Itu usul saja, penerapannya, terserah anda.
> > Marilah kita usaha menjadi bagian dari pemecahan sesuatu
masalah, bukan
> > nambah besar masalahnya sendiri.
> >
> > Salam damai selalu,
> > Is Moritis (wanita)
> >
> >
> > -----Original Message-----
> > From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of A
> > Nizami
> > Sent: Tuesday, May 16, 2006 1:12 AM
> >
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

