hehehe...
perlu dicermati pernyataan2 dan pertanyaan saya...
yaitu antara syariat islam dan kondisi negara2 kafir.
saya menuliskan bahwa negara2 kafir super power itu tidak
membawa2 AGAMA di dlm negerinya untuk merusak sendi2
politik dan sosial masyarakat.

apa yg ada di indonesia?
sudah menghina2 negara2 peminjamnya dgn cap 'kafir' tapi
masih mau ngutang tiap taon, bahkan memohon2 supaya bisa
diperpanjang deadline pelunasan nya.

kalau brand2 minyak yg dikau sebutkan dibawah itu memang
benar...mereka merusak negara lain dan menyedot minyaknya.

yg saya ingatkan adalah, jangan menghina2 negara lain ketika
kita tidak bisa memberi contoh mana yg baik dan mana yg slaah
di dalam negeri sendiri...
australia dan amerika yg membuat politik diskriminasi terhadap
orang2 kulit berwarna saat ini sudah mencapai level mapan
secara ekonomi...
bisa bandingkan indonesia? dimana si mayoritas masih saja
menyudutkan di minoritas dgn doktrin agama 'terbanyak' dan
suku 'terbanyak' tetapi secara ekonomi masih kelabakan?!

terimakasih pertanyaan saya akhirnya ada yg jawab...hehehe.





--- In [email protected], "Tampubolon,
Mohammad-Riyadi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Bagaimana menjawab pertanyaan yang masih patut
dipertanyakan..?
>
> Apa benar ada negara sekuler bisa menjamin HAM warga
negaranya tanpa
> diskriminasi..?
> Bagaimana nasib suku-suku Indian, orang kulit hitam di US,
suku aborigin
> di Aus? Bagaimana dengan kasus-kasus yang lain yang
nyaris tak terdengar
> karena kurang publikasi lewat media yang sudah dikuasai?
>
> Apa benar ada negara sekuler bisa membumi hanguskan
KKN..?
> Siapa pemilik/eksekutif Halliburton, Shell, Mobil Oil, dll? Bisa
> dibuktikan penyerangan Irak dan afghanistan tidak ada
kaitannya dengan
> bisnis energi (minyak)?
>
> Bisa jawab tanpa ngelantur kemana-mana..?
>
> ^_^
>
>
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Alvin Daniel
> Sent: Tuesday, May 16, 2006 2:37 PM
> To: [email protected]
> Subject: [ppiindia] Re: Syariat Islam di Jalur Lambat
>
> jadi kalau mau dianalisa pake logika, bukan dgn dalih agama
dan
> kepercayaan serta moral dsb, indonesia sudah kalah
mentok...
> segi agama bobrok (pertempuran, saling fitnah dan hatred
antar pemeluk
> agama), teknologi kacangan, pendidikan amburadul, birokarsi
sampah,
> politisi egois, dunia hiburan dam kesenian dirusak kaum
fundies, dan
> kondisi geografis yg jg memprihatinkan...
>
> malah ada segelintir manusia yg masih saja memaksakan
ideologi agama
> menjadi sistem kenegaraan...
> menghina2 negara2 kafir yg jelas memberi hutang abadi,
serta masih saja
> meng-impor produk2 negara kafir itu utk menjalankan roda
kehidupan di
> jakarta.
> swiss bisa bikin jam kukuk, indonesia bisa bikin jam karet (ga
kalah
> donk?).
> italy punya mafia, indonesia punya FPI (ga kalah kan?)
>
> jadi kalau saja tiap bangsa dan negara mampu berpikir pake
otak kirinya
> dahulu, maka ga ada negara2 terbelakang...salah satunya ya
ini disini.
>
> pertanyaan saya blm ada yg jawab:
> kenapa negara2 kafir sekuler bisa menjamin HAM warga
negaranya,
> membumi-hanguskan KKN, serta menjaga hubungan baik
antar pemeluk agama
> meskipun islamnya minoritas?
>
> ada yg mau nyoba jawab?
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke