--- In [email protected], "Lina Dahlan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya gak ngerti alur pikiran sampeyan. Membandingkan
Syariah Islam
> (yang merupakan suatu ISME yang ditawarkan dari isme2
yang ada dalam
> sejarah dunia) dengan KONDISI negara2 kafir?.
>
> Sendi politik dan masyrakat bisa rusak karena banyak hal,
bukan
> hanya karena agama saja. Banyak yang bisa dijadikan tumbal
dalam
> kehidupan ini. Dunia (Barat) saat ini ingin menjadikan tumbal
pula
> kepada agama (Islam). Barat menganggap semua agama
sama seperti
> agama Kristen di jaman pertengahan.
>
> Kalau sampeyan bisa berpendapat bahwa "negara2 kafir
super power itu
> tidak > membawa2 AGAMA di dlm negerinya untuk merusak
sendi2
> > politik dan sosial masyarakat" mengapa saya tidak boleh
> berpendapat bahwa negara2 Islam ingin membawa agama
(=syariah Islam)
> di dalam negerinya untuk memperbaiki sendi2 politik dan
sosial
> masyarakatnya. Mengapa tidak biarkan mereka memilih
caranya sendiri
> karena mereka yakin hal itu sesuai dengan kultur dan budaya
mereka?


AD: kultur dan budaya sopo?
emange indonesia ini isinya cuma orang islam aje?
nyang muslim aja belom tentu setuju dgn SI...apalage yg laen?
udah gak jaman si agama dijadiin 'hero', cukup perang salib
1000 tahun lalu aja! no more crusades!!


>
> Sejauh ini toh gak ada negara-negara Islam yang peduli kalau
Barat
> mau pake komunisme, liberalisme, or etc. Negara Islam gak
pernah
> ikut campur mengobok-obok mereka (mungkin emang gak
ada power). 
> Hanya dalam sebatas wacana berpolemik ria mereka
mengatakan
> liberalisme dan materialisme adalah ajaran setan.


AD: nah statement dikau yg dibawah itulah sumber konfliknye...
si islam dihina2 si barat, si islam marah puyeng tujuh keliling...
tapi si islam boleh hina2 si barat pake setan...hehehe...funny.


>
> Gak ada larangan bekerja sama dengan negara 'kafir'.
> he..he..mengapa tersinggung amat sih dibilang negara 'kafir'?
Kan
> dah jelas kriteria 'kafir' dalam Islam itu apa. Jadi sebenernya
gak
> usah tersinggung. Saya pribadi gak aneh kalo orang begitu
gampangnya
> bilang anu kafir. Yang aneh adalah kalo sampe orang seperti
Alvin,
> mbah bilang Barat adalah kafir...:-). Semua kan harus dilihat
latar
> belakangnya...hayaaaa....


AD: ah sopo yg tersinggung dikata kafir?
yg sering bilang kafir itu di media, keluarnya dari mulut siapa?
si muslim hardliners kan? kalo muslim liberal sih gak suka
kafir2in orang lain, untungnya kroni2 saya semuanya liberal
muslims...hehehe.
si kresten, si katolik, si budhis, si hindi, gak pernah ngojok2
agama orang lain 'kafir'...apa ada pemurtadan dan kafirisme di
agama non islam...????
hehehe...
>

gitu dulu aja...capek sm kafirisme...



> gitu aja dulu.
>
>
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke