"becik ketitik, olo ketoro."
(kata orang jawa)
At 04:13 PM 5/16/06 +0000, you wrote:
>bagi banyak Muslim ato para pemerhati isu-isu
>ke-Islaman di Eropa, wajah Hirsi Ali, wanita muda
>imigran dari Somalia yang kemudian menjadi anggota
>parlemen Belanda tentulah tidak terasa asing lagi.
>
>< http://www.geocities.com/imuchtarom/soc/hirsi_ali.jpg >
>
>Si mbak yang lumayan cantik ini dikenal sebagai
>tokoh 'pahlawan' emansipasi wanita di dunia Islam,
>itu menurut claim si mbak sendiri lho. Oleh karena
>itu si mbak ini laris di expose oleh berbagai media
>massa, tidak hanya di Belanda, tetapi juga di
>negara-2 eropa barat lainnya. Bahkan ketika sebuah
>TV di jerman membuat acara yang menampilkan visi
>*-masa depan eropa-*, di mana beberapa wakil tokoh
>pemerintahan dan tokoh-2 parlemen bbrp negara eropa
>diberi kesempatan memaparkan visi-nya, si mbak juga
>termasuk yang diwawancarai, dan dianggap sebagai
>wakil komunitas *imigran wanita-muslim* di eropa.
>
>( padahal menurut pendapat saya masih banyak tokoh
>lain yang lebih representatif dan bisa lebih "netral",
>serta mampu memberikan visi yang lebih komprehensif
>seperti Tariq Ramadan misalnya - kalo itu tidak
>harus wanita ).
>
>Si Mbak yang mengaku 'memperjuangkan hak-hak wanita
>di dalam Islam' tidak henti-2 nya menyerang islam dari
>berbagai segi, terutama yang terkait dengan wanita;
>sehingga orang yang tidak mengenal Islam sama sekali
>bisa mendapatkan gambaran yang sama sekali tidak
>proporsinoal dari beliau ini. Saya tidak mengatakan
>bahwa apa yang menjadi concern si mbak mengenai
>'tertindasnya wanita di dunia islam' itu 100% salah,
>tetapi rasanya apa yang dia paparkan banyak yang
>out-of-proportion.
>
>Saya kira Ibu Raden Ajeng Kartini mrpk. emansipator
>yang jauh lebih proporsional daripada si embak Somalia
>ini.
>
>Sampai-2 si mbak terlibat di dalam produksi sebuah film
>berjudul "submission" yang bisa dipandang sebagai
>mendiskreditkan Islam dalam hal perlakuannya terhadap
>wanita.
>
>***
>
>Begitulah, tetapi baru-2 ini tiba-2 si mbak mendapat musibah.
>
>Pemerintah Belanda (yang sekarang didominasi oleh pihak
>konservatif) yang memang akhir-2 ini bersikap lebih keras
>terhadap imigran tiba-2 mendapatkan bukti-2 bahwa mbak
>Hirsi Ali yang "terlanjur" diangkat menjadi anggota parlemen
>Belanda ini dulu dianggap memalsukan beberapa data mengenai
>identitas dan sejarah hidupnya (latar belakang "penderitaannya")
>sehingga dia mendapat Asilum di Belanda. Pengungkapan data-2
>ini menimbulkan kehebohan di kalangan parlemen Belanda seperti
>bisa dibaca pada tabloid detik.com.
>
>Mungkin karena merasa terpojok, akhirnya si mbak memutuskan
>akan mundur dari keanggotannya di parlemen Belanda, dan katanya
>mo mengungsi ke negara lain lagi.
>
>wassalam wr. wb.
>
>----( IM )-------------------------------------
>
>
><http://www.detiknews.com/indexfr.php?
>url="" href="http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/">http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/
>tgl/16/time/195715/idnews/596298/idkanal/10>
>
>
>---------------------------------
>Dari Klitoris Hingga Akhir Tragis
>---------------------------------
>
>Eddi Santosa - detikcom
>
>Den Haag - Nasib wanita dalam dunia Islam penuh kekerasan.
>Sejak lahir klitorisnya dipotong, demikian kekerasan berlanjut
>hingga ke liang lahat.
>
>Itulah antara lain isu-isu yang diangkat Ayaan Hirsi Ali atas
>apa yang diklaimnya sebagai perjuangan untuk mengangkat harkat
>dan martabat wanita Islam di Belanda.
>
>Namun perjuangan wanita Somalia ini tidak nyambung dengan
>kalangan muslim sendiri di Belanda. Apa yang dia gambarkan
>sebagai 'islam' dinilai merupakan refleksi dari latar belakang
>kebudayaannya sendiri dan pengalaman hidupnya yang penuh
>kekerasan, bukan islam. Di kalangan komunitas Somalia sendiri,
>Hirsi Ali dianggap sebagai aib.
>
>Nama sebenarnya Ayaan Hirsi Magan, dilahirkan pada 13/11/1969
>di Mogadishu, Somalia. Ia mempunyai 4 saudara perempuan dan
>satu laki-laki, dari empat istri ayahnya. Ibu kandungnya
>akhirnya hidup cerai, tetap di Somalia, sedangkan ayahnya
>menetap di London.
>
>Pada 1992 dia meminta suaka di Belanda dengan cerita haru-biru
>dengan mengaku sebagai Ayaan Hirsi Ali. Dia juga mengaku sebagai
>gadis muslimah disunat dengan dipotong klitorisnya tanpa pembiusan
>sama sekali, mengalami perang sampai 5 kali, dan dikawinkan paksa
>oleh ayahnya, sehingga dia kabur ke Belanda.
>
>Atas semua cerita itu dia lalu mendapat status perlindungan di
>Belanda. Lima tahun kemudian (1997), permohonannya untuk
>naturalisasi dikabulkan. Belakangan, programa Zembla
>mengungkapkan fakta sebaliknya.
>
>Segera setelah memperoleh suaka, dia menikmati pendidikan
>pada Sekolah Tinggi Driebergen. Setahun kemudian dia masuk
>Univeritas Leiden, mengambil jurusan Politikologi. Lulus
>dari Leiden, Hirsi Ali masuk wadah pemikiran milik Partai
>Buruh, Wiardi Beckman Stichting.
>
>Setahun kemudian pada Oktober 2002, dia membuat guncangan
>besar dengan menyatakan bergabung ke partai liberal VVD,
>saingan bebuyutan Partai Buruh. Menjelang keputusannya itu,
>Hirsi Ali melepaskan pernyataan kontroversial, sekaligus
>penjebol tabu dalam hubungan multikultural di Belanda. Ia
>ketika itu menamai islam sebagai kebudayaan terbelakang.
>
>Pernyataan itu memantik suhu politik di Belanda, terutama
>karena latar belakang politik sedang diwarnai turbulensi
>akibat ketakutan pasca peristiwa 11/9, dominasi isu islam
>teroris serta kemunculan tokoh ultra kanan Pim Fortuyn dan
>peristiwa pembunuhannya oleh aktifis lingkungan, Volkert
>van der Graaf.
>
>Hirsi Ali makin merebut perhatian dan dielu-elukan ketika
>dia juga berani menyentuh simbol islam dengan menyebut bahwa
>Nabi Muhammad adalah seorang tiran, pedofil, dan kejam.
>Pembobolan tabu oleh Hirsi Ali itu kemudian diikuti para
>kolomnis dan sineas, antara lain Theo van Gogh.
>
>Ketika M. Bouyari membunuh Van Gogh, menyusul film Submission
>garapannya bersama Hirsi Ali, Belanda mengalami guncangan
>kedua setelah terbunuhnya Fortuyn. Sebagian orang menyalahkan
>Hirsi Ali, karena memanfaatkan posisi sekaligus ketidaktahuan
>Van Gogh tentang simbol-simbol kesucian dalam islam.
>
>Selanjutnya Hirsi Ali menghilang dan mendapat penjagaan ketat.
>Namun jalan kontranya terhadap islam masih terus menghiasi
>media. Ia kembali melontarkan gagasan kontroversial dengan
>mengusulkan pelarangan sekolah-sekolah islam yang berwarna
>agama. Gagasan ini ditentang partai Kristen Demokrat (CDA),
>yang juga berkepentingan dengan sekolah-sekolahnya. Selain
>itu Konstitusi Belanda Pasal 23 menjamin kebebasan pendidikan.
>
>Hirsi Ali juga pernah mengangkat isu bahwa sunat pada anak-
>anak laki-laki islam seharusnya dilarang, karena itu adalah
>pencacatan pada fisik anak-anak dan anak-anak belum punya
>kesadaran menentukan hak atas tubuhnya sendiri. Namun langkah
>Hirsi Ali kali ini mendapat 'sempritan' kuat dari komunitas
>Yahudi. Sejak itu dia tidak pernah lagi mengutak-atik soal
>sunat.
>
>Kini setelah kebohongan-kebohongan soal ceritanya dalam meraih
>suaka terbongkar, keadaan menjadi berbalik 180 derajat untuk
>Hirsi Ali. Kredibilitasnya kini cacat. Kewarganegaraan Belandanya
>tidak sah, dengan demikian statusnya sebagai anggota parlemen
>juga menyalahi UU.
>
>Karir politik Hirsi Ali di Belanda tamat. Hari ini dia akan
>resmi menyatakan mundur dalam konferensi pers. Dan kemungkinan
>dia masih akan menghadapi proses hukum dari Kejaksaan Agung.
>(Sumber: parlement.com, Trouw) (es)
>
>Baca juga:
>----------
> * Skandal Hirsi Ali
> Dari Klitoris Hingga Akhir Tragis
> * Skandal Hirsi Ali
> Karir Politiknya di Belanda Tamat
> * Skandal Hirsi Ali
> Hampir Pasti Paspor Belanda Hirsi Ali Dicabut
> * Politik Belanda Gempar
> Anggota Parlemen Hirsi Ali Ternyata Ilegal
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

