Kebangkitan
Bangsa Indonesia Perlu Bangun Visi Besarnya
Jakarta, Kompas - Bangsa ini tidak lahir semalam dan sejarah pembentukannya pun berakar jauh dalam wilayah yang dikenal sebagai Nusantara. Wilayah yang diwariskan ini mempunyai kekuatan maritim yang terlupakan. Sayangnya, bangsa Indonesia tidak mempunyai visi besar yang dibutuhkan untuk membangun bangsa.
Hal itu disampaikan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid dalam Renungan Kebangkitan Nasional di Jakarta, Sabtu (20/5). Pada saat yang sama diluncurkan buku yang ditulis Abdurrahman Wahid dan Martono Yuwono yang berjudul Palapa Nusantara. "Kita merindukan visi besar sebagai bangsa. Kita butuh etos dinamis dan dialektika perjuangan yang pernah dikagumi bangsa lain," ujarnya.
Perjuangan bangsa, menurut Abdurrahman, membutuhkan dorongan semangat dari akar sejarahnya. Martono menambahkan, kebangkitan bangsa ini seharusnya bisa dimulai dengan membangun kekuatan maritim. Kekuatan maritim inilah yang pernah menyatukan Nusantara.
"Itu sebabnya kita perlu menggali semangat kebangsaan yang bisa mendorong kebangkitan untuk punya harga diri, wibawa, dan adidaya," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengatakan, dalam konteks globalisasi seperti sekarang, Jakarta harus siap menunjukkan citranya sebagai kota juang dan salah satu wujud kebangkitan dan kehormatan sebuah komunitas besar sebagai megapolitan.
"Jakarta harus memberi inspirasi untuk mewujudkan kembali kejayaannya dengan menggali semangat kesejarahannya. Ini perlu terobosan yang dibutuhkan untuk membangkitkan kembali kebesaran dan kehormatan bangsa," ujarnya. (MAM)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

