Penyimpangan Soeharto Perlu Diperinci
JAKARTA, (PR).-
Permintaan maaf dari keluarga H.M. Soeharto atas kesalahannya saat memimpin negara selama 32 tahun, perlu disertai dengan deskripsi kesalahan dan penyimpangan yang dilakukannya semasa berkuasa.
Menurut Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki, Soeharto perlu menyatakan pengakuan kesalahan dalam bidang hak asasi manusia (HAM), politik, dan ekonomi.
Menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Minggu (21/5), Teten menyatakan, pengakuan secara terperinci diperlukan sebagai bentuk pengakuan dari Soeharto sendiri, sekaligus pelajaran bagi siapa pun yang berkuasa. "Pengakuan ini penting agar kebijakan-kebijakan di masa lalu yang keliru jangan diulang oleh pemerintah berikutnya," ujarnya.
Khusus dalam hal dugaan korupsi oleh Soeharto, Teten menekankan pentingnya mengembalikan harta yang diperoleh secara tidak benar. Begitu pula usaha-usaha yang dibangun anggota keluarganya atas dasar korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), perlu diaudit untuk dikembalikan sebagian kepada negara.
Sementara bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dia mengharapkan mau menawarkan rekonsiliasi sebagai bentuk pencarian kebenaran. "Ini penting supaya bangsa ini secara formal berani mengakui kesalahan-kesalahan rezim Soeharto. Apabila tahapan ini telah ditempuh dan terpenuhi, pemerintah baru menyatakan pengampunan bagi Soeharto dan kroninya dari segala tuntutan hukum," kata Teten.
Doakan
Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengimbau umat Islam dan bangsa Indonesia mendoakan kesembuhan Soeharto. "Kami umat Islam khususnya, mari mendoakan bagi kesembuhan Soeharto. Andaikata Allah SWT menentukan lain, agar semuanya berjalan lancar," katanya usai menjenguk Soeharto di RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, kemarin. Dia didampingi mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Tuty Alawiyah.
Soal permohonan maaf dari Soeharto melalui Ny. Siti Hediati, Din mengatakan, hal itu tidak dibicarakan. Namun, pernyataan itu menarik, simpatik dan perlu ditanggapi positif oleh masyarakat.
Mengenai proses hukum, dia menyatakan perlu teroboson politik tanpa mengabaikan aspirasi masyarakat.
Mantan tahanan politik, Jumhur Hidayat menyambut baik permohonan maaf Soeharto. "Secara personal, saya memaafkannya sesuai ajaran agama. Tapi, proses hukum harus jalan terus," kata Jumhur yang pernah ditahan selama 31 bulan di era pemerintahan Soeharto, karena menentang kebijakan pemerintah.
Namun, Jumhur mempertanyakan permintaan maaf Soeharto tersebut. "Apakah dia meminta maaf sebagai presiden atau sebagai pribadi. Kalau sebagai pribadi, kita maafkan. Tetapi sebagai presiden, itu harus ditindaklanjuti oleh pemerintah sekarang dengan memberikan kompensasi kepada para korban Orde Baru," kata Jumhur.
Mantan mahasiswa ITB itu menjelaskan, kompensasi ini merupakan bentuk penghargaan negara terhadap para korban politik dan pelanggaran HAM di era Orde Baru. "Ini bukan berarti Jumhur minta duit. Rekonsiliasi dan kebenaran itu harus membicarakan kompensasi terhadap orang-orang yang mendapatkan kezaliman negara. Waktu itu, personifikasi negara adalah presiden yang mendapat restu dari DPR. Bentuknya tidak perlu uang," kata Jumhur.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma'arif mengatakan pernyataan maaf keluarga Soeharto itu merupakan bukti dari ketulusan mengakui kesalahan. Permintaan maaf itu sudah cukup bagi elite politik untuk tidak menekan Soeharto.
"Saya kira permintaan maaf itu sudah merupakan teladan bagi elite politik, karena keluarga sudah menyampaikan seperti itu," kata Zaenal.
Ketika disinggung proses hukum Soeharto, kata Zaenal, itu sudah selesai karena Jaksa agung telah mengeluarkan Surat Keterangan Penghentian Perkara (SKPP). Namun, masih dimungkinkan untuk diselesaikan lewat perkara perdata. "Ya, kalau masalah perdatanya, saya kira bisa jalan terus, karena setiap Muslim harus menyelesaikan segala macam utang piutangnya," kata Zaenal. (A-84/A-130)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

