menimbulkan pikiran itu dihilangkan. bukan pikirannya yg dikendalikan.
tapi obyeknya yg dieliminate. kalo gak bisa dieliminte, ya dipoligami
sekalian. :D
On 5/24/06, aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mbak Carla,
> Kalau saya boleh menganalisa :Menurut saya, wajar ko lelaki normal
> semisal jurbir MMI tersebut atau siapapun ketika melihat mbak Rosy yang
> menarik tanpa penutup kepala. Memakai baju muslimah yang tertutup pun masih
> memungkinkan menarik perhatian para lelaki apalagi kalau dibuka. (ini hasil
> survei pada semua saudara laki-laki saya lho).
>
> Itu nalurian dan normal mbak... beliau malah termasuk orang jujur
> mengatakan hal tersebut dan berusaha menahan pandangan mata (tidak jelalatan
> memandang mbak Rosy). Hal itu karena beliau menghormati Mbak Rosy, paham
> daya pesonanya, plus beliau pintar lagi.
>
> Bukan suatu kesalahan manusia baik laki-laki atau perempuan tertarik,
> di alam pikiran pun tak bisa dikenai hukuman atau bahkan ketika dia
> berpikiran kotor, dia tak bisa dikenai hukuman. Siapa yang bisa mendeteksi
> pikiran kotor seseorang selain dirinya dan Allah, Tuhannya.
>
> Dalam agama saya tak berdosa orang yang punya niat jahat, namun akan
> dinilai dosa kalau dia telah melakukan kejahatan itu.
>
> Orang akan kena sangsi baik dengan pikiran kotor atau tidak, jika dia
> telah menindaklanjuti berupa sikap atau perilaku mengarah pada kriminalitas
> seksual. Atau katakanlah tindakan kongkrit.
>
> Sayangnya pikiran kotor ini tidak bisa dihilangkan sama sekali dan akan
> menimbulkan kegelisahan bila tak disalurkan pada tempat yang benar. Bagi
> ornag yang buta hati dan imannya akan mencari penyaluran dengan melakukan
> kriminalitas seksualitas. Memperkosa anak, anak sendiri, tetangga, ya korban
> yang lemah tak berdaya.....
>
> Pikiran kotor, bak file dalam komputer yang tak bisa dihapus. Oleh
> karena itu sesuatu hal yang sifatnya Pornografi dan aksi ini perlu dihindari
> atau dijauhi agar tidak membangkitkan kembali memori kotor tersebut. Oleh
> karena itu kenapa saya mengarapkan sekali ada pengaturan PP atau
> memberantasan PP melalui UU APP yang efektif, hanya saja UU terbaru... ah
> sudahlah... kurang efektif, masih memungkinkan PP merajalela.
>
> Kalau orang yang punya pengendali iman, dia bisa mengalihkan pada
> hal-hal yang positif dengan puasa, sibuk beraktifitas bekerja atau belajar
> atau hal-hal lain. KAlau pengangguran gimana? MAkanya pelaku kriminalitas
> kebanyakan pengangguran.. yang pikirannya kemana-mana....sedangkan
> pengangguran di Indonesia banyak saudara. jadi PP itu berkaitan sekali
> dengan banyak faktor...., akan efektif jika semua lini sistem dibenahi,
> kalau saya sih pilihannya kembali pada syariat ISlam ^_^ yang jelas
> mengaturnya. ^_^
>
> salam
> aris
>
>
>
>
>
>
>
>
> Carla Annamarie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Kalau pun saya ke MMI, mungkin juga para bapak atau santri cowoknya nggak
> friendly sama saya meski saya pakai baju muslimah lengkap apalagi mbak
> yang
> non muslim yang bajunya maaf terbuka, yah.... itu mudah ditebak..mereka
> memiliki pemahaman menjaga pendangan terhadap perempuan lain atau asing.
> Itu bentuk penghormatan mereka. dan beberapa hal lain yang saya agak
> panjang kalau menguraikannya. Saya hanya mencoba menebak ketidaknyamanan
> Anda. Kedua MMI adalah tempat yang paling dicari, pusat perhatian yah...
> hal-hal itulah malah kadang membuat markas MMI itu sendiri kurang
> nyaman....
>
> > saya setuju banget sama mba Aris, even mba aris pakai baju yang ketutup
> dari muka sampai mata kaki tetap aja pandangan dan pemahamannya mengenai
> perempuan itu rada ajaib..
> jadi inget waktu debat terbuka SCTV mengenai majalah playboy antara pemred
> majalah playboy dengan juru bicaranya MMI (saya lupa namanya) boleh di cek
> di SCTV, debat terbuka yang dipandu oleh Rosiana silalahi, even mba Rosi
> udah pake baju jas tangan panjang dan celana panjang, tetap aja si jubir
> MMI bilang dia bisa "....."...
> pusing kallee...:)
>
> mba free thinker.., mungkin orang2 MMI waktu ketemu mba free thinker
> mukanya pada bete smua karena lagi pada menahan gejolak..hee..hee...,
> untung mba free keluar dengan selamat....
>
> eyes that can look thru the clothes..iihh....serem....
>
>
>
>
>
> aris solikhah
> .com> To
> Sent by: [email protected]
> [EMAIL PROTECTED] cc
> ups.com
> Subject
> Re: [ppiindia] Gus Dur Hadapi Teror
> 05/24/2006 03:14 Gerombolan Islam Radikal (utk Aris)
> PM
>
>
> Please respond to
> [EMAIL PROTECTED]
> ups.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Mas Ari yang baik...
> Terima kasih klarifikasinya.. saya bahkan mendengar yang melakukan itu
> FBR katanya karena, FBR marah dengan Gusdur atas penghinaan yang dilakukan
> Gusdur. Hanya saja saya tak ingin terjebak gosip, selain itu karena saya
> tidak nonton berita waktu itu, saya lebih memilih nonton berita biasanya
> di
> Trans TV, RCTI, SCTV. Atau Indosiar di Radio ElShinta.
>
> Mbak Bintang Timur (^_^) atau Uly,
> Sebuah pesantren disebut friendly atau tidak yah tergantung pemahaman
> mbak. Saya ingin main ke sana pesantren ngruki atau MMI (ah.... padahal
> dengan kampung halaman cuman 2 jam ditempuh) saya menyesal ingin kesana
> karena penasaran...heboh banget sih markas MMI nih... apa sih yang menarik
> ^_^ rasa curious saya maaf.
>
> Kalau pun saya ke MMI, mungkin juga para bapak atau santri cowoknya nggak
> friendly sama saya meski saya pakai baju muslimah lengkap apalagi mbak
> yang
> non muslim yang bajunya maaf terbuka, yah.... itu mudah ditebak..mereka
> memiliki pemahaman menjaga pendangan terhadap perempuan lain atau asing.
> Itu bentuk penghormatan mereka. dan beberapa hal lain yang saya agak
> panjang kalau menguraikannya. Saya hanya mencoba menebak ketidaknyamanan
> Anda. Kedua MMI adalah tempat yang paling dicari, pusat perhatian yah...
> hal-hal itulah malah kadang membuat markas MMI itu sendiri kurang
> nyaman....
>
> Mbak Uly,
> Saya sadar penuh bahwa... ada memang organisasi Islam yang menggunakan
> cara kekerasan untuk memberantas kemaksiatan. Saya sendiri tidak memilih
> cara kekerasan karena saya berpemahaman RAsulullah tidak mencontohkannya
> dalam mempejuangkan syariat Islam. Nmaun Ini adalah wilayah ijtihadi atau
> boleh terjadi perbedaan pendapat.
>
> Namun demikian mereka saudara saya semuslim, apakah lantas saya
> menghujatnya pula ,sedangkan memberantas kemaksiatan kewajiban setiap
> muslim. Inilah rasa delematisnya bagi saya.
>
> Saya memilih diam, dan netral, kalau nasehat, saya yakin antar organisasi
> Islam melakukan hal itu, FPI pun saya yakin sering dinasehati... tapi
> kalau
> tidak mempan bagaimana....... Semoga suatu saat mereka tercerahkan.. tiada
> kurang doa untuk mereka. dan lihatlah bagaimana FPI bila melakukan aksi
> dengan organisasi lain dia tak menunjukkan "metode gerakannya", dia
> menghargai MUI saat aksi kemarin dan menghargai gerakan lain. Jadi
> setidaknya FPI masih memiliki rasa persaudaraan. Saya berharap MUI dan
> gerakan Islam lain atau kita semua menasehati FPI.
>
> Mungkin benar ada oknum FPI (kasus personal) menerima uang, namun saya
> yakin mereka dari asas dasarnya adalah untuk memberantas kemungkaran mbak.
> Tapi entahlah faktanya saya belum tahu... baru selentingan belum jelas..
>
>
> Lebih dari semua itu fakta FPI dan FBR saya tak begitu menguasai, dalam
> artian saya khawatir memfitnah mereka sedangkan saya tidak tahu menahu
> secara rinci tentang mereka atau maksudnya berdiskusi langsung dengan
> mereka atau membaca buku karya asli dari mereka mengenai gerakan mereka.
>
> Saya tak ingin menambah runyam, terprovokasi, menghina sesama umat Islam
> juga. Sisi lain saya juga prihatin melihat umat Islam saling menghujat
> sesamanya. Kalau menghujat ide sih masing mending, tapi kalau menghujat
> personal wah.. itu wilayah yang penuh menimbulkan emosi.
>
> Sungguh saya berharap, orang-orang yang melakukan Pornografi Pornoaksi
> itu sadar bahwa apa yang mereka lakukan sebenarnya memiliki dampak negatif
> buat masyarakat. Masih ada banyak pekerjaan yang bermanfaat buat yang lain
> dan halal, dibanding mengeksploitasi fisik. Pekerjaan yang membuat
> masyarakat respek pada mereka, merasa bahagia dan terbantu dengan
> pekerjaan
> mereka, bukan pekerjaan kontraversi dan meresahkan orang..
>
> Orang sulit akan menerima penyadaran bila dia sudah benci atau tersulut
> emosinya terlebih dahulu. Oleh karena itu bila saya diberikan pilihan,
> saya
> tak ingin menghujat pihak lain. Yang salah bukan orangnya atau benda fisik
> tapi pemahaman yang mengendap dibenak mereka. Maka hal itu bisa diubah
> dengan mengubah persepsi atau pemahaman dibenak mereka. Tentu saja hal ini
> sulit dilakukan kalau dia benci atau marah pada kita duluan. Bukankah
> begitu mbak?
>
> terima kasih berbagi dengan saya mbak,
> salam,
> aris
>
>
>
>
>
> Free Thinker wrote:
> Mbak Aris..
> Saya ingat waktu saya mendapat fellowship untuk "Journey into Islam in
> Indonesia" bulan Mei 2004 bersama 4 orang wartawan Indonesia (dari media
> muslim dan umum) dan 9 orang wartawan Australia, saya mampir ke markas MMI
> di Solo (termasuk sejumlah pesantren di sepanjang pulau Jawa, dari Gontor,
> Ngruki, Tebuireng, bla.. bla.. bla.. sampai ke tempatnya AA Gym yg adem
> dan
> indah di Bandung).
>
> Oh, di Pesantren Tebuireng presidennya masih Gus Dur lho.. Posternya di
> kelas masih Gus Dur. Waktu saya tanya murid-muridnya.. siapa presiden RI?
> Jawabannya: Gus Duuuuuuuuuuuuuuuuu...uuur!! Hehehe....
>
> Saya memahami cita-cita besar MMI adalah mendirikan negara berdasarkan SI.
> Dan cita-cita ini juga menjadi cita-cita beberapa kelompok Islam lainnya.
> Tidak ada yang salah dalam cita-cita itu. Namun, orang-orang di jajaran
> atas yang paham betul dengan idiologi yang mereka anut kadangkala sulit
> mengkontrol orang-orang di jajaran bawah (notabene jauh dari cerdas bahkan
> seringkali belum paham betul atas ideologi yang mereka anut) yang
> bertindak
> "lu harus ikut gue" dengan gaya premanisme.
>
> Gus Dur memang sering mengeluarkan statement yang tidak valid. Tapi saya
> percaya, kelompok-kelompok tertentu memang melakukan kekerasan (bahkan
> secara terbuka) pada kelompok lain yang berbeda pendapat. Saya percaya,
> orang-orang di FBR (ini bukan organisasi Islam) menyebut para peserta
> unjuk
> rasa penentang RUU APP sebagai "kelompok perempuan setan dan bejat" hanya
> karena berbeda pendapat. Dan ada pula kecenderungan sejumlah kelompok yang
> disebutkan Gus Dur gemar melakukan "sweeping".
>
> Orang-orang Gus Dur sendiri pernah melakukan kekerasan dengan menyerang
> Jawa Pos sewaktu Gus Dur diberitakan miring pada saat jadi presiden.
> Meskipun Gus Dur berkilah bahwa itu dilakukan tanpa sepengetahuan dia,
> tetap saja dia harus bertanggung jawab, bukan?
>
> Kembali ke teror.. pembubaran dan sweeping kan bukan baru pertama kalinya
> dilakukan oleh kelompok tersebut, termasuk penutupan rumah ibadah.
>
> Jadi, kalau pun Gus Dur "ngecap" itu barangkali diihami dari pengalaman
> mereka yang benar-benar sudah mengalami! Heheeh...
>
> Yang pasti Mbak Aris...buat saya yang nonmuslim, nuansa waktu masuk ke
> pesantren Tebuireng terasa jauh lebih friendly daripada waktu masuk ke
> markas MMI. Hehehe, emang sih satu pesantren.. satunya lagi markas
> kelompok
> pejuang SI.
> Di beberapa pojok, murid pesantren lagi baca kitab sambil ngadem di bawah
> pohon. Aduh..kayaknya damai banget. if I were Muslim, I'd definitely send
> my children to that kind of boarding school.
>
> Salam,
> US
>
> aris solikhah wrote:
> Boleh ya ikut mengkritisi hal ini..pertama sebenarnya siapakah yang
> melakukan hal itu pada GUsdur. FPI saja? FPI dan HTI dan MII?atau siapa?
> Ada yang mewancara pihak penyerbu sehingga kita tahu dari sisi lain, cover
> both side gitu kata wartawan...
>
> Ada beberapa yang saya kritisi....
>
> pertama. sumber ini ditulis dari website gusdur..mohon maaf seperti
> kebiasaan beliau...ketika ada infomasi dari Gusdur saya secara pribadi
> perlu menyaringnya berlipat-lipat kali....sebelum mempercayainya.
>
> Kedua TV7 yang menyiarkan ya. Sebuah media masa punya semacam idiologi...
>
> Ketiga.. bagaimana pandagan kyai langitan dan para DPP NU terhadap Gusdur?
> Bagaimana posisi Gusdur dalam NU sekarang, masih diakuikah secara sah?
> maaf
> saya mencoba kritis?
>
> Keempat bagaimana pandangan Gusdur terhadap organisasi2 Islam tersebut,
> suka, benci, menolak atau cinta?
>
> Kelima bagaimana pandangan harakah masing-masing sendiri, selama saya
> bergaul dengan rekan-rekan HTI, MMI dan FUI mereka tidak pernah
> menggunakan
> kekerasan?
> Ada yang sudah mengkralifikasi.....atau dugaan juga^_^
>
> Ada yang bisa kasih menjelasan....
> saya teringat bagamana Ulil Abshar Abdala menyebar via email bahwa ada
> ormas Islam yang akan menyerbu utan kayu dan semua itu tidak terbukti dan
> sebuah ketakutan saja, padahal orang sudah habis-habisan menghujat ormas
> islam itu...... maaf saya berusaha kritis...
> terima kasih
>
> salam
> aris
>
>
>
> Muhammad Syafei wrote:
> Kebetulan, saya sempat menyaksikan melalui berita di
> TV7, sekitar jam 7 malam tadi.
>
> Bagi yang sempat menyaksikan rekaman peristiwa itu
> melalui televisi, apa komentar anda melihat
> wajah-wajah beringas, berkelakuan preman, namun juga
> memakai jubah putih, kopiah/sorban dan mengklaim
> sebagai pembela Islam?
>
> Kemudian bagi anda yang tidak sempat menyaksikan lewat
> televisi, apa komentar anda mengenai tindakan anarkhis
> menyikapi pandangan yang berbeda?
>
> Salam
>
> ------------
>
>
> http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2490&Itemid=1
>
>
> Gus Dur Hadapi Teror Gerombolan Islam Radikal
>
> Purwakarta, gusdur.net
> Segerombolan massa yang mengatasnamakan Islam membuat
> keributan saat berlangsung forum Dialog Lintas Etnis
> dan Agama di Purwakarta Jawa Barat, Selasa (23/5/2006)
> yang dihadiri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
>
> ��Ketika baru beberapa menit Gus Dur menyampaikan
> pandangannya sebagai keynote speaker, di luar forum
> mereka membuat kegaduhan,�� jelas ketua Steering
> Committee acara tersebut Sona Maulida Roemardhie.
>
> Kegaduhan itu, lanjutnya, terjadi lantaran sekitar 50
> massa gabungan dari Front Pembela Islam, Majelis
> Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam dan Hisbut
> Tahrir Indonesia memaksa masuk Gedung PKK Kabupaten
> Purwakarta Jawa Barat, tempat acara digelar.
>
> ��Mereka dikomandoi Ketua FPI Cabang Purwakarta Asep
> Hamdani. Dan sekitar 15 orang masuk dalam ruangan
> diskusi untuk membubarkan forum,�� imbuhnya.
>
> Agar mereka tidak merusak, forum memberi kesempatan
> perwakilan massa untuk berbicara. ��Sebagian
> mengeluarkan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan
> oleh orang yang mengaku beriman,�� jelas Sona.
>
> Gus Dur menanggapi hal itu dengan tenang. Dia menjawab
> panitialah yang berhak meminta dirinya meninggalkan
> forum. ��Saya diundang panitia. Anda hanya diberi
> kesempatan bicara oleh panitia. Karena itu, andalah
> yang harusnya keluar dari sini,�� kata Sona menirukan
> Gus Dur.
>
> Melihat gelagat itu, massa Barisan Anshor Serbaguna
> dan Garda Bangsa yang berada di lokasi bangkit
> emosinya. Untungnya bentrokan tidak sampai terjadi. ��
> Para perusuh itu keburu diusir pihak kepolisian,��
> imbuh Sona.
>
> Selain itu, Sona mengungkapkan tanda-tanda mereka
> ingin membubarkan forum itu telah tercium beberapa
> hari sebelumnya. ��Sehari sebelumnya saya diundang MUI
> Purwakarta terkait forum ini. Di sana, saya divonis
> sekuler yang telah diharamkan MUI. Untuk itu, mereka
> meminta forum tidak jadi dilaksanakan,�� ujarnya.
>
> Sebagai tindak lanjut dari peristiwa ini, dikatakan
> Sona, pihaknya akan mengambil langkah tegas. Pertama,
> membuat pers rilis bahwa NU Purwakarta menuntut mereka
> untuk meminta maaf kepada Gus Dur melalui media massa.
> Kedua, mendesak polisi untuk memeriksa mereka karena
> telah mengganggu ketertiban acara.
>
> Sona juga menghimbau supaya mereka meminta maaf kepada
> kaum nahdliyyin. ��Karena perbuatan mereka telah
> menyakiti kaum nahdliyyin,�� himbaunya.
>
> ��Banyak ulama menelpon saya, karena mereka mendengar
> berita Gus Dur disakiti. Kata mereka, kok ternyata ada
> warga Purwakarta yang berani menyakiti tokoh besar NU
> itu,�� imbuhnya.
>
> ��Sekarang ini saya dan kawan-kawan di Purwakarta akan
> berkonsentrasi mencari bukti-bukti untuk menuntut
> mereka,�� tegas Sona.
>
> Pada acara bertema Merajut Cinta yang Terserak,
> Merangkai SilaturahimMenuju Purwakarta Wibawa Karta
> Raharja itu, Gus Dur diminta untuk memaparkan
> pandangannya tentang Pluralisme dalam Bingkai
> Masyarakat Mandiri. Selain Gus Dur, acara ini dihadiri
> oleh sesepuh Purwakarta KH. Habib Hasan Syueb,
> rohaniawan Benny Susetyo, perwakilan agama Islam,
> Katolik, Kristen, Hindu, dan Konghucu. Bupati
> Purwakarta urung hadir karena faktor kesehatan.
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
> SPONSORED LINKS
> Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
> Indonesian language course
>
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS
>
>
> Visit your group "ppiindia" on the web.
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
> ---------------------------------
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just
> radically better.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
> === message truncated ===
>
>
> pustaka tani
> nuraulia
>
>
> ---------------------------------
> Sneak preview the all-new Yahoo.com. It's not radically different. Just
> radically better.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
>
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

