Dari bencana tsunami, bencana P Nias dan yang mutachir bencana gempa di sekitar Jogya satu hal yang menyolok yalah datangnya bantuan dari luar negeri. Mudah2an aspek bantuan yang datang dari luar (luar negeri) ini bisa membangunkan "jiwa"nya bangsa ini yang sampai saat ini kelihatannya kurang mampu mengenali apa sebenarnya yang perlu disikapi untuk meneruskan perjalanan hidupnya sebagai suatu bangsa sebagai negara yang berdaulat.
Kenapa kita ketengahkan bantuan luar negeri? Kenapa aspek ini yang sekarang perlu digagas untuk di selami arti sedalam2nya.
Kita sebagai negara, negara yang potensinya selain SDM nya dan kekayaan alamnya dan apabila semua ini dikelola dengan baik sebenarnya kita patut dan pasti menjadi sebuah negara yang makmur, bisa juga jadi super power.
Tapi sekarang kita jadi negara kere yang tidak bisa berdiri diatas kaki sendiri, kita bukan negara besar let alone a super power. Kita sebenarnya telah dichianati oleh penggede2 kita sepanjang era kemerdekaan. Kita telah dibikin sengsara, kita di hinakan oleh dunia luar. Kita adalah kepala kere di antara negara2 maju. Kenapa bisa begini ya? karena kita di grogoti oleh bangsa kita sendiri. Kita mengangkat penggede2 yang hanya bisa memperkaya dirinya sendiri dan meninggalkan rakyat kecil jadi pengamen diantara negara2 lain.
Jadi sebagai gugahan anggaplah bencana alam yang ber-tubi2 menderai negara ini, sebagai gugahan dari mimpi buruk. Kita tidak bisa mengabaikan bencana alam karena itu adalah suratan alam, tapi kita bisa menghindari calamity ..... yang ....man made! Bahkan bencana alam pun dengan kemajuan ilmu pengetahuan bisa di prediksikan terjadinya sampai level tertentu, jadi kita punya pengaruh untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana.
Bencana man made seperti mismanagement negara, ekonomi dan perbuatan korupsi sebenarnya adalah sesuatu yang bisa dan lebih mudah bisa kita tanggulangi bersama. Tapi ternyata sampai sekarang kita hanya jadi bangsa kere yang hanya bisa minta sedekah dari negara lain....... thanks ........kepada para penggede2 kita yang sudah menyiksa dan memper-kere-kan rakyatnya sendiri.
Dalam suasana keprihatinan seperti saat ini, mau tidak mau .....deep down di hati kita sebenarnya kita sudah dipermalukan oleh penggede2 kita sendiri. Kita harus menanggung malu menerima sedekah orang lain, walaupun sebenarnya kita bisa dan punya potensi jadi negara besar dan kaya. Buat apa tuh sekarang para penggede2 itu ber-bondong2 ke tempat lokasi bencana tapi tidak bisa bebruat apa2. Semua bantuan datang dari luar ....thanks(?) kepada para penggede2 kita yang telah merampok harta rakyat dan rakyat yang diharuskan harus menanggung malu., menerima bantuan dari luar dan bukan dari bangsa sendiri.
Seandainya kita, rakyat Indonesia tidak dikorup oleh penggede2 beserta gedibal2nya maka bencana alam apapun bisa diatasi dengan cara berdikari, bisa angkat kepala memberesin kesukaran dengan kekuatan diri sendiri.
Mudah2an dengan adanya bencana alam ini, rakyat Indonesia mulai sadar bahwa sebenarnya suatu pencerahan telah lahir dan rakyat Indonesia mulai tahu akan potensinya. Potensinya untuk jadi negara besar terhalang karena korupsi dan salah atur negara, sehingga bencana alam pun kita diharuskan harus ngemis bantuan dari luar.
Rakyat di permalukan oleh tingkah laku penggede2nya, yang selain tidak becus plus korup yang hanya mempermalukan martabat bangsa ini di tengah2 masyarakat dunia. Semua negara besar sanggup mengatasi bencana alam....tapi negara yang berpotensi besar jadi negara kere karena ulah penggede2nya.....hanya bisa menanggung malu jadi kere di tengah pergaulan negara2 di dunia
Harry Adinegara
---------------------------------
The LOST Ninja blog: Exclusive clues, clips and gossip.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

