muhammad...
ini karena:
1. kartun nabi muhammad melecehkan mentah mentah sang nabi, yaitu bla
bla bla...u already know lah, dan ini mengobok2 ke-sensitifan orang
muslim (meskipun gak semua muslim tersinggung).
2. fiksi tentang yesus oleh dan brown, tidak menghina yesus secara
frontal, misalnya main perempuan, freesex, bawa bom, dll dan tidak
sekasar kartun muhammad.sehingga reaksi nya biasa2 saja.
bayangin kalau kartun nabi muhammad diaplikasikan ke film tentang
yesus, saya jamin orang2 kristen fundamental bakal sweeping si pelaku..
--- In [email protected], irwank <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya melihat 'ketenangan' yang ditampilkan kalangan beragama, IMHO
karena
> sudah pernah ada
> 'contoh' sikap dari kalangan lain atas tindakan yang 'noel-noel' wilayah
> agama.
> Bahwa ada tindakan ekstrim yang dilakukan sebagian pihak atas tindakan"
> tersebut (mis: dalam
> kasus Salman Rushdie, Hirsi(?) dll) memang tidak bisa disangkal sebagai
> kenyataan/fakta.
> Bagaimanapun juga tindakan memprovokasi emosi publik lewat isu agama
seperti
> itu sulit untuk
> dipercaya berjalan tanpa tujuan (tertentu).
>
> Tentunya setelah ada contoh penyikapan yang menimbulkan antipati,
amat mudah
> untuk mengambil
> pencitraan (sikap seolah-olah) sebagai pihak yang bijak atau pemaaf,
> misalnya.
> Jadi itu sebenarnya biasa" saja.. Terlebih bila 'testing' ('mengukur
> kedalaman air') yang dilakukan
> dengan modus pencampuran fakta dan fiksi.. Sehingga dengan
penyebutan fiksi"
> yang digunakan,
> tinggal menafikkan saja fakta" yang (tidak mustahil) bisa jadi benar
> adanya..
>
> Wallahu a'lam.. CMIIW..
>
> Wassalam,
>
> Irwan.K
>
> On 5/29/06, HasanSad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Saya setuju dengan pendapat temen2 pada umumnya. Terutama dengan
> > kedewasaan beragama. Ada hal yang masih mengganjal dalam pikiran saya.
> > Indonesia mengizinkan penayangan The DaVinci Code di bioskop2, di saat
> > banyak negara2 menolaknya. Di satu sisi saya memandang positif hal
ini bahwa
> > ini bukti kedewasaan dalam bersikap (beragama). Tapi di sisi lain ada
> > kekhawatiran, ingat: Indonesia adalah salah satu negara yang melarang
> > penayangan film True Lies (Arnold S.) dan The Prince of Egypt
(kartun nabi
> > Musa). Novel Ayat-ayat Setannya Salman Rusdi juga tidak boleh beredar.
> > Indonesia juga merupakan negara yang paling lantang melaknat pembuat
> > karikatur Nabi di harian Jylland Posten, Denmark.
> > Artinya segala sesuatu yang mengandung unsur agama dan keyakinan jika
> > dianggap melecehkan umat Islam (padahal tidak semua merasa
dilecehkan) di
> > Indonesia dilarang dan ditentang. Tetapi untuk The DaVinci Code
(meskipun
> > ada penjelasan dari Dan Brown kalau The DaVinci Code adalah sebuah
fiksi
> > serta banyak buku2 klarifikasinya) bebas terbit dan tayang. VCD2
tentang
> > gugatan doktrin gereja juga banjir dan laris di masjid2 kampus.
> > Sepertinya negara ini (dengan mayoritas muslimnya) ingin
menunjukan bahwa
> > ada yang "tidak beres" dalam doktrin gereja. Semoga kekhawatiran saya
> > terlalu berlebihan.
> >
> > salam
> >
> > Usep Hasan Sadikin
> >
> > Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> saya senang teman-teman miliser dapat memandang dan menilai dengan
jernih
> > antara sebuah karya imajinatif dengan dogma agama, sehingga kita
tidak perlu
> > menjadi reaktif membabi buta, dan kita bisa memandang kebenaran
agama jauh
> > lebih arif bahwa agama yang diyakini tidak perlu dipertentangkan
dengan hal
> > apapun, karena memang tidak bisa dibandingkan dan dipertentangkan,
> > saya jadi teringat akan Salman Rushdi, yang dijatuhi hukuman
mati oleh
> > pemerintah Iran gara-gara menulis buku yang judulnya " ayat-ayat
setan ",-
> > atau belum lama ini soal kartun yang hampir membuat 'perang' dan
'darah'
> > dimana-mana !!!
> > semoga saja kita semakin dewasa dalam beragama..............
> >
> > salam
> > iwan
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
| Cultural diversity | Indonesian languages | Indonesian language learn |
| Indonesian language course |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "ppiindia" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

