*di tengah berita duka dan musibah di Yogya, berikut adalah tindakan yang
patut dicontoh, jaman ini jarang sekali ada orang seperti Haji Bambang ini;
*
**
*
* *Haji Bambang ke Bantul Berbekal Sarung Tangan dan Kain Pel *
*

* **DENPASAR, NusaBali

* Senin, 29 Mei 2006 *

SEPAK terjang Haji Bambang di bidang kemanusiaan tak perlu diragukan lagi.
Salah satu bukti, Majalah Time (Asia) menobatkannya sebagai Man of The Year
(2002) lantaran aktivitas sosialnya ketika terjadi bom Bali I.

Dan, ketika bencana tsunami melanda Aceh, Haji Bambang juga sempat berangkat
sebagai relawan. Kini, ketika gempa bumi melanda Jogjakarta, dan Bantul
menjadi kota yang paling luluh lantak, dia pun berangkat.

Ketika bertemu dengan NusaBali di Terminal Ubung, Minggu (28/5), dengan
rompi hitam bertuliskan sukarelawan PMI Bali, Haji Bambang menyatakan akan
berangkat ke Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta, sebagai sukarelawan.
Kemarin, dia berangkat seorang diri menyusul kedua rekannya yang lebih
dahulu berangkat dengan menumpang bus PO Safari Dharma Raya jurusan
Denpasar-Jogjakarta.

Keberangkatannya kali ini ke lokasi bencana adalah untuk mengikuti panggilan
nuraninya. Selain itu, menurutnya, dia berangkat karena memang tugasnya
sebagai salah seorang relawan PMI.

Dia berangkat ke Bantul berbekal 40 buah masker dan sarung tangan, sepatu
boot, dan dua lembar kain pel. Barang bawaannya itu akan dimanfaatkannya di
lokasi bencana. Tekad pria asal Kuta inipun tidak surut meski harus
berangkat sendiri dengan menggunakan transportasi darat. Dia siapkan segala
sesuatunya, bahkan rencanaya jika sudah sampai di Bantul nanti, Haji Bambang
akan mengepel lantai rumah sakit atau turut mengevakuasi mayat.

Suami Hajjah Ni Made Turniari yang sehari-harinya bekerja sebagai kepala
Sentral Parkir Kuta itu berencana 'tinggal' di Bantul selama sepuluh hari.
"Tetapi rencana saya itu bisa berubah, bergantung medan dan jumlah korban
yang harus dievakuasi," kata dia. Untuk dirinya sendiri, pria kelahiran
Kuta, 20 April 1960 ini berangkat ke Jogja hanya berbekal sleeping bag untuk
tidur di pengungsian. Yang jelas, keberangkatannya ke Bantul bukan sebagai
apapun melainkan mengikuti panggilan hatinya demi solidaritas kemanusiaan
dari warga Bali untuk saudaranya di Jogjakarta.

d


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke