--- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Bagi saya..bla..bla..bla
> Bagi kamu..bli..bli..bli
> Itulah hak kita masing2. Bla dan bli nya itu bergantung pengalaman
> pribadi dalam mendapatkan pengetahuan. Hak orang mau bicara ini
> dalam konteks agama atau konteks science. Kalau menurut saya hal
itu bukan "menghakimi". Mereka juga cuma "menduga" aja kok.

DH: menduga cara ilmiah menimbulkan hukum pythagoras sampai
penemnuan yang mutahkir dalam bidang kedokteran, angkasa luar, It,
yang semua kita nikmati secara nyata. Menduga secara non ilmiah
hasilnya apa mbak? anaknya adam dan hawa semua laki laki, kok bisa
berkembang biak yo?



>
> Hidup ini ada reward dan ada punishment. Itu sudah fitrah. Gak
bisa  dirubah.

DH: Ya jelas, karena itu ada pengadilan negeri sampai mahkamah
agung. Yang lain, wah syusyah mbak, belum ada yang pulang dari
akhirat...

>Cuma ada orang yang urat sarafnyanya kuat menerima fitrah,
> yang gak kuat mengatakan punishment itu gak ada..adanya reward
> aja...he..he...emang manusiawi sih mo yg enak2 aja. Padahal
> punishment itu diperlukan sekali dalam pembelajaran apapun. Ini
> emang punishment yang itung2annya ghaib sih ye?

DH: kalau saya kerja keras lalu dapat karir bagus itu reward gak
mbak? kalau saya malas lalu dipecat itu punishment bukan mbak?
tetapi ini kan mudah dimengerti tanpa ayat ayatan?

Indonesia amburadul, Jerman terbang diangkasa (BMW, Mercy, Audy;
Airbus)... ini fitrah kan mbak?

Gampang kok?

Salam fitrah

Danardono






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn
Indonesian language course


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke