Konon, akaibat terlalu lama dijajah dan lingkungan budaya/pendidikannya yang selalu dibanding-bandingkan dengan 'sukses' orang yang ada diluar lingkungannya, kebanyakan orang dari negara berkembang mengalami scarcity mentality, mental berkekurangan, yang selalu menganggap apa yang ada pada orang lain selalu lebih baik dan apa yang ada pada dirinya kurang/tidak baik.
Punya pengalaman 'unik' uji nyali yang ga mungkin lupa, sholat dipinggiran gedung di tokyo disneyland yang ramai di tahun/milenium baru 2000, semua orang yang lewat mesti berhenti hanya untuk melihat untuk memastikan dan kemudian sebagian langsung berlalu begitu saja ada juga yang 'nekat' bertanya sama yang 'jaga' secara bergantian.. Setelah dijelaskan.. Cuma ngangguk-ngangguk sambil nyegir kuda.. Jadi, ga mesti ikutan berkokok atau mengembiklah untuk beradaptasi itu.. Diajak minum sake, tinggal jelaskan kita tidak boleh minum khamr, memang butuh sedikit nyali untuk menjadi diri sendiri yang merdeka.. -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ari Condro Sent: Tuesday, June 06, 2006 7:29 PM To: ppiindia Subject: [ppiindia] Kita Memang Berbeda ... catatan untuk ilmuwan muslim di negeri asing. Kita Memang Berbeda ... catatan untuk ilmuwan muslim di negeri asing.<http://ddewi.multiply.com/journal/item/2> http://ddewi.multiply.com/journal/item/6 "Masuk kandang ayam berkokok, masuk kandang kambing mengembik". Demikian kira-kira yang bunyi pepatah Indonesia yang menganjurkan kita untuk meleburkan diri ke lingkungan baru supaya kita cepat diterima oleh masyarakat tersebut. Nasehat yang bagus. Dan saya tidak akan pernah terpikir untuk mengkritiknya kalau saya tidak pernah tinggal di negeri orang putih. Ya ... tinggal di negeri orang putih dengan budaya dan moral yang banyak tidak sesuai dengan Islam memang membuat saya kesulitan menerapkan nasehat di atas. Hasilnya, biar pun saya sudah lebih dari satu dekade tinggal di negeri empat musim, tetaplah saya tidak pernah sukses menjalin hubungan dengan penduduk asli. Saya ingat, waktu saya pertama kali pindah ke Inggris, saya tinggal bersama keluarga Inggris. Pd saat itu, saya mati-matian mencoba menerapkan pepatah diatas. Kalau mereka mengembik, saya mengembik pula. Artinya, kalau mereka pergi ke tempat A, saya ikut juga. Kalau mereka melakukan B, saya ikut juga. Waktu itu entah kenapa saya ingin sekali bisa melebur dengan penduduk asli. Mungkin hal ini disebabkan karena sebagai orang Indonesia, kita dituntut untuk selalu ikut dengan 'the mainstream' supaya tidak 'nganeh-anehi'. Akibatnya, saya memang mengalami kesulitan untuk menolak hal-hal tertentu pada saat pertama-tama saya tinggal di Inggris. Walaupun begitu, lama kelamaan memanglah saya merasa aneh karena saya tidak merasa nyaman dengan budaya baru tersebut. Seiring dengan meningkatnya pemahaman saya tentang Islam dan menaiknya 'pede' sekaligus individualitas saya, maka saya mulai bisa menolak atau say no. Jadilah saya mulai menolak tawaran-tawaran yang menurut saya tidak Islami. Pada saat saya kuliah S1 di Sheffield, tidaklah susah untuk menolak hal-hal tersebut, karena memang pada saat itu saya membatasi pergaulan saya. Jadi network saya hanyalah orang Indonesia atau orang muslim saja. Masalah mulai muncul kala saya mengambil program S3. Di Inggris, sebagai ilmuwan, kita dituntut tidak hanya untuk melakukan riset sendiri, tetapi mampu juga untuk networking atau berkolaborasi dengan ilmuwan lagi. Hampir tidak mungkin kita melakukan riset tanpa pernah berkolaborasi. Dari tahun ke tahun, pembimbing saya memberikan contoh bahwa berkolaborasi berarti bersosialisasi. Apa artinya ? Artinya, kita mesti siap untuk berteman dan bersosialisasi di bar-bar pada saat konferensi diadakan. Situasi ini tidak hanya ditemukan di Inggris, namun juga di Amerika Serikat, tempat saya berada saat ini. Bisa dipastikan "I miss out a lot" dengan menolak bersosialisasi sambil minum2 di bar. Walaupun ada yang menganjurkan untuk meminum orange juice atau coke di acara seperti itu, tetaplah saya tidak nyaman berada di lingkungan seperti itu. Jadilah saya tetap bersikeras untuk tidak bersosialisasi seperti itu. Apa jalan keluarnya untuk ilmuwan muslim di lingkungan seperti ini ? Terus terang saya kurang tahu. Satu2nya hal yang mungkin bisa dilakukan adalah memaksimalkan 'obrolan' pada saat lain, seperti coffee break dan disaat melakukan aktivitas yang tidak dilarang oleh Islam, seperti poster session dan pada saat tour bersama. Pengalaman saya mendatangi konferensi ilmiah sepanjang karir saya di science (15 kali, dari 1998-2006) memanglah sangat berharga. Tetapi pada saat yang sama, saya sering merasakan keterasingan di konferensi tersebut karena perbedaan kita dengan penduduk Amerika/Inggris. Jadilah saya kerap kali merasakan 'bitter sweet' experience saat saya mendatangi konferensi. Sweet karena berarti saya belajar banyak, bitter karena harus meninggalkan keluarga dan karena saya tahu saya akan kesepian pada sore/malam harinya. Sering pikiran saya melayang pada konferensi ilmiah yang didatangi mama sebagai dokter ahli mata di Indonesia dimana suasana yang guyub, akrab dan kekeluargaan terasa sekali. Pengalaman saya berkecimpung di dunia riset selama 8 tahun di negara asing ini semakin menguatkan pikiran saya bahwa kita memang berbeda. Muslim memanglah berbeda dari yang bukan muslim. Budaya dan moral value kita terlalu berbeda untuk kita bisa melebur dengan mudah di lingkungan orang kulit putih. Memanglah tidak mudah menjadi muslim di negeri ini. Banyak kontrol diri yang mesti kita lakukan supaya kita tidak melanggar aturan Allah. Tak heran jalan ke surga di-deskripsikan sebagai jalan yang sulit, penuh duri dan berkelok2. Tidaklah kita sampai ke surga tanpa diuji. Saya rasa tidaklah kita perlu bersikeras untuk bersosialisasi di tempat yang tidak layak untuk mendapatkan kolaborasi. Saya yakin, jika kita tetap menghindari larangan-Nya maka Allah akan menyediakan jalan. Jadi tak perlulah kita selalu mengembik jika kita memasuki kandang kambing. Tak perlu juga kita selalu berkokok di kandang ayam. Tetapi ingatlah Allah dimana saja. Kado buat titut yang baru saja memulai program S3-nya. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ************************************************************************ *** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ************************************************************************ *** ________________________________________________________________________ __ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

