Bung Satrio
walau beritanya udah sedikit basi, tapi konklusi dari kasus HIT ini adalah
tidak adanya kordinasi antara Menteri Pertanian dan Menteri Kesehatan /BPOM,
meloloskan produk berbahaya ke pasaran merupakan tindakan yang sembrono,
ceroboh dan bodoh, padahal saya yakin aparat di Deptan dan Depkes itu para ahli
yang sekolahnya aja sampai S4 ( ???) dan menyandang gelar akademik lebih dari 4
biji dibelakang dan didepan namanya....????
kalo di negeri jepan sana....mungkin sang menteri sudah harus mundur...karena
malu...ada produk berbahaya dijual di masyarakat....
salam
iwan
Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Republika, Kamis, 08 Juni 2006
Obat Nyamuk HIT Dilarang Beredar
Pabrik diberi waktu dua bulan untuk menarik produknya
yang sudah beredar.
BOGOR -- Dua jenis produk obat antinyamuk yang
diproduksi PT Megasari Makmur dengan merek dagang HIT
diperintahkan untuk ditarik dari pasaran. Pasalnya
kedua jenis produk itu, 2,1 A (dalam bentuk spray) dan
jenis 17 L (dalam bentuk cairan) mengandung pestisida
yang dilarang penggunaannya untuk rumah tangga.
Pelarangan edar dan penggunaan pestisida jenis
diklorvos sudah diberlakukan sejak April 2004. ''Namun
karena produsen tetap memakainya sampai pertengahan
tahun 2006, maka kami memberi surat teguran,'' papar
Direktur Sarana Produksi Pertanian Direktorat jenderal
Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sputnik Sudjono,
kemarin (7/6) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak)
ke pabrik.
Sidak Departemen Pertanian kemarin (7/6) ke pabrik
membuahkan perjanjian tertulis. Selain larangan edar,
pabrik diberi waktu dua bulan untuk menarik kembali
produk yang sudah beredar di pasaran. Selain itu,
produk itu diperintahkan untuk dimusnahkan. Tidak
hanya itu, pabrik juga diwajibkan menghentikan iklan
dua produk tersebut. Dan harus membuat format iklan
baru yang memberi pengumuman pada warga agar
menghentikan untuk memakai kedua produk itu.
''Itu sebagai tanggung jawab sosial dan upaya
pembelajaran pada masyarakat,'' tutur Staf Ahli
Menteri Pertanian Bidang Sistem Informasi dan
Pengawasan, Mulyanto yang ikut sidak.
Berdasarkan keterangan PT Megasari Makmur selama Mei
2004 sampai Mei 2006 sudah diproduksi sebanyak
2.293.964 kg HIT jenis 2,1 A. Untuk jenis 17 L sudah
diproduksi sebanyak 4.896.805 liter. Stok yang masih
ada di gudang sebanyak 149.200 kaleng (2,1 A) dan
260.900 kantong isi ulang (jenis 17 L). Sedangkan
jumlah yang sudah didistribusikan ke masyarakat
sebanyak 99.467 kaleng (jenis 2,1 A) dan 149.200
kantong (jenis 17 L). Jumlah itu, menurut Mulyanto,
sangat sedikit jika merupakan total produksi selama
dua tahun. Karena itu, Deptan akan mempertanyakan
kembali jumlah distribusi yang sebenarnya kepada
produsen.
Untuk daerah distribusi kedua produk yang dilarang
tersebut sebagian besar berada di wilayah DKI Jakarta.
''Kami sudah mulai melakukan upaya penarikan kembali
sejak awal minggu ini dan mengganti formula yang
terkandung dalam obat antinyamuk yang kami produksi
(d-aletrin),'' papar Ahmad Bedah Istigfar, General
Affairs Manager PT Megasari Makmur.
Dia menambahkan penggunaan formula yang mengandung
jenis pestisida terlarang karena pabrik belum
menemukan formula baru yang bisa mengganti formula
tersebut. Selain itu, Ahmad juga mengatakan izin baru
penggunaan formula karena izin lama habis Januari 2003
baru keluar Januari 2006. ''Kami tidak mungkin
menghentikan produksi selamA itu,'' tambah dia.
Menanggapi pernyataan PT Megasari Makmur, Mulyanto
menyatakan PT Megasari Makmur telah melakukan
kesalahan. Sebab tetap menggunakan pestisida yang
mengandung bahan aktif yang menimbulkan efek negatif
pada lingkungan.
''Bila setelah jangka waktu yang diberikan selama dua
bulan, produk masih beredar di pasar, kami akan
mencabut izin produksi pabrik tersebut,'' tegas Ahmad.
Mereka juga akan dijerat UU Perlindungan konsumen UU
No 8 Pasal 8 Tahun 1999.
Untuk larangan edar pestisida yang mengandung bahan
aktif diatur dalam Keputusan Menteri Pertanian No 434
Tahun 2001 tentang syarat dan tata cara pendaftaran
pestisida yang mulai diberlakukan pada tahun 2004.
Pestisida ini dilarang karena dapat menyebabkan kanker
pankreas, leukimia dan gangguan lambung pada manusia.
Fakta Angka
99.467 kaleng
Obat antinyamuk jenis (2,1 A) yang sudah
didistribusikan ke masyarakat.
(fia)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives
http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/