Jumlah ini lebih besar daripada korban gempa DIY. Adakah LSM-LSM, PMI (Mar
ie Muhammad anggota milis ini kalau tidak salah), media massa, dan kantor
Menko Kesra tidak tergerak untuk menolong?
KM 
 
-------Original Message-------
 
From: [email protected]
Date: 06/13/06 04:48:40
To: Undisclosed-Recipient:,
Subject: [ppiindia] 65.000 Penduduk Sikka Kelaparan
 
http://www.suarapembaruan.com/News/2006/06/10/Utama/ut01.htm

SUARA PEMBARUAN DAILY 
65.000 Penduduk Sikka Kelaparan

[KUPANG] Puluhan ribu penduduk Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara
Timur (NTT) menderita kelaparan akibat kehabisan persediaan pangan, sejak
Mei lalu. Pemerintah setempat sudah membagikan beras yang disiapkan untuk
menghadapi kondisi rawan pangan. Namun, pembagian beras tersebut hanya
membantu untuk beberapa hari, ungkap Bupati Sikka Alexander Longginus kepada
Pembaruan melalui telepon selular, Sabtu (10/6) pagi. 

Untuk penanganan jangka panjang, dia mengaku tidak dapat berbuat banyak guna
membantu sekitar 13.000 kepala keluarga, atau sekitar 65.000 jiwa yang saat
ini menderita kelaparan. 

Penanganan sementara, tuturnya, penduduk diberi bantuan beras rawan pangan
sebanyak 346 ton, yang dibagikan sejak Mei lalu. Tetapi jumlah itu tidak
sebanding dengan jumlah warga di sana. 

Dia mengungkapkan, telah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat, dan
kantor Menko Kesra sudah menyetujui untuk mengalokasikan bantuan 9.200 ton
beras bagi warga yang kelaparan dalam bentuk padat karya pangan selama
delapan bulan. Selama Juni hingga Agustus nanti, warga diarahkan untuk
mengerjakan fasilitas umum dan diberi upah kerja berupa beras. Setelah itu,
warga mulai menyiapkan lahan. 

Menurut Alex, akibat ketiadaan bahan makanan, warga Desa Wolomotong dan
Rubit sudah mulai mengonsumsi putak (bagian dalam batang pohon siwalan, Red)
 Warga yang menderita kelaparan, tersebar di semua daerah di Kabupaten Sikka
 mulai dari Nilo, Wuliwutik, Ladogahar, Nirangkliung, Mego, Paga dan daerah
lainnya, kecuali beberapa daerah di bagian utara. 

Dia menjelaskan, bencana kelaparan di Sikka disebabkan pola pertanian yang
monokultur. Masyarakat di sana banyak menanam tanaman perdagangan dan tidak
ada tanaman pangan. Salah satu kelemahan tanaman monokultur ini, sambungnya,
ketika ada bencana hujan, angin dan hama, tidak ada yang bisa dipanen.
Akibatnya, terjadi rawan daya beli yang berdampak rawan pangan. 

Secara terpisah, Kepala Badan Bimas Ketahanan Pangan NTT Petrus Langoday
mengatakan, sebanyak tujuh dari 16 kabupaten/kota di NTT terancam rawan
pangan. Ketujuh wilayah, yakni Ngada, Ende, Sikka, Lembata, Belu, Timor
Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara. Di wilayah-wilayah itu, sebanyak 145
desa berisiko tinggi, 192 desa berisiko sedang, dan 238 desa lainnya
berisiko ringan. 

Risiko rawan pangan yang dihadapi masyarakat di tujuh kabupaten tersebut,
disebabkan angin kencang yang merusak tanaman, kurangnya curah hujan maupun
kelebihan curah hujan, yang menyebabkan tanah longsor dan banjir sehingga
menghancurkan areal tanaman pangan. 

Hingga kini, persediaan beras yang dikelola Pemerintah Provinsi NTT untuk
bantuan rawan pangan sekitar 2.500 ton, di samping 800 ton persediaan beras
lokal yang dapat digunakan untuk penanggulangan rawan pangan. Selain itu,
pemerintah setempat terus memantau gejolak kenaikan harga beras di pasaran.
[120] 

Last modified: 10/6/06 

[Non-text portions of this message have been removed]


 
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Home is just a click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke