Mas Budi, Saya sepakat dengan tulisan anda sampai 'titik' sebelum 'janjimu palsu'. Kalau sampai di akhir periode jabatan kondisinya tidak menunjukkan perubahan
(perbaikan) yang dijanjikan mungkin kita bisa bilang 'janjimu palsu'. Kecuali kalau perubahan yang dimaksud seperti 'pisau bermata dua'. Pokoknya asal ada perubahan dari Presiden yang lama ke yang baru.. :-p Satu lagi (berdasarkan tulisan di atas), yang harus ikut tanggung jawab, termasuk mereka yang setuju pengelolaan blok cepu diambil EMOI.. siapa tuh.. :-) Mengenai 'ancaman' dari orang" yang mengatakan tidak akan berinvestasi di Indonesia kalau belum ada kepastian hukum, definisi kepastian hukumnya apa? Apakah kontrak karya yang mereka dapatkan tidak direvisi sehingga menguntungkan Indonesia sekaligus merugikan mereka? Seperti yang didapat Freeport Indonesia? Bukankah ancaman serupa sudah pernah dilontarkan Henry Kissinger tahun 2000an? Masih pada ingat kan siapa yang menentang pernyataan tersebut? :-) CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 6/13/06, budi satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kompas wrote : > "Menurut Kwik, yang bersalah adalah elit bangsa yang menjual > kemerdekaan, yang menjadi kroni, komprador dari bangsa yang mengisap bangsa > Indonesia". > > "......seperti yang pernah dilakukan Imam Khomeini di Iran". > > IMO; > Fakta senyata-nya memang demikian, rakyat Papua menangis berlinang air > mata dan darah demi membela tanah airnya yg telah dikuasai raksasa kapitalis > Freeport yg notabene adalah antek dari USA dan sekutunya. Pemerintahan SBY > bahkan tidak mampu mempertahankan penguasaan mutlak atas Blok Cepu. > Anak-anak penerus bangsa tetap bodoh karena mahalnya biaya pendidikan. > > Atas nama rakyat dan negara Indonesia yg berdaulat, atas kepercayaan dan > mandat yg diberikan oleh rakyat Indonesia yg telah memilih SBY menjadi > Presiden. Maka, Presiden dan aparat negara harus membuktikan janji dan > amanah untuk lebih memperjuangkan nasib seluruh rakyat Indonesia. Janjimu > palsu.... > > fight corruption > fight new imperialism ( John Perkins-Confession of an Economics Hit Man) > ibud > > Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0606/10/Politikhukum/2723437.htm > -------------------------------------------- > ` > Jakarta, Kompas - Sebanyak 88 orang dari berbagai latar belakang, > Jumat (9/6), mendeklarasikan Perhimpunan Nasionalis Indonesia > disingkat Pernasindo. Ikut menandatangani deklarasi antara lain > mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Menteri Negara > Perencanaan Pembangunan Kwik Kian Gie yang juga Ketua Presidium. > > Kwik menjelaskan alasan pendirian Pernasindo antara lain karena > rakyat Indonesia selama ini sudah dibodohi. Bahkan, bentuk pembodohan > itu sudah merasuki opini publik, yang sesungguhnya diketahui sama > sekali tidak benar. "Perhimpunan Nasionalis Indonesia hadir untuk > memberikan pencerahan kepada rakyat Indonesia," kata Kwik. > > "Kita menyaksikan rakyat dibodohi dengan dicekoki omongan bahwa > pembangunan yang dibiayai dari utang itu wajar, dan utang itu > sekarang sudah menyengsarakan rakyat," ujar Kwik. > > Untuk melawan pembodohan ini, menurut Kwik, akan dimulai kampanye > penyadaran. Kampanye akan mengajak media yang ada. Jika tidak > mendapat sambutan, maka akan membuat media kampanye > sendiri. "Misalnya dengan menyebarkan pidato penyadaran dalam bentuk > kaset rekaman seperti yang pernah dilakukan Imam Khomeini di Iran," > ujarnya. > > Dalam pidatonya, Kwik mengatakan, golongan miskin dan termiskin dari > rakyat yang jumlahnya besar tidak mampu mencemaskan keterpurukan > dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. "Kondisi fisik yang lemah > karena kekurangan gizi, sudah ada busung lapar, dan kekurangan > pelayanan kesehatan yang minimal," ujarnya. > > Menurut Kwik, yang bersalah adalah elite bangsa yang menjual > kemerdekaan, yang menjadi kroni, komprador dari bangsa yang mengisap > bangsa Indonesia. > > Menjawab pertanyaan wartawan, Wiranto mengatakan, meskipun > perhimpunan itu bukan organisasi politik ataupun akan menjadi parpol, > orang di dalamnya banyak yang berafiliasi dengan partai politik. (mam) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get to your groups with one click. Know instantly when new email arrives http://us.click.yahoo.com/.7bhrC/MGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

