http://www.indomedia.com/poskup/2006/06/13/edisi13/floresa.htm
Warga NTT agar mendukung upaya membatalkan eksekusi Tibo, cs Jakarta PK Warga Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta agar mendukung setiap upaya damai untuk membatalkan eksekusi mati terpidana kasus Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, Marinus Riwu (Tibo, cs). Sebab, Tibo, cs adalah orang-orang yang dikorbankan untuk kepentingan elit yang mengatasnamakan kekuasaan. Hal itu terungkap dalam acara tatap muka DPRD Flotim bersama para tokoh NTT di Jakarta, di Wisma NTT, Jalan Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (10/6) siang. Utusan dewan yang hadir yakni, Wakil Ketua DPRD Flotim, Drs. Silvester Demon Sabon, Ketua Komisi A, Bachtiar Lamawuran, Wakil Ketua Komisi A, Theodorus M. Wungubelen, S.H dan anggota komisi, Florensia Kolly, S.H dan Caretaker PMKRI Cabang Fotim, Agustinus Boli. "Kami terharu melihat bagaimana proses peradilan berlangsung. Aspek hukum yang menjadi hak ketiga terpidana tidak masuk sama sekali. Yang diperhatikan hanyalah formal hukumnya tapi tidak berdasar pada fakta lapangan. Intinya, ada ketidakadilan yang mungkin sudah direkayasa. Mari sebagai orang NTT kita perlu bersatu membela mereka. Saat ini kita tidak perlu bawa emosi etnis dan agama tapi soal keadilan dan kebenaran. Ada anak muda yang sering prakarsai pembelaan ini. Jadi sikap politik dan sikap hati nurani kita yang harus diutamakan dalam pergerakan ini. Kita harap pertemuan hari ini jadi embrio untuk pergerakan selanjutnya," kata Hendrik Kleden, salah satu tokoh masyarakat NTT dalam pertemuan itu. Pertemuan dipandu Bernard BM dari PADMA Indonesia, Hendrik mengakui sebagaimana harapan anggota DPD RI agar masyarakat yang mempunyai interes terhadap Tibo, cs perlu punya sikap yang sama untuk terus maju. "Jangan melihat pertemuan ini karena golongan, etnis atau Flores dan Katolik-nya tapi karena kebenaran yang kita cari," katanya. Hal sama disampaikan, Petrus Bala Pationa, S.H, Dion Djong, S,H, Roy Rening, S.H, Gabriel Sola dan puluhan peserta yang hadir mengharapkan agar masyarakat NTT harus memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam kasus Tibo, cs. Roy Rening, Gabriel Sola, Hendrik dan DPD RI asal NTT juga berharap agar masyarakat Flotim yang diwakilkan DPRD NTT agar dapat menemui Tibo, cs dan para muspida di Sulawesi Tenggara. "Kami serahkan surat pengantar ini buat anggota DPRD kita dari FLotim agar dapat menemui Tibo, cs dan para muspida di Palu," kata Hendrik saat menyerahkan dokumen kepada Wakil Ketua DPRD Flotim, Drs. Silvester Demon Sabon. (iva) -------------------------------------------------------------------------------- Batal temui Tibo di Palu EMPAT utusan DPRD Flores Timur terdiri dari Wakil Ketua Silvester Demon Sabon, Ketua Komisi A, Bachtiar Lamawuran, Wakil Ketua Komisi A, Theodorus M. Wungubelen dan anggota komisi A, Florensia Kolly yang berencana terbang ke Palu untuk menemui terpidana mati kasus Poso, Tibo cs akhirnya membatalkan rencana mereka. Pembatalan ini, menurut Demon Sabon, diakibatkan tarik ulur di DPRD FLotim mengenai rencana dimaksud. "Saat kitakontak ke Larantuka, ketua dewan tidak keberatan soal rencana itu. Tapi, karena dia sedang berada di luar daerah sehingga Wakil Ketua, Markus Suban Betan tidak berani berikan keputusan. Beliau tidak mau bertanggungjawab soal keberangkatan ke Palu," kata Demon Sabon, usai tatap muka dengan para tokoh NTT di Jakarta, Sabtu, siang. Maksud keberangkatan empat utusan ke Palu, menurut Demon Sabon, selain untuk menemui Tibo cs juga dalam rangka mengetahui langsung nasib ketiganya, termasuk proses hukum terhadap 16 tersangka baru seperti diberitakan sebelumnya. Dia menambahkan, jaminan untuk bisa menemui Tibo cs di LP Palu sudah diterima dari tim legal PADMA Indonesia. "Anda dengar sendiri betapa mereka membutuhkan dukungan moril dari orang Flores. Bukan kerena mereka orang Flores, tapi semata karena putusan hukuman mati buat mereka mengabaikan rasa keadilan dan kebenaran. Kita perjuangkan bagaimana agar hak hidup dan martabat kemanusiaan bisa dihargai oleh aturan hukum di republik ini," tegas Demon Sabon. Bachtiar Lamawuran dan Theodorus Wungubelen menyebutkan bahwa pembatalan rencana ke Palu di luar kemampuan mereka. "Kita punya tujuan mulia untuk perjuangan kemanusiaan yang mendapat apresiasi dan simpati dari DPD- RI, Komnas HAM juga PADMA Indonesia," ujarnya. Wungubelen menilai, pembatalan rencana ke Palu oleh pimpinan DPRD FLotim yang ada di Larantuka menggambarkan secara jelas adanya pemahaman yang berbeda dari 30 anggota dewan Flotim dalam memandang kasus Tibo. "Ini misi kemanusiaan pertama dari lembaga DPRD sebagai representasi masyarakat Flotim umumnya untuk mem-bebaskanTibo cs dari hukuman mati," tandasnya. (iva) -------------------------------------------------------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

