Iyah.. Hayyo tunjuk aja hidungnya.. Masa tentara ga berani sech..
Mestinya ga perlu takutlah.. Mayoritas dijamin mendukung..
Ga tau dimilis ini..

^_^ 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ambon
Sent: Wednesday, June 14, 2006 6:11 AM
To: Undisclosed-Recipient:;
Subject: [ppiindia] DPR Minta TNI Sebut Nama

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=146661


PENYUSUPAN KADER KOMUNIS
DPR Minta TNI Sebut Nama 



Rabu, 14 Juni 2006
JAKARTA (Suara Karya): Kalangan anggota Komisi I DPR menantang Tentara Nasional 
Indonesia (TNI) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk buka-bukaan mengenai 
penyusupan kader komunis di lingkungan legislatif. Dalam kaitan ini, Permadi 
(FPDIP) meminta agar nama-nama kader komunis yang menyusup ke DPR disebut 
secara terang-terangan. 

"Ini penting agar tidak terjadi fitnah kepada anggota DPR," kata Permadi dalam 
rapat dengar pendapat Komisi I DPR dan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso di 
Jakarta, Selasa kemarin. 

Permadi mengingatkan, pernyataan Pangdam Jaya dan Pangdam Siliwangi yang 
menyebut DPR disusupi kader komunis telah melampaui kewenangannya, karena 
memasuki wilayah politik. "Apa Pangdam punya hak bicara (politik) seperti itu? 
Kalangan TNI tak berhak menggulirkan wacana yang dapat melibatkan mereka 
kembali ke arena politik," tutur Permadi. 

Sementara Wakil Ketua Komisi I DPR Amris Hassan justru meminta agar isu 
penyusupan kader komunis ke tubuh DPR tak perlu disikapi secara berlebihan. Dia 
beralasan, kini sudah tak ada pelarangan terhadap aliran dalam politik. "Yang 
menarik didiskusikan lebih lanjut adalah soal penyusupannya. Tapi ini cukup 
dibahas secara internal oleh partai yang berkepentingan," ucapnya. 

Di lain pihak, Effendi Choirie (FKB) mengatakan, TNI harus diingatkan bahwa 
mereka kini bukan lagi pengawal ideologi, bukan alat kekuasaan, dan bukan alat 
politik. "UU TNI memberikan posisi TNI hanya sebagai alat negara di bidang 
pertahanan," katanya. 

Karena itu, TNI tak berhak berwacana di depan publik mengenai masalah politik. 
"Bukan hak TNI mengatakan di partai ini ada (anggota) PKI, ada unsur kiri atau 
kanan. Pembicaraan soal politik sudah bukan wilayah TNI," katanya. 

Sidarto Danusubroto (FPDIP) juga mengatakan, wacana parpol disusupi kader 
komunis mestinya tak dipublikasikan secara luas, melainkan hanya dijadikan 
bahan laporan kepada pihak intelijen. "Tidak arif jika itu dijadikan wacana 
umum," ujarnya. 

KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso sendiri membantah bahwa TNI secara resmi 
melansir nama anggota DPR yang terindikasi merupakan kader komunis. "Yang 
disampaikan Pangdam Jaya itu pendapat pribadi. Sama sekali bukan hasil analisis 
institusi TNI," ujarnya. 

Sementara dosen Universitas Hamka Alfian Tanjung mengatakan, bukan hanya 
lembaga DPR yang telah disusupi oleh kader-kader komunis ini. Kalangan pemuda, 
pelajar, dan sejumlah organisasi massa juga telah lama digarap kader-kader 
komunis, termasuk kalangan seniman dan budayawan. 

Soal itu diketahui Alfian yang sejak delapan tahun lalu melacak dan memantau 
kegiatan kader-kader komunis ke beberapa daerah, khususnya di beberapa kota di 
Jawa Timur yang merupakan basis pembinaan anggota Partai Komunis Indonesia 
(PKI) dan organisasi massa bermantel PKI. 

Menurut Alfian yang Ketua Umum PP Gerakan Patriot Bangsa ini, sekarang sudah 
tampak jelas adanya indikasi dan sistematika kebangkitan Neo PKI di Indonesia. 
Ini, katanya, sebagai tindak lanjut pernyataan Ketua CC PKI Sudisman dalam 
Sidang Mahmilub 1967 yang menyatakan: "Jika saya mati, bukannya berarti PKI 
ikut mati. Tidak sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak 
berkeping-keping, saya tetap yakin ini hanya sementara. Dalam proses sejarah, 
nanti PKI tumbuh kembali. Sebab PKI adalah anak zaman yang dilahirkan oleh 
zaman". 

Alfian membeberkan, pembenahan konsep jalan baru DN Aidit (sudah dibunuh 
prajurit RPKAD/Kopassus di Klaten pada 1967) oleh Sudisman pada tahun 1969 
diubah menjadi strategi organisasi tanpa bentuk (OTB). OTB adalah organisasi 
yang bergerak di bawah tanah dan muncul dalam dua model, yaitu desentralisasi 
mutlak dan sentralisasi situasional. 

Menurut Alfian, berdasarkan hasil investigasinya, sejumlah organisasi massa, 
kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa telah lama disusupi kader-kader komunis. 
Namun di antara mereka ada yang melakukan pergerakan atau aksi bukan karena 
ideologi, tetapi karena motif uang. "Mereka mau bergerak karena dibayar," 
ujarnya. (Yudhiarma/Seno Atmodjo) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. 
Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL 
PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links



 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke